Showing posts with label kehidupan mahasiswa. Show all posts
Showing posts with label kehidupan mahasiswa. Show all posts
0

[Woman's Talk] Semesta Memandang Wanita

Wanita rupamu kini.
Yang lebih sering dijadikan “objek” ketimbang dianggap makhluk mulia.
Yang lebih sering menjadi korban atas kejamnya dunia.
Harga dirimu kini, berada di ujung tanduk.

Ketika kita akan membicarakan tentang wanita, tentu tak akan pernah akan terlepas dari bagaimana semesta memandang wanita. Ada yang memandang baik, tapi tak sedikit ia dicap buruk. Ada yang memuliakan, tapi kebanyakan hanya merendahkan. Semakin dibaca, kelak kau temukan kesedihan akan nasib sepanjang sejarah. Dan inilah bagaimana semesta memandang wanita.

0

[Dialogue] Keberhasilan Belajar di Sastra Jerman

Posted by Unknown on 15:38 in , ,
Dosen : (melihat mahasiswinya yang semakin kurus) Ya ampun, kamu berhasil belajar di Sastra Jerman. Semakin kurus gara-gara skripsi.

Mahasiswi Y : (tersenyum)

Nisya : Berarti saya belum berhasil dong bu. (karena bobot tubuhku selama mengerjakan skripsi masih sama malah cenderung bertambah)

Dosen : Ngga gitu juga. Kalau kamu skripsi malah gini (tangannya menunjukkan aktivitas menyuap makanan ke dalam mulut: stressnya dilariin ke makan)

Nisya : (dalam hati) Benar sekali bu.



0

[Catatan Harian] Buku Teori

Posted by Unknown on 07:12 in , ,
SONG OF THE DAY
Shaffix - Sesal Saja Tiada Guna [ download ]

gambar google

Aku benar-benat tidak habis pikir. Mengapa mengerjakan skripsi amatlah sulit. Beberapa masalah berasal dari internal diriku dan banyak masalah lainnya berasal dari eksternal. Salah satunya adalah buku teori.

Ada apa dengan buku teori? Well, prodi sastra jerman UNPAD mengharuskan mahasiswanya untuk mengambil buku teori bahasa Jerman. Tak masalah teori milik siapa yang penting teorinya menggunakan bahasa Jerman. Mungkin ini dimaksudkan untuk kami belajar membaca dalam bahasa Jerman, sekaligus belajar menerjemahkan kutipan dari bahasa Jerman karena skripsi kami berbahasa Indonesia.

Dan permasalahan timbul ketika teori asli yang kupakai berasal dari Perancis. Teori Roland Barthes. Aku sudah mencari kemana-mana, dari mulai Goethe Bandung, Goethe Jakarta, Perpusnas, Perpus Universitas Indonesia, dan Perpus FIB UI. Dan pencarianku nihil saudara-saudara.

Jangan tanya pencarian di internet. Berbagai situs e-book gratis telah kujelajahi. Dan tetap mendapatkan hasil nihil. Yang menyebalkan adalah teori ini sebenarnya sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Dan aku sudah memilikinya. Tapi aturan tetap aturan.

Pada akhirnya, aku memutuskan untuk membelinya via internet. Membeli langsung dari Jerman. Pengalaman pertama dan tentu menghabiskan uang. Bagaimana tidak? Aku membeli buku 96 halaman dari situs booklooker.de dengan harga 8,50 Euro. Buku bekas. Dan sudah banyak coretan di bawah tulisan serta catatan-catatan. And you know what? Harga buku yang cukup fantastis sebanding dengan ongkos kirimnya. 6 euro.

Belum cukup sampai disitu, ketika mau bertransaksi ternyata ada ketentuan untuk memakai paypal. Ini satu-satunya pilihan karena aku tidak bisa membayar langsung. Padahal paypal dalam Islam, walaupun dibolehkan, hanya saja ada aspek-aspek disekelilingnya yang berdampak pada keharaman. Untung saja ada jasa order online. Aku terselamatkan. Lewat jasa order online, aku hanya tinggal mentransfer sejumlah uang sudah termasuk pembayaran jasa dengan rupiah.

