Showing posts with label dialogue. Show all posts
Showing posts with label dialogue. Show all posts
0

[Dialogue] Apalah Arti Sebuah Nama

Posted by Unknown on 19:41 in , , , , ,
Beberapa waktu lalu saya berkesempatan bertemu dengan seorang pengemban dakwah yang luar biasa. Darinya, mampu kita serap ilmu sebanyak-banyaknya. Darinya, kita belajar arti keihklasan dalam mengemban dakwah. Darinya, kabut yang sekali-kali mengerjap mata telah hilang. Maka wajar jika ada yang ingin mengenal beliau lebih dari sekedar rupa dan penampilan fisik,

S : “Ustadz, kami ingin rasanya mengenal nama dan asal ustadz.“
U : “Saya sudah berumah tangga, dan anak-anak saya yang laki-laki sudah menikah semua.“

Dan kami pun yang berada dalam ruangan serempak tertawa dengan jawaban diplomatis Sang Ustadz.
Ini adalah saat dimana saya pertama kalinya membenarkan quote “Apalah arti sebuah nama” yang ditulis oleh autor Romeo and Juliet. Saya harus sepakat bahwa terkadang identitas bukanlah segalanya saat kita mampu mendengar tentang apa yang seseorang katakan sebenar-benarnya. Bukan tentang siapa yang menyampaikan.

Saya harus sepakat bahwa identitas yang paling penting adalah identitas kita dimata Allah yang Maha Mengetahui hingga tak perlu pencitraan. And finally, kita bisa jadi diri kita sendiri. Bukan identitas yang dicap oleh sembarang manusia juga bukan identitas hasil pencitraan yang sengaja dibangun.



0

[Dialogue] Label Halal

Posted by Unknown on 05:49 in , , , ,
Karena seorang muslim itu senantiasa memiliki sikap kehati-hatian yang tinggi atas apa yang ia kenakan, ia konsumsi, dan ia lakukan.

Dedek : Mbak snack ini enak loh…
Nisya : Ada label halalnya kan? Kalo ada mah ambil aja
Dedek : Ada kok.
Dedek : Pengen ramen yang itu, tapi ngga ada label halalnya.
Nisya : Ya jangan diambil.



0

[Dialogue] Mubahnya Poligami…

Posted by Unknown on 21:08 in , ,
Yang paling saya rindu dari Unpad adalah saat saya mengisi pementoringan mahasiswi baru. Celotehan-celotehan polos seringkali terlontar dari lingkaran kecil kami. Salah satunya saat membicarakan tentang hukum syara. Membicarakan perkara wajib, sunnah, haram tak ada masalah. Berbeda saat pembicaraan memasuki area mubah.

Nisya : Kalau contoh mubah apa dek?
Adek 1 : nonton tv teh.
Adek 2 : maen game.
Nisya : kalo poligami? Mubah bukan?
Adek 3 : Iya teh mubah, tapi ke kitanya jadi sunah bukan teh?
Adek 4 : Iya buat kamu mah sunnah. Buat gue sih jatohnya jadi haram.


0

[Dialogue] Pemburu Pekerjaan

Posted by Unknown on 06:49 in ,
Big : Aku tidak pernah tertawa selepas ini sebelumnya.
Han : Ya. Kita tidak pernah tertawa lepas sejak mulai berburu pekerjaan.
Big : Semuanya. Ayo tertawa mulai sekarang. Kau tahu pepatah mengatakan, “bahagia karena tertawa, bukan tertawa karena bahagia”.
Semua : Uwhh, merinding.
Jin : Betul. Pemburu pekerjaan juga harus menikmati hidup. Itu tergantung cara pandangmu. Ada yang mengatakan, “ah, hanya tinggal setengah minuman yang tersisa di kaleng ini“. Tapi aku akan mengatakan ini...
Semua : Please, jangan katakan. Jangan atau kami akan menghajarmu.
Jin : Ah, masih ada separuh penuh minuman yang tersisa...
Semua : Jangan teruskan!
Jin : Seperti masa muda kita yang masih bertahun-tahun lamanya.
Han : Tapi Jin benar. Dan kita pun jangan menyerah.
Semua : Aahh, sudahi kebijaksanaan ini. Kami benar-benar mual.
Seul : Aku hanya akan mengatakan satu hal. Apa hadiah yang paling berharga di dunia?
Jin : Mungkinkah, sekarang (present)? Oke stop.


