Showing posts with label catatan harian. Show all posts
Showing posts with label catatan harian. Show all posts
0

[Catatn Harian] Perkara Sholat

Bahkan dalam membuat jalan pun terdapat aturannya

Kali ini saya akan membagikan sedikit cerita perjalanan mudik tahun lalu. Well, ceritanya sedikit tidak mengenakkan bagi saya. Dan mungkin, beberapa teman pernah mengalami hal yang serupa seperti apa yang saya alami.

Saya lupa tepatnya kejadian ini terjadi, apakah pada saat perjalanan mudik atau pulangnya. Tapi masih membekas di memori layaknya melihat langsung hingga saya akan berpikir ribuan kali untuk sholat di sana. Ya. Ini adalah tentang sebuah bangunan tempat ibadah umat muslim. Masjid.

Keluarga saya bilang ini adalah masalah sepele dan agaknya saya menyikapi secara berlebihan. Tapi ngga buat saya. Ini masalah sholat yang merupakan tiang agama. Amalan pertama yang akan dihisab di akhirat kelak. Yang mencegah lagi menghindarkan dari perbuatan keji. Saya dan kaum muslim lainnya pasti menginginkan kesempurnaan dalam prosesnya. Salah satunya adalah pada saat akan berwudhu.

0

[Catatn Harian] Andai Samsung Galaxy Note Edge dalam Genggaman

Jika kita berbicara tentang teknologi, saya yakin tidak ada pembicaraan yang sanggup terhenti, karena layaknya cinta, pembicaraan mengenai teknologi tak akan pernah bosan terlantunkan dari setiap insan manusia. Termasuk di dalamnya pembicaraan yang melibatkan kata-kata pengandaian. Pun karena topik pembicaraan selalu berkembang setiap harinya. Jika hari ini sebuah produsen teknologi meluncurkan produk unggulannya, maka jangan salahkan esok jika produsen lain juga meluncurkan produk yang lebih canggih.

Dan teknologi yang kini tengah digandrungi berbagai kaula adalah ponsel pintar. Jika dulu manusia membutuhkan berbagai macam produk teknologi hanya demi satu macam fungsi, maka kini, hanya dalam satu genggaman, kita mampu melakukan apapun tanpa perlu menjadikan beban kehidupan menjadi lebih berat lagi. Yah, walaupun jika dipikirkan kembali, teknologi yang canggih maksimal ini berbanding lurus dengan harga yang ditawarkan. Semakin canggih teknologinya, semakin dalam pula kita harus merogoh kocek.

Oleh karena itu, ketika saya melihat Samsung Indonesia mengadakan blog competition, saya rasanya mendapatkan angin segar. Jika pembicaraan saya sebelumnya berputar dalam pembicaraan yang melibatkan kata-kata pengandaian tanpa realisasi, maka dengan mengikuti kompetisi ini, saya memiliki sebuah harapan. Ya, karena tulisan terbaik akan mendapatkan sebuah smartphone anyar dari Samsung. Samsung Galaxy Note Edge. Ponsel pintar dengan desain cekungan lucu nan imut di salah satu sudut layar.

Dan seandainya Samsung Galaxy Note Edge dalam genggaman, dalam arti lain #MyNoteEdge, maka saya akan melakukan semakin banyak kegiatan positif yang efisien:

1.      Menulis dan membuat postingan blog setiap saat
Bagi seorang blogger seperti saya, Samsung Galaxy Note Edge akan menambah produktivitas menulis. Bagaimana tidak? Jika biasanya saya harus membuka laptop 14 inch, menunggu loading, mencolok modem demi terkoneksi ke internet, dan kegiatan per-laptop-an lain yang cukup menyita waktu, sehingga seringkali membuat saya tidak bisa menulis dan membuat postingan, maka dengan Samsung Galaxy Note Edge saya bisa membuat postingan dimana saja dan kapan saja.

Dan dengan fitur S Pen Stylus tentu akan semakin memudahkan saya untuk menulis ide yang muncul tiba-tiba karena seringkali saya melewatkan ide-ide yang muncul begitu saja. Tidak hanya itu fitur S Pen Stylus juga memudahkan saya untuk membuat coretan-coretan yang merupakan kerangka dari tulisan yang akan diposting.