Buku teori ini belum ada ditangan. Mungkin baru dua minggu lagi sampai di Indonesia. Sedikit menghambat pengerjaan bab dua memang. Tapi aku bisa mulai untuk mengerjakan bab tiga telebih dahulu. Dan semoga, Agustus nanti aku sudah bisa wisuda. Mohon do’anya.

2

[Dialogue] Dari Sananya

Posted by Unknown on 07:49 in , ,
Malam selasa minggu lalu, seperti biasanya kamar kostku kedatangan seorang teman yang ingin menginap. Selalu. Karena esok paginya ia akan melaksanakan agenda rutinan mingguannya. Dan seperti biasanya kita akan mengobrol hingga larut malam. Rekor kami adalah malam lalu, karena obrolan ngalor ngidul kami bertahan hingga 00.30 WIB. Banyak memang yang kami bicarakan, salah satunya adalah pembicaraan mahasiswi yang kuliah dalam bidang kebahasaan tingkat akhir. Skripsi. Jika aku mengambil linguistik sebagai penjurusan, temanku ini mengambil literatur. Makanya obrolan kami sangat seru.

N          : “Skripsi kamu udah sampe mana?“

Nisya   : “Aku ngulang lagi euy. Katanya skripsi aku lebih ke fikom.“

N          : “Yaah, sayang banget..“

Nisya   : “Iya. Dan dititik ini aku agak sensitif sama orang yang ngasih semangat ke aku. Ari skripsi kamu judulnya apa?“

N          : “Kalau ngga tentang analisis tokoh atau ngga tentang patriarkial.“

Nisya   : “Udah ada datanya.“

N          : “Udah dong. Kalau yang analisis tokoh, aku ambil buku “Dracula“ yang minggu lalu aku bawa. Kamu ngerasa bahwa tokoh dracula selalu diidentikkan dengan antagonis khan? Tapi coba deh pikir, mungkin aja dia bukan tokoh antagonis. Keadaan yang membuat dia menjadi tokoh antagonis. Kalo keadaan-keadaan yang membuat dia jadi tokoh antagonis dicerabut, mungkin dia ngga akan jadi tokoh antagonis.“

Nisya   : “Maksud kamu gini bukan? Tokoh drakula selalu diindentikkan jahat karena dia menghisap darah manusia. Tapi kalo kita mengubah persepsi kita, bahwa sosok drakula memang tidak ada kuasa apapun selain menghisap darah manusia, maka pandangan kita akan berubah?“

N          : “Yup betul sekali.“

Nisya   : “Make sense. Seru nih buat dijadiin skripsi. Kalo tentang patriarkial.“

N          : “Itu juga aku udah baca buku. Penulisnya perempuan yang satu sisi ingin mengubah budaya patriarki, tapi malah akhirnya dia malah harus menurut juga akhirnya dengan budaya ini.“

Nisya   : “Kalo menurut aku budaya patriarki dalam sudut pandang perempuan sebagai makhluk terdzalimi udah biasa. Coba deh kamu pake sudut pandang laki-laki terhadap budaya ini. Misalnya kemaren pas aku ke pesta buku bandung, lagi ada bedah buku “Atirah”. “Atirah“ ini buku biografi yang menceritakan ibunya JK. Bagaimana JK memandang ibunya yang mengalami dampak budaya patriarki, dalam hal ini poligami.“

N          : ”Bukunya bahasa inggris?”

Nisya   : ”Haha, sayangnya bukan.”

N          : ”Tapi kalo dalam sudut pandang laki-laki jatohnya, dia akan memandang budaya patriarki dan di satu titik, ia yang akan menjadi pelaku patriarki.

Dan obrolan kami pun berubah menjadi topik yang lebih ringan lagi.

0

[Catatan Harian] How I Met Hizbut Tahrir? part 1

SONG OF THE DAY
Brother - Teman Sejati [ download ]


Darimana aku harus memulainya? Aku sempat berhenti sejenak untuk mengetukkan jariku di keyboard laptop. Lalu aku ingat, di awal blog ini, aku pernah menuliskan sebuah quote yang sebenarnya merupakan niatan buruk demi menjauh dari kebenaran,
Masih jelas dalam ingatan, saat kelulusan SMA,
berkata aku pada diri ini,
“Aku ingin menjadi wanita biasa bukan anggota rohis.
Apalagi seorang aktifis.
Pake celana bukan rok, dan menikmati masa remaja,
Misalnya mencoba untuk “pacaran” saja.”

Setelah kupikir-pikir, saat itu –kelulusan SMA– aku memang dalam kondisi labil. Masih melakukan pencarian jati diri. Ingin mencoba sesuatu yang baru. Event is false? Yes. Dan saat itu, hati ini sedang terikat dengan seseorang. Aku yang mengetahui hukum terkait hukum wanita dan pria, mau tidak mau memberontak. Tak mengindahkan hukum Allah. Dan penyesalan ini masih membekas hingga kini. Sakit rasanya.

0

[Dialogue] Kuliah sampai Jam Berapa?

Posted by Unknown on 17:39 in , ,

SONG OF THE DAY
Fatih - Ikan, Laron, dan Semut [ download ]
Ini percakapan pertamaku di pagi buta. Dengan seorang tukang fotokopi yang berlokasi disekitaran gerbang UNPAD.

- Mahasiswa kuliah sampe jam berapa neng?
+ Setahu saya anak psikologi sampe ba’da Isya.
   (Aku mulai berspekulasi ini pasti pengen nyesuaiin dengan jam tutup fotokopi)
- Owh, tapi saya suka sering denger jam satu masih rame neng.
+ Loh, berarti A’anya nginep di sini dong.
- Saya pulang kok neng. Subuh. Trus kesini lagi.
+ Sama aja atuh A’... (fotokopi ini khan buka jam 6. Kapan tidurnya ya si Mamang?)
- Iya neng, saya kira masih ada kuliah jam 1. Tapi asa ngga mungkin, yang rapat-rapat aja maksimal  
   jam 9 pulangnya. Baru sepi-sepi jam 3 neng.
+ Banyaknya perempuan atau laki-laki A’a suaranya.
- Kebanyakan suara perempuan. Saya sih sekarang udah biasa neng. Biarin lah, mungkin mereka
  pagi-paginya tidur, baru malemnya beraktivitas.
+ (sekali lagi aku dibuat terdiam di tengah percakapan)

Ada misteri apa UNPAD di dini hari? Mungkin kalian dan mereka semua lebih tahu. Ini sudah menjadi rahasia umum ditengah rahasia-rahasia umum lainnya...

3

[Dialogue] Stempel Diri

Gambar Google

SONG OF THE DAY
Saujana - Patah Hati [ download ]
Pembicaraan di angkot gratis UNPAD sepanjang jalan FTG hingga gerbang, bertemu dengan salah seorang junior di fakultas...

0

[Dialogue] Jangan Dibuka!!



Solusi parsial itu,
udah ngga ngehasilin apapun,
malah nambah masalah baru..


0

[Catatan Harian] Welcome Back

Posted by Unknown on 15:56 in , ,
I'm Back.... :)

Do'aku, semoga tulisanku semakin bermanfaat. Tidak lagi -kata temanku- curahan hati melulu. Tapi sepertinya aku akan mengawali dengan uneg-uneg isi otak. Hhee..

Aku sangat ingin membagi pengalaman saat KKN. A - Z Kuliah Kerja Nyata. Hingga aku membenarkan stereotip "KKN : Indah untuk dikenang, Haram untuk diulang."

Aku juga ingin mengucapakan. Selamat semester baru. Semoga semuanya berjalan baik. Kan kupanjatkan do'a agar kita senantiasa menjadi orang yang beruntung dan Allah memberkahi apapun yang telah, mau, atau sedang di kerjakan... Aamiin, Aamiin, Aamiin...

Dan judul kehidupanku untuk semester ini adalah, "Aku Kapok dapat Nilai C!!!" Haha, sangat mahasiswa. Right? Sebuah perbaikan tentu harus dilakukan. Dan konsekuensinya adalah semua karena Allah SWT. Nilai C yang kudapat tidak terlepas dari aktifitas yang mungkin menyalahi aturan-Nya, atau aktivitas saling menasehati yang kurang padaku, dan yang paling besar terasa adalah sedikit mengesampingkan masalah umat demi menyelesaikan masalah pribadi yang akan selalu ada. Hingga Allah SWT tak mengulurkan pertolongannya. Jelas, karena aku tak pantas untuk menerima pertolongan-Nya.

Sedikitnya mungkin ada yang tak mengerti, dari judul "Aku Kapok dapat Nilai C!!!" kok berefek pada keimanan? Bisa dong, disambungin aja, khan ada listrik. Kiding... :) Tentu saja bisa, karena kehidupan ini adalah putaran dari sebuah roda sebab-akibat. Pernah mendengar kata karma. Tentu saja Islam tak mengenal pemahaman tersebut. Tapi, benar, kita mengetahui bahwa akan ada balasan atas apa yang kita kerjakan. Dosa atau pahala. Dan inilah yang dinamakan hukum sebab-akibat. Hukum kausalitas.

Terakhir, selamat membaca kembali :)

0

[Catatan Harian] Nasehat dari Ayah



Kurasakan, aku tak pernah benar-benar dewasa,
Ada saat dimana kelakuan childishku muncul,
Walau katanya aku sudah mampu memutuskan jalanku sendiri,
Tapi tetap, aku membutuhkan sebuah nasehat, sebuah dukungan,
Yang akan menguatkanku lebih...
Dan saat aku terjatuh, ulurkanlah sekali lagi tanganmu...
Ayah, Ibu...


0

[Catatan Harian] Kinder- und Jugendliteratur




0

[Catatan Harian] Rindu yang Membeku

Posted by Unknown on 14:09 in , , ,

Kebekuan ini kuberi nama rindu. Tegak, kokoh, bagaikan karang yang berada dalam lautan badai.
Aneh, rindu ini tak juga mencair. Lautan membadai saja tak bisa meretakkan kebekuan ini.
Lalu bagaimana harus kucairkan? sementara semakin mengeras saja kerinduan ini.


Semarak ramadhan terasa indah. Hanya satu yang terasa kurang. Keluarga. Ya, awal Ramadhan pertama yang kulalui tanpa keluarga disampingku. Tidak ada Ibu, Ayah dan adik. Sebuah pilihan berat kuambil, menetap di perantauan. mengambil sejenak semester alih tahun demi sekedar memendekkan usia perkuliahan. Dan ini memang sebuah pilihan yang sangat berat.

0

[Catatan Harian] Sekat dan Batas

Posted by Unknown on 09:40 in , , ,

Sekat bukan berarti terkekang...
Batas bukan berarti tegas berhenti...
Sekat mengajari kita untuk tak terlampau batas...
Batas mengajari kita untuk tetap berpijak di Bumi-Nya...
Lewat sekat dan batas, kita belajar untuk bersabar...


Pasti ada beberapa hal yang menarik setiap akhir dari mata kuliah Dasar-dasar Filsafat (DDF) yang kuambil saat semester pendek lalu. Menarik, tapi selalu membuat pusing kepalaku kambuh. Bagaimana tidak, karena filsafat mengharuskan aku untuk berpikir mendetail.

0

[Catatan Harian] Ujian Tengah Semester Punya Cerita



“Dan kebahagiaan datang, ketika kelelahan telah usai.
Cobaan yang pasti datang, kini pergi meninggalkan jejak-jejak kisah baru dalam kehidupan.
Ujian Tengah Semester punya cerita....”


Copyright © 2009 Catatan Kecil Untuk Dunia All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.