0
[Catatan Harian] Rindu yang Membeku
Kebekuan ini kuberi nama rindu. Tegak, kokoh, bagaikan karang yang berada
dalam lautan badai.
Aneh, rindu ini tak juga mencair. Lautan membadai saja tak bisa meretakkan kebekuan ini.
Lalu bagaimana harus kucairkan? sementara semakin mengeras saja kerinduan ini.
Aneh, rindu ini tak juga mencair. Lautan membadai saja tak bisa meretakkan kebekuan ini.
Lalu bagaimana harus kucairkan? sementara semakin mengeras saja kerinduan ini.
Semarak ramadhan terasa indah. Hanya satu yang terasa kurang. Keluarga. Ya,
awal Ramadhan pertama yang kulalui tanpa keluarga disampingku. Tidak ada Ibu,
Ayah dan adik. Sebuah pilihan berat kuambil, menetap di perantauan. mengambil
sejenak semester alih tahun demi sekedar memendekkan usia perkuliahan. Dan ini
memang sebuah pilihan yang sangat berat.