2.      Mencapture setiap Momen yang Berkesan
“Momen berkesan yang sama tak akan pernah datang dua kali, maka kenanglah melalui gambar yang berbicara.“ -Fenorevanisya

Jujur saja, saya termasuk orang yang jarang mengabadikan kenangan melalui foto. Alasannya karena saya tidak memiliki kamera bagus yang mumpuni untuk memotret. Sehingga kamera yang saya miliki menghasilkan bidikan yang not good, ditambah dengan saya yang amatir dalam dunia ini.

Maka jika saya memiliki Samsung Galaxy Note Edge yang memiliki fitur kamera belakang 16 MP yang sudah disertai dengan autofocus, tentu ditangan saya yang amatir pun, hasil bidikan menjadi bagus walaupun tanpa efek. Setali tiga uang, saya pun bisa sedikit-sedikit belajar fotografi.


3.      Mendesain, Menyeketsa, dan Melukis
Selain menulis, desain, sketsa, dan melukis adalah salah satu hobi saat aktivitas luang. Jika biasanya saya mendesain dengan menggunakan corel draw di laptop, maka dengan memiliki Samsung Galaxy Note Edge saya akan mencoba mendesain melalui genggaman. Terlebih jika desain yang saya buat perlu diedit sedang saya tak membawa laptop, maka Samsung Galaxy Note Edge tentu akan menjadi jalan keluar atas masalah saya.

Bicara mengenai sketsa dan lukisan, tentu dengan adanya Samsung Galaxy Note Edge dalam genggaman akan memudahkan saya dalam mengasah kemampuan sebelum benar-benar saya tuangkan ke dalam kanvas yang terwarnai.


4.      Belajar menjahit melalui youtube
Tahun ini adalah tahunnya saya mencoba segala hal dimana salah satunya adalah belajar menjahit. Sayangnya, dengan intensitas waktu saya yang sedikit memiliki waktu luang, tentu belajar di tempat kursus bukan merupakan pilihan yang bijaksana. Oleh karenannya tentu saya harus mencari jalan keluar lain dan merupakan win-win solution. Saya bisa menjahit tanpa ada managemen waktu yang terlewatkan.

Dan jika saya memiliki Samsung Galaxy Note Edge, permasalahan ini mampu terpecahkan dengan mudah dan murah. Dengan ukuran 5,6 inch yang nyaman dalam genggaman dan tidak terlalu kecil, menonton tutorial menjahit di youtube akan sangat membantu saya belajar menjahit.


5.      Menyimpan Data-Data dengan Kapasitas besar
Terakhir, sadar ngga sih, jika 4 poin yang saya sebutkan di atas meerlukan kapasitas besar sebagai tempat penyimpanan. Aplikasi corel draw tentu membutuhkan kapasitas ram yang cukup besar jika tidak ingin crush. Belum lagi jika saya yang seringkali melakukan aktivitas download video dan film malas untuk mentransfer hasil downloadan saya ke PC. Oleh karenanya, saya tentu membutuhkan ponsel pintar yang memiliki ram besar dan kapasitas penyimpanan yang besar.

Maka jika menilik memori Samsung Galaxy Note Edge yang memiliki ram 3Gb dan pilihan internal storage 32/64 Gb dan micro SD yang mencapai 64 Gb, maka tentu saya sangat membutuhkan ponsel pintar ini.

Tuh kan, #MyNoteEdge akan membuat beban saya berkurang. Saya tidak perlu membawa laptop jika ingin membuat postingan atau mendesain. Saya tidak lagi membutuhkan kamera bagus dan mumpuni dan membawanya setiap saat hanya untuk menangkap momen berharga yang tidak diprediksi kapan akan datang. Saya tidak harus bergonta-ganti kertas untuk membuat sketsa yang bagus menurut saya. Juga tak perlu berganti-ganti kanvas dan menghabiskan puluhan pasta cat minyak untuk menghasilkan sebuah karya. Dan yang paling penting, akan banyak hal yang bisa saya pelajari hanya dengan menggenggam Samsung Galaxy Note Edge.

at least, semoga 5 poin pengandaian yang saya buat di atas cukup untuk membuat saya benar-benar menggenggan Samsung Galaxy Note Edge di tangan saya. Bahwa pengandaian saya ini tak seperti punuk yang merindukan bulan.