0

[Dialogue] Before After

Posted by Unknown on 05:15 in ,
Before. Saat masih berjuang dengan skripsi. Sensitifitas: mode on.
Ketemu temen SMA yang kuliah di kampus yang sama.
Nisya : N! (manggil)
N : Woi Nisya! Udah lulus belum?
Nisya : Belum nih (sambil merutuk dalam hati kenapa ngga nanya duluan)
Nisya : Kalo Kamu?
N : Sama aja. Hehe.

Ketemu junior yang juga bersekolah di SMA yang sama. Inisiatif: high level.
            Nisya : Eh, adek apa kabar?
            D : Baik Teh. Teteh juga apa kabar?
Nisya : Alhamdulillah dek baik, walaupun belum lulus. (saya tahu arah pembicaraan jika dipanjangkan akan kemana. Oleh karenanya saya berinisiatif menjawab duluan)
            D : hehehe (ketawa)

After. Setelah selesai sidang. 
Sensitifitas: mode off
Inisiatif: low level.



0

[Dialogue] L.O.V.E

Posted by Unknown on 17:34 in ,
Hae Soo : “Will love really save them?”
Jae Yool : “Of course it will.”
Hae Soo : “Are you someone who thinks love conquers all to? That love will always give you only happiness, joy, flutters, and courage?”
Jae yool : “It will also give pain, blame, hurt, sadness, despair, and misery. It’ll also give the strength to overcome those. It has to be at least that to be love.”



0

[Dialogue] Owh Wanita! (Skeptis)

Posted by Unknown on 05:43 in ,
Akhirnya saya bisa menggunakan gambar ini :)

Y : Kamu nangis?
X : Ngga kok. Aku ngga nangis.
Y : Okay then (berbalik badan dan melanjutkan jalan)
X : Kamu ngga penasaran kenapa aku nangis? Kamu jahat.


Skeptis. Ini adalah momen dimana seseorang bahkan lebih complicated daripada matematika. Atau fisika? But that’s the woman. Sometimes.

0

[Dialogue] Arsitek

Posted by Unknown on 05:35 in , , , , ,
www.infobdg.com

Anisa: Arsitek tuh berasa Tuhan, berasa yang paling tau rancangan terbaik buat manusia. Yang paling tau dan yang terbaik ya, yang ngejalanin sendiri.

Cina: Jenius! Emang arsitek tuh berasa Tuhan, makanya ngga kepikiran kalo ada rancangan yang lebih baik.

Komentar:
Waktu nonton film cin(T)a pertama kali, pas masih polos terkait pluralisme, jadi ya… biasa aja efeknya. Tapi pas udah nonton kedua kali, dimana saya sudah tidak buta-buta amat, film ini sangat menggelitik.

Dari dialog di atas saja, saya tidak setuju dengan penyamaan arsitek dengan Tuhan. Very different lah dan sama sekali tidak bisa disamakan. Dan frasa “berasa yang paling tau” itu agak ganjil. Artinya Tuhan hanya “merasa” paling tau, bukan Tuhan yang memang Maha Tahu. See the different? Permainan kata banget.

Selanjutnya, saat tokoh Anisa mengatakan bahwa, “ Yang paling tau dan yang terbaik ya, yang ngejalanin sendiri.”, saya juga tidak setuju. Karena baik dan buruk menurut manusia itu relativ, sejalan dengan saat manusia mengartikan bahagia atau tidak bahagia, yang cenderung sebatas materi. Oleh karena itu aturan Allah hadir dan menyatukan perbedaan yang ada, menjadikan baik dan buruk, bahagia dan tidak bahagia menjadi jelas. Tidak kabur. Kepastian menurut syara inilah yang akhirnya menjadikan adanya keadaan saling menasehati. Karena Islam yang memanusiakan manusia.




0

[Dialogue] The Superman Return

Posted by Unknown on 17:10 in , ,
T : Nisya, Nisya, kamu nonton the superman return ngga?

Nisya : Ngga, aku ngga suka superman, aku lebih suka spiderman.

R&T : (Saling Berpandangan, ujung-ujung bibir mereka menahan senyuman atau tawa?)

R : Nisya...! Bukan superman yang itu... ini reality show korea.

Nisya : Mana aku tau yang kayak begituan. Hehe

T : Tapi Nisya jawabnya bener, cuma ngga nyambung aja sama bahan obrolan.

Komentar:

Karena penasaran, malamnya aku surfing di internet. Dan yah... (mengangkat bahu), setelah itu aku mengganti sampul facebookku dengan foto salah satu pemerannya. Anak kecil imut, namanya Sarang.


0

[Dialogue] Keberhasilan Belajar di Sastra Jerman

Posted by Unknown on 15:38 in , ,
Dosen : (melihat mahasiswinya yang semakin kurus) Ya ampun, kamu berhasil belajar di Sastra Jerman. Semakin kurus gara-gara skripsi.

Mahasiswi Y : (tersenyum)

Nisya : Berarti saya belum berhasil dong bu. (karena bobot tubuhku selama mengerjakan skripsi masih sama malah cenderung bertambah)

Dosen : Ngga gitu juga. Kalau kamu skripsi malah gini (tangannya menunjukkan aktivitas menyuap makanan ke dalam mulut: stressnya dilariin ke makan)

Nisya : (dalam hati) Benar sekali bu.



0

[Dialogue] Standardisasi

Posted by Unknown on 17:14 in
Standardisasi seseorang menilai sesuatu memang pada akhirnya tergantung dari pemahamannya. Pemahaman yang benar akan menghasilkan standardisasi yang benar sedang pemahaman yang salah juga akan menghasilkan standardisasi yang salah. Misalnya standardisasi dalam menganggap seorang pria „ganteng“...

A : (melihat iklan yang dibintangi Christian Sugiono) Waaah, aku suka banget sama Christian Sugiono, ganteng. Berkarisma banget di iklan ini.

Lalu tiba-tiba, dari dalam kamar seseorang menyahut,

B: Tapi dia khan kafir.

Ka.fir
[n] orang yang tidak percaya kpd Allah dan Rasul-Nya



0

[Dialogue] Hitam Putih Kutub Manusia

Posted by Unknown on 07:12 in , , ,
Jangkung: (tertawa) Kau ini bayi, Kalong! Cobalah belajar bernafas dulu! (kalong bernafas dan gerak) Satu langkah kebenaran berjalan, Kalong, sepuluh langkah kejahatan melampauinya. (Kalong bernafas dan gerak) Kebenaran pontang-panting. (Kalong meningkat) Kalong. Apa warna kebenaran?

Kalong: Putih, Guru.

Jangkung: Dan warna kejahatan?

Kalong: Hitam

Jangkung: O, jadi kehidupan ini hitam putih. Yang putih dipuja, yang hitam dikutuk?

Kalong: Tidak. Karena manusia berwarna putih sekaligus hitam.

Jangkung: Dimanakah rumah persemayaman bagi warna hijau, kuning, ungu, biru, atau kelabu?

Kalong: Juga di sel-sel darah setiap manusia. Nilai kehidupan berkutubkan putih dan hitam, tapi manusia menelan semua warna.

Jangkung: Sehingga wajah dan kepribadiaannya tidak menentu?

Kalong: Ya. Tidak menentu. Tapi juga kaya, karena itu. Manusia memilih satu atau dua warna untuk dipoleskan di wajahnya, dan itu bisa berganti setiap pagi dan sore.

Jangkung: Atas pertimbangan apa manusia mengganti warna? Kebaikan? Keindahan? Kebahagiaan? Ketentraman?

Kalong: Selera, dan keuntungan. Manusia tidak terutama berpikir baik atau buruk, melainkan enak atau tidak enak, menguntungkan atau tidak menguntungkan...

Komentar:
Begitu aku membaca secuil naskah lakon tradisi „Perahu Retak“ karya Emha Ainun Nadjib, jujur saja aku begitu terkesima dan benar-benar jatuh cinta pada karya beliau. Beliau memang seringkali menghembuskan nafas Islam dalam setiap karyanya. Masterpiecenya.

Dialog antara tokoh Jangkung si Guru Pengembara dan Kalong si Murid benar-benar mensifati manusia setuhnya. Aku bersetuju bahwa ada dua kutub dalam diri manusia. Kutub yang putih dan yang hitam. Kaum China menyebutnya keseimbangan. Yin dan Yang. Tapi tetap, manusia memiliki warna lain dalam dirinya, yang membuat manusia semakin berwarna.

Karenanya, manusia mampu memilih warna yang akan dikenakannya. Bisa biru, ungu, kelabu, hijau, dll. Karenanya pula warna yang dipilih manusia mampu berganti siang dan sore. Pagi dan malam. Berbicara mengenai pergantian waktu, aku jadi teringat sebuah hadits Rasulullah yang berbunyi:
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bersegeralah beramal sebelum datangnya rangkaian fitnah seperti sepenggalan malam yang gelap gulita, seorang laki-laki di waktu pagi mukmin dan di waktu sore telah kafir, dan di waktu sore beriman dan pagi menjadi kafir, ia menjual agamanya dengan kesenangan dunia.” (HR. Ahmad No. 8493)

Pun aku bersetuju ketika Emha Ainun Nadjib menyebutkan pilihan manusia kebanyakan hanya berdasarkan selera dan keuntungan. Karena memang begitu dan beginilah manusia. Cenderung absurd dalam menjalani hidup. Kepentingan ke“aku“an memang cenderung lebih diutamakan. Pada akhirnya manusia akan kalah terhadap nafsu. Dimakan oleh kerakusan dirinya sendiri.

Aku punya sebuah tips untuk menangkal kekalahan manusia. Kekalahan kita terhadap diri kita sendiri. Satu tips gampang-gampang sulit. Hanya satu tips untuk kaum muslim. Hiduplah sesuai apa yang Allah syari’atkan. Dan semua selesai. Kita menang. 

0

[Dialogue] Memilih Setia pada Islam

Posted by Unknown on 06:56 in , , , , , , ,
gambar google

Aku sangat suka membuka obrolan dengan para pedagang saat aku kebetulan membeli dagangannya. Apapun bisa menjadi bahan obrolan. Beberapa pedagang sudah seringkali terlibat percakapan denganku karena memang tingginya intensitas aku membeli di tempat tersebut. Beberapa pedagang makanan bahkan sudah tau seleraku tanpa harus kuberitahu sebelumnya.

Obrolan dengan para pedagang kuakui sangat menarik. Salah satunya saat seorang pedagang bertanya kepadaku..
Mang A           : “Pemilu pulang ngga?“
Nisya               : “Ngga Mang, saya golput.“ (sambil meringis ketawa menunggu jawabannya)
Mang A           : (tersenyum puas) ”Bagus. Bagus.”

Jangan bilang-bilang, sebetulnya aku tak pernah benar-benar menjadi golput. Karena yang aku ingin adalah memilih aturan Islam bukan aturan demokrasi. Jika memang ada calon-calon pemimpin bangsa yang akan menegakkan Islam secara kaffah, tanpa ragu, PASTI akan aku pilih. Hanya saja, keadaannya kini, jika aku memilih maka sama saja dengan memberikan cek kosong tanpa aku tahu berapa nominal yang akan diisi. Lagian fakta perubahan mendasar (revolusi) tak terjadi lewat jalur pemerintah bukan? revolusi orde baru ke reformasi cukup menjadi fakta bagiku.

2

[Dialogue] Lucunya Ayah dan Ibu

Posted by Unknown on 15:23 in
Lucunya Ibu : Apple
Ayah    : “Nisya pake apa bu ke Leuwi Panjang?”
Ibu       : (berpikir keras sambil mengingat sebelum menjawab…) “Apple.”

Apakah ada transportasi bernama Apple. Tentu tidak. Karena yang Ibuku maksud adalah Elf. Yang dalam bahasa Jerman berarti sebelas, namun penumpangnya lebih dari sebelas. Alat transportasi yang kugunakan saat damri sudah tidak beroperasi lagi selepas ba’da maghrib.


Lucunya Ayah : Bahasa Inggris dialek Jawa
Saat Ayah sedang mengemudi, telepon genggamnya berbunyi. Aku yang berada di belakangnya kemudian didaulat untuk melihat siapa yang menelponnya. Untuk kemudian menghubungi kembali.
Nisya   : “Ada dua panggilan tak terjawab Yah. Yang barusan dari Pakde Wagimin (tetanggaku)“
Ayah    : “Telpon lagi Mbak.“

Aku berbicara sebentar kemudian setelah menutup teleponnya. Ayah bertanya.
Ayah    : “Siapa lagi panggilan tak terjawab satunya?“
Nisya   : “My Wife.“
Ayah    : “Mayy Waifffpt?!“ (dengan dialek jawa serta kata tanya khas Indonesia begitu terdengar lucu untuk kami ―aku, ibu, dan Pipit―)

2

[Dialogue] Dari Sananya

Posted by Unknown on 07:49 in , ,
Malam selasa minggu lalu, seperti biasanya kamar kostku kedatangan seorang teman yang ingin menginap. Selalu. Karena esok paginya ia akan melaksanakan agenda rutinan mingguannya. Dan seperti biasanya kita akan mengobrol hingga larut malam. Rekor kami adalah malam lalu, karena obrolan ngalor ngidul kami bertahan hingga 00.30 WIB. Banyak memang yang kami bicarakan, salah satunya adalah pembicaraan mahasiswi yang kuliah dalam bidang kebahasaan tingkat akhir. Skripsi. Jika aku mengambil linguistik sebagai penjurusan, temanku ini mengambil literatur. Makanya obrolan kami sangat seru.

N          : “Skripsi kamu udah sampe mana?“

Nisya   : “Aku ngulang lagi euy. Katanya skripsi aku lebih ke fikom.“

N          : “Yaah, sayang banget..“

Nisya   : “Iya. Dan dititik ini aku agak sensitif sama orang yang ngasih semangat ke aku. Ari skripsi kamu judulnya apa?“

N          : “Kalau ngga tentang analisis tokoh atau ngga tentang patriarkial.“

Nisya   : “Udah ada datanya.“

N          : “Udah dong. Kalau yang analisis tokoh, aku ambil buku “Dracula“ yang minggu lalu aku bawa. Kamu ngerasa bahwa tokoh dracula selalu diidentikkan dengan antagonis khan? Tapi coba deh pikir, mungkin aja dia bukan tokoh antagonis. Keadaan yang membuat dia menjadi tokoh antagonis. Kalo keadaan-keadaan yang membuat dia jadi tokoh antagonis dicerabut, mungkin dia ngga akan jadi tokoh antagonis.“

Nisya   : “Maksud kamu gini bukan? Tokoh drakula selalu diindentikkan jahat karena dia menghisap darah manusia. Tapi kalo kita mengubah persepsi kita, bahwa sosok drakula memang tidak ada kuasa apapun selain menghisap darah manusia, maka pandangan kita akan berubah?“

N          : “Yup betul sekali.“

Nisya   : “Make sense. Seru nih buat dijadiin skripsi. Kalo tentang patriarkial.“

N          : “Itu juga aku udah baca buku. Penulisnya perempuan yang satu sisi ingin mengubah budaya patriarki, tapi malah akhirnya dia malah harus menurut juga akhirnya dengan budaya ini.“

Nisya   : “Kalo menurut aku budaya patriarki dalam sudut pandang perempuan sebagai makhluk terdzalimi udah biasa. Coba deh kamu pake sudut pandang laki-laki terhadap budaya ini. Misalnya kemaren pas aku ke pesta buku bandung, lagi ada bedah buku “Atirah”. “Atirah“ ini buku biografi yang menceritakan ibunya JK. Bagaimana JK memandang ibunya yang mengalami dampak budaya patriarki, dalam hal ini poligami.“

N          : ”Bukunya bahasa inggris?”

Nisya   : ”Haha, sayangnya bukan.”

N          : ”Tapi kalo dalam sudut pandang laki-laki jatohnya, dia akan memandang budaya patriarki dan di satu titik, ia yang akan menjadi pelaku patriarki.

Dan obrolan kami pun berubah menjadi topik yang lebih ringan lagi.

0

[Dialogue] Modal Rayuan

Posted by Unknown on 05:50 in , , , ,
SONG OF THE DAY
Hijjaz - Kau Sahabat Kau Teman [ download ]

Beberapa hari yang lalu, aku terbangun setelah bermimpi. Mimpi yang kukenal karena merupakan fragmen asli kehidupanku saat SMA. Mimpi ini membuatku mengingat kembali sebuah dialogue antara aku dan beberapa orang teman seusai kelas berakhir. Saat aku sedang mempermasalahkan buku pelajaran TIK yang paling bagus.
Nisya   : “Bukunya bagus ini. Terbitan baru dan lebih berwarna.“
T          : “Bagus juga ini. Lebih tipis dan lebih murah.“
Nisya   : “Tipis khan bukan berarti bagus. Kalau harga mahal sudah pasti berimbang dengan kualitas.“

Kemudian, perdebatan kami terhenti karena ada seorang teman dari kelas sebelah yang ikut nimbrung. Posisi dudukku refleks bergeser. Teman tersebut sebentar mendengarkan apa yang kami perdebatkan sebelum ikut dalam obrolan.
Y          : “Lebih murah juga punya saya.“
Nisya   : ”Bukunya T yang paling murah kok.”
Y          : “Buku saya murah karena saya minjem.”
T          : ”Yee.. itu sih bukan murah lagi namanya, tapi ngga modal.”
Y          : ”Modal kok.”
Nisya   : ”Modal apa emang?”
Y          : ”Modal rayuan.”


Seketika itu, semua orang yang memang mendengarkan percakapan kami sedari tadi tidak mampu berkata-kata. Speechless dan akhirnya mengundang tawa. Tapi jawaban teman ini aku pikir sangat cerdas. Ia memanfaatkan dirinya sebagai makhluk sosial yang memang harus saling membantu. Mungkin ini juga yang melatari mengapa dialogue ini sampai terbawa mimpi. Untuk mengingatkanku terus akan kenyataan kita tak mampu hidup sendiri tanpa pertolongan dan menolong orang lain.

1

[Dialogue] Psikopatkah dirimu?

Posted by Unknown on 16:18 in , ,
Rabu lalu aku menghadiri sebuah seminar. Agaknya seminar ini sedikit membuatku bosan hingga aku asyik mengobrol dengan teman disebelahku #JanganDicontoh

E          : “Nisya, aku punya empat buah pertanyaan yang dapat mengungkapkan apakah kamu termasuk kategori psikopat atau ngga.“

Nisya   : “Tapi aku ngga pernah punya niat untuk membunuh. Lagian emang kebukti gitu?“

E          : “Pertanyaan ini itu pertanyaan yang bocor dari seorang psikolog. Psikolog suka memberikan pertanyaan ini jikalau ada penjahat yang menurut mereka psikopat. Dari beberapa pertanyaan yang bocor cuma empat.“

Nisya   : “Apa aja E pertanyaanya?“

E          : “Pertanyaan pertama; kamu adalah seorang pembunuh yang ingin membunuh seseorang. Tiba-tiba seseorang tersebut melarikan diri ke dalam sebuah lemari dan mengunci dirinya. Kamu dalam posisi tahu Sya, persembunyiannya. Apa yang akan kamu lakukan?“

Nisya   : “Ngeri ya pertanyaannya E. Ehmm, aku bakal nyari benda buat ngebuka paksa lemari itu dan langsung aku bunuh. #BerharapCemas

E          : ”Kamu lulus. Kamu bukan psikopat. Kalo kamu seorang psikopat maka kamu bakal nunggu sebentar sampai orang yang kamu bunuh merasa aman dan membuka pintu dengan sendirinya. Dan saat itu kamu langsung membunuhnya.

Nisya   : ”Ngeri…. Lanjut E.”

E          : ”Pertanyaan kedua; kamu tinggal di apartemen tingkat paling atas. Pada saat kamu sedang memandang ke bawah ada seorang pembunuh yang sedang melakukan aksi pembunuhan. Tiba-tiba mata kalian ―kamu dan pembunuh― bertemu. Kira-kira apa yang dilakukan si pembunuh saat melihat kamu?

Nisya   : ”Si Pembunuh sedang melotot ke aku E.”

E          : “Salah Sya. Eh, maksudnya kamu bukan psikopat ding. Kalau kamu psikopat kamu akan jawab si Pembunuh itu akan tetap melotot ke kamu dan akan menghitung lantai satu-persatu hingga pembunuh itu tau kamu dilantai berapa. Sambil tersenyum padamu.”

Nisya   : ”Lanjut E. Bulu kuduk aku udah berdiri. Brrr.”

E          : ”Pertanyaan ketiga; ada anak kecil yang diberikan hadiah bola dan sepeda oleh ayahnya. Tapi tidak seperti anak-anak kebanyakan, anak kecil tersebut malah menolak hadiah dari Sang Ayah. Menurut Nisya kenapa anak itu menolak hadiahnya?”

Nisya   : ”Karena ngga suka. Salah khan E?” #BerharapCemas

E          : ”Iya Sya salah. Karena seorang psikopat akan berpikir bahwa anak itu ngga punya kaki.“

Nisya   : “Aku jadi penasaran. Apa jawaban setiap psikopat selalu sama?”

E          : ”Iya Sya. Karena temen aku yang juga diajuin pertanyaan si anak dan si bapak ini, ngejawab karena kakinya buntung.”

Nisya   : “Oke. Pertanyaan terakhir E.“

E          : ”Pertanyaan terakhir tempatnya di pemakaman; ada anak kembar bernama Martha dan Bertha yang menghadiri pemakaman Ibunya yang meninggal. Kemudian mereka bertemu dengan seorang laki-laki tampan dan langsung suka. Esoknya Bertha ditemukan meninggal terbunuh yang ketika ditelusuri Marthalah pembunuhnya. Kira-kira kenapa Martha membunuh Bertha?

Nisya   : ”Mungkin karena cowok tampan tadi lebih suka Bertha. Makanya Martha jadi kalut.”

E          : ”Salah. Coba deh pikir, Martha ketemu cowoknya dimana? Di pemakaman khan Sya? Berarti untuk ketemu si cowok lagi, harus ada pemakaman selanjutnya.”

Nisya   : ”Cukup E. Aku ngerasa serem banget denger jawaban pertanyaan ketiga sama keempat. Untung aja aku ngga ada jiwa psikopatnya. Haha. Tapi aku juga ngga mau ngebunuh orang kali E.”


0

[Dialogue] Emosi

Posted by Unknown on 06:51 in , , ,
Jika emosi kuasai jiwa, yang ada hanya ucap kasar tak berdasar.

A          : “You are the most selfish human being on the planet!“

B             : ”Well that’s just silly. Have you met everyone on the         

                    planet?”

0

[Catatan Harian] Motivasi Belajar Bahasa Arab : Karena Allah

SONG OF THE DAY
Haris Isa - Taqwa [ download ]

Gambar Google

Akhirnya kemarin aku berkesempatan untuk belajar bahasa arab lagi setelah sempat sebelum-sebelumnya tidak pernah tamat. Pertama kali, aku pernah belajar dengan kakak tingkat yang memang belajar sastra dan budaya arab di bangku kuliah dari beliau juga alhamdulillah aku belajar tahsin. Sempat juga belajar dengan dua metode berbeda yang diterapkan oleh lembaga kursus bahasa arab Elfusha. Metode pertama adalah mempelajari bahasa arab murni dan metode kedua belajar bahasa arab yang terdapat dalam Al-Qur’an dengan gol, kami mampu, paling tidak untuk membaca arab gundul.

Kenapa harus arab gundul? Karena kitab mutabanat yang para darisah hizbut-tahrir pelajari menggunakan bahasa arab gundul yang harus kita syakal dan terjemahkan. Makanya sampai kemarin sebelum belajar lagi bahasa arab motivasi dan latar belakang terbesar dalam hidupku untuk belajar bahasa arab adalah minimal bisa mutol dan membaca arab gundul dengan benar tanda bacanya.

1

[Dialogue] Salah Fokus, Gagal Sinkron

Posted by Unknown on 17:52 in , , , ,
SONG OF THE DAY
Snada - Hanya Padamu [ download ]

Dialogue 1
M         : Teh, minum obat (aku mengangguk), obat apa?
Nisya    : Obat AMNESIA
K          : Kamu gila Nis?

Dialogue 2
Teh E   : Kamu udah ngga OCD khan Sya? Tuh si adek R ikut OCD
              sekarang.
Nisya   : Ngga lagi Teh, soalnya masih ada kontrofersi dari beberapa
             dokter.
Teh E   : Tuhh khan dek (sambil nunjuk si adek) Emang kamu turun
               berapa kemaren?
Nisya   : Emang lumayan Teh, turun 4 kg sekitar 2 minggu aku 
              ngejalanin.
Teh E   : Sekarang?
Nisya   : Ngga lagi. Iya dek mending beralih aja ke shaum DUDA.

Komentar:
Entah apa yang terjadi padaku hari itu, dua kali terlibat percakapan, dua kali itu juga aku salah fokus. Seakan apa yang dimau otak tidak tersampaikan melalui mulut. Dan inilah yang terjadi padaku, obat ANEMIA gagal fokus menjadi AMNESIA. Dan shaum DAUD gagal fokus menjadi shaum DUDA.

Cerita punya cerita, hal ini ternyata terjadi akibat adanya gangguan pada sebelah kiri bagian depan otak, yang merupakan ‘hardware’ otak. Bagian ini terletak di sekitar pelipis dan ubun-ubun. Bagian tersebut mengendalikan proses bicara dan bahasa, serta menghubungkan bagian-bagian otak lainnya. Nah ketika kita berada dalam kondisi salah fokus seperti dialogue di atas, maka yang terjadi adalah hubungan yang terganggu antara sel abu-abu yang ada di otak bagian ini.

Metadata.

Copyright © 2009 Catatan Kecil Untuk Dunia All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.