Laman

Thursday, 9 October 2014

[Percikan] Perlakuan Berbeda

inspirably.com
Mendapat perlakuan berbeda itu saya pikir lumrah. Karena tidak mungkin seseorang memperlakukan satu dan yang lainnya sama tanpa ada secuil pun perbedaan. Seperti penjual keripik singkong berlevel yang selalu menanyakan level kepedasan terhadap pembelinya, tidak disamakan begitu saja. Rasulullah saja memperlakukan para sahabat secara berbeda. Terkadang beliau mampu bercanda hingga memeluk dari belakang, tegas, bahkan mendiamkan sahabat. Perlakuan berbeda ini semata-mata tergantung dari bagaimana hukum syara ditunaikan. Artinya, perlakuan berbeda merupakan dampak atas sebab perbuatan kita. Dengan kata lain, kita sendirilah yang menjadikan bagaimana orang lain memperlakukan kita.


Andaikata perbuatan kita selalu dipenuhi dengan pesona kebaikan, niscaya pesona kebaikan itu akan terpancar melalui perlakuan baik yang kita terima. Sebaliknya, andaikata perbuatan kita tak lepas dari celanya perbuatan, maka akan seimbang celaan menghantui perlakuan yang kita terima.

ekspresionline.com
Namun hari ini, saya mendapati sesuatu yang salah. Perlakuan berbeda diberlakukan bukan atas dasar kebaikan dan keburukan seseorang. Perlakuan berbeda diberlakukan karena seseorang memang berbeda dari sebagian besar yang sama. Terlebih jika mereka yang berbeda dikarenakan usaha atas ketaqwaannya. Kita melihat bahwa, artis-artis wanita yang menonjolkan lekuk tubuh auratnya diperlakukan sangat baik bahkan dipuja-puji, sedangkan perlakuan aneh ditujukan bagi wanita muslimah yang menutup auratnya secara sempurna. Tak jarang ia dicap ikuti aliran sesat atau bahkan teroris yang membahayakan.

Tapi apalah artinya perlakuan yang kita terima dari manusia? Apalah artinya segala cap yang manusia berikan? Sungguh Allah menjanjikan syurga untuk orang-orang yang senantiasa menuju ketaqwaan. Tak mengapa perlakuan berbeda diterima saat kita membuka pintu kebaikan dan meninggalkan keburukan di dalam sana. Manusia bisa saja salah dalam memperlakukan sesamanya, namun Allah, Sang pencipta manusia, tak akan pernah sekali-kali salah memperlakukan makhluknya.

No comments:

Post a Comment