  

0

[Catatan Harian] I am Back

Posted by Unknown on 07:50 in , , , ,
So here I am, membuka blog yang tak terjamah berminggu-minggu. Tak ada kejutan berarti selain sawang yang berada di mana-mana. Serta meninggalkan kekecewaan pada diri sendiri karena niat untuk menulis satu postingan setiap harinya masih belum bisa terlaksana. Bahkan saat ini, tangan saya pun tak lincah seperti biasa dalam merangkai kata-kata.

Jujur saja, untuk menjadikan menulis sebagai sebuah habits, saya harus berusaha keras dalam waktu yang lama. Banyak membaca dan belajar untuk memilih diksi yang tepat. Maka setelah cukup lama tidak digunakan, saya harus memulai kembali dari titik awal. Hufft. I did big mistake.

Saya berkaca pada perkataan saya tadi pagi, yang ternyata menohok saya sendiri, dalam sebuah forum pengokoh nafsiyah. Kata saya, “Bersegera melaksanakan syariah dalam keadaan lapang memang hal yang mudah, tapi ketika kita berhasil untuk bersegera melaksanakan syariah dalam keadaan yang sempit sekalipun, itulah keimanan yang sempurna”. Ya. Sama halnya dengan kegiatan menulis ini, dulu sekali, dalam waktu dan keadaan yang lapang, saya mampu menulis dengan mudah. Tapi sekarang, saat waktu menjadi kendala, dan menjadikan saya tak mampu membuat postingan, mengindikasikan saya belum menjadi penulis yang baik.

Maka akhirnya, saya sedang mengupayakan cara agar saya dapat tetap menulis dan membuat postingan, tanpa melalaikan tanggung jawab saya yang lain. Tetap menjadi produktif dengan mengoptimalkan energi yang saya miliki, bukan sisa energi saya pada hari itu. Mengurangi waktu saya tidur. Serta waktu-waktu yang saya habiskan untuk hal-hal mubah.

Saya pasti bisa. Ya, seperti seorang yang menginspirasi saya. Beliau merupakan ibu rumah tangga dengan aktivitas dakwah. Setiap harinya ia bangun pukul 3 dan kembali tidur pada pukul 12 malam. Dan semuanya mampu beliau urus dengan sempurna dan maksimal. Entah itu, perannya sebagai hamba Allah, ibu dan pengatur rumah tangga, istri, pengemban dakwah, dan untuk dirinya sendiri. SubhanAllah.

Saya akan mencoba dan akan saya pastikan saya bisa melakukannya.



1

[Catatan Harian] Tak Disangka

Posted by Unknown on 05:21 in , , ,
sumber: saemuna.wordpress.com

Anak tahun 90-an pasti familiar dengan judul postingan ini. Ya. Judul postingan ini sengaja saya ambil dari salah satu rubrik majalah “BOBO”. Rubrik yang isinya mengandung kejadian-kejadian tak terduga dari si Empunya cerita. Oleh karenanya, kesengajaan saya dalam memilih judul memang tak jauh-jauh dari kejadian tak terduga yang saya alami beberapa waktu lalu. Dan beginilah ceritanya,

Jum’at malam lalu, saat saya menyengaja membuka akun facebook, saya mendapati satu buah pesan yang dikirim sekitar empat jam lalu. Pesan tersebut berasal dari orang baru. Pesannya menyinggung salah satu tulisan dari blog saya yang saya posting ditahun 2013. Ia menyinggung kutipan quote yang saya pakai di postingan tersebut. Dan beginilah bunyi quote tersebut,
Aurat tak akan tertutup dengan sifat lemah lembut,
Tak akan tertutup dengan berperangai baik,
tidak akan tertutup dengan kata-kata yang baik,
tidak akan tertutup dengan sholat,
tapi akan tertutup dengan pakaian yang sempurna.”
-Asih Kurniasih Lumaela-

4

[Catatan Harian] Operasi Pengambilan Amandel

Posted by Unknown on 22:43 in , ,
Kira-kira sebulan yang lalu, saya menjalani operasi pertama. Operasi untuk mengangkat amandel. Operasi ini merupakan anjuran dari dokter THT setelah saya berkonsultasi pada September 2014. Pada saat itu, saya meminta dokter menunda tanggal operasi saya karena status saya sebagai mahasiswa tingkat akhir. Ya, Oktober saya dijadwalkan sidang akhir dan November adalah jadwal wisuda.

Bahkan jauh sebelum itu, Ayah masih ragu untuk mengoperasi amandel, karena yah, tidak sedikit dokter yang menyarankan untuk mempertahankan amandel demi fungsinya sebagai kekebalan tubuh.

Berbeda dengan pandangan Ayah, salah seorang teman malah menyarankan sebaliknya. Dokter tempatnya berkonsultasi meyakinkan bahwa mempertahankan amandel yang radang malah berbahaya, sedang antibodi tidak hanya ada pada amandel.

Terpengaruh dengan saran dari temanlah pada akhirnya saya mendesak Ayah. Ditambah, bulan-bulan sebelum operasi, kondisi kesehatan saya agak terganggu akibat radang amandel. Makan makanan yang mengandung msg sedikit langsung sakit. Makan minuman yang dingin sedikit langsung sakit. Bahkan mantra ajaib saya tampaknya berkurang kemanjurannya.

Maka ketika kali kedua saya berkonsultasi, saya sudah memantapkan diri untuk mengikhlaskan amandel ini. Kamis saya konsultasi, esoknya saya operasi. Dan jujur saja, ini adalah pengalaman saya menjadi pasien rumah sakit dan pengalaman-pengalaman lainnya saat berada di rumah sakit.

0

[Catatan Harian] Tanya Kenapa

Posted by Unknown on 00:18 in , ,


Tulisan ini tidak bisa digeneralisir dan juga bukan hasil penelitian ―setidaknya penelitian yang konkret―. Tulisan ini murni berasal dari pemikiran dan kehidupan saya. Ya, karena ini adalah catatan harian. Catatan kehidupan saya. And here we go...

Apa yang akan kita bicarakan hari ini adalah tentang kata tanya. Sebegitu pentingnya kah hingga saya membuat postingan ini? Jawabannya bisa iya tapi bisa juga tidak. Ini adalah tentang kata tanya yang terkadang membuat saya tidak nyaman, atau mungkin juga membuat salah satu dari kalian tidak nyaman.

Dari semua kata tanya ―5w+1H― saya benar-benar kurang nyaman dengan kata tanya “kenapa“. Apakah benak kalian sedang mempertanyakan “kenapa“ sekarang? Saya benar kan? Oleh kerenanya postingan ini saya buat dan ini merupakan daftar panjang alasannya:

0

[Catatan Harian] Come Back Home

Posted by Unknown on 03:33 in , , ,
I’m back for blogging! Saya benar-benar kangen menulis setelah lebih dari sebulan berlalu. Literally, saya tidak berhenti menulis. Ada skripsi sebagai karya atas pembelajaran selama empat tahun. Tapi hari ini saya sudah menyelesaikan karya satu ini loh #ClapYourHand. Dan hari ini saya lulus. Iya lulus, setelah beberapa bulan terakhir ini hidup saya benar-benar penuh drama. Untungnya episodenya tidak banyak layaknya sinetron-sinetron Indonesia. Dan akhirnya ada embel-embel S.Hum di belakang nama panjang saya.

0

[Catatan Harian] (Tak Ada) Kasta dalam Islam

Posted by Unknown on 17:32 in , , , ,
tuh kan waktu saya searching google dengan ikhwan dan akhwat  yang muncul pasti gambar beginian
(from: 4antum.wordpress.com)
Judul postingan saya sangat jelas to, bahwa tidak ada kasta dalam Islam? Karena sangat jelas, oleh karenanya saya membuat postingan ini. Saya hanya mengingatkan bahwa tidak ada kasta dalam Islam. Literally. Dan jika pun Islam mengenal perbedaan, perbedaan itu lahir dari keimanan pada diri muslim itu sendiri. Walaupun begitu, tampaknya perbedaan ini yang secara tidak sengaja membuat judgment pada manusia. membuat batasan-batasan sangat jelas. Membuat kasta.

Saya mendapati satu fakta sebutan ikhwan dan akhwat. Dalam kamus bahasa arab manapun ikhwan bermakna saudara laki-laki, sedangkan akhwat bermakna saudara perempuan. Ini adalah makna denotatif. Jelas sekali.

Tidak perlu penggalian khusus untuk menyadari bahwa ada konotasi dalam sebutan ikhwan dan akhwat. Konotasi di sini berdasarkan pengertian ke arah semiotika, yaitu makna yang terkontruksi berbeda-beda dengan sendirinya berdasarkan perasaan seseorang. Konotasi yang terbentuk biasanya karena pengaruh budaya dan timbul pada masyarakat tertentu.

0

[Catatan Harian] Jurnal Via Perpusnas

Posted by Unknown on 17:00 in , , ,

Perpustakaan Nasional RI telah melanggan beberapa database jurnal internasional terkemuka untuk berbagai bidang ilmu, seperti SAGE, Taylor and Francis, Proquest, Gale – Cengage Learning, @My Library, Ulrichs – Periodicals Directory, EBSCO Host, IGI Global, Westlaw, ISEAS, dan ALA Publishing.
Untuk mengakses jurnal tersebut kita hanya perlu menjadi anggotanya dengan melakukan pendaftaran. Pendaftaran dapat dilakukan secara mudah dengan pendaftaran online. Caranya? Mudah sekali

4

[Catatan Harian] Erste Award „The Liebster Award“

Posted by Unknown on 06:20 in ,
Dua malam lalu, saat saya akan terlelap tidur. Tiba-tiba Lucifer, nama handphone saya, berbunyi. Sebuah pesan singkat masuk. Isinya menyuruh saya untuk mencek twitter, media social yang hanya saya gunakan untuk melihat berita atau melirik isi otak para politisi, negarawan, atau alim ulama. Maka jika nama saya di mention, saya terlampau jarang menanggapi. Saya tidak peduli jika ada yang bilang saya norak atau kampungan karena tidak bergaul di twitter.

Maka bijak bagi Teh Frida, si pengirim SMS, untuk memberitahu saya sebelumnya via SMS. Jika tidak, saya benar-benar tidak akan melihatnya Teh :) dan voila! Ternyata Teh Frida dengan baik hati mengestafetkan sebuah penghargaan kepada saya. How sweet Teh! So romantic! Hehe :) dan saya dengan senang hati, of course, menerima penghargaan “The Liebster Award”.

“The Liebster Award” adalah penghargaan yang diberikan oleh seorang blogger ke blogger lain. Dari blog satu ke blog lainnya. Artinya “The Liebster Award” akan terus merantai keseluruh penjuru dunia. Tanpa ada putus-sambung. Menyapa satu blog ke blog lain dan membuat para blogger dekat satu dengan lainnya.

Begitu denger nama penghargaannya, ini Denglisch (percampuran antara bahasa Jerman dan Inggris) banget deh. Liebster berasal dari adjective lieb yang berarti cinta. Pernah makan dong bonbon Alpenliebe, yup liebe di sini juga berarti cinta. Cinta pegunungan Alpen. FYI, biasanya tambahan st menyatakan perbandingan superlativ dan akhiran –er dalam bahasa Jerman bermakna orang. Jadi kurang lebih award ini bermakna orang yang paling tercinta. Itulah kenapa logo award ini ada gambar hatinya dan berwarna pink.


Saya menerima award ini tidak gratis. Ada beberapa point yang harus saya lakukan agar mantap, diantaranya:
1.      Membuat postingan bertemakan “the liebster award” di blog kamu
2.      Mengucapkan kata terimakasih kepada blogger yang udah ngasih kamu award ini
3.      Menjawab 11 pertanyaan yang diajukan oleh blogger yang ngasih kamu award ini
4.      Menceritakan 11 fakta tentang diri kamu
5.      Memilih 5-11 blog untuk kamu estafetkan award ini dan memberikan 11 pertanyaan.

Ich Danke dir Teh Frida :)
Jazakillah Teh Frida untuk awardnya. Gara-gara award ini saya akhirnya membuat postingan blog di tengah-tengah pengerjaan skripsi. How refreshing! Menulis (selain skripsi) memang menyenangkan. Hehe. Dan maaf, padahal saya janji kemaren nulisnya. But its okay, right? Selama saya membuatnya? Saya pengen kopdar lagi sama teteh untuk sharing tentang segala hal. Apapun bisa jadi obrolan deh kalo sama Teteh :)


0

[Catatan Harian] Lapak Baru

Posted by Unknown on 06:35 in
Jadi ceritanya, aku mempunyai kegiatan baru. Blogwalking. Atau harus kusebut Tumblrwalking? Tapi gara-gara aktivitas ini, aku jadi tertarik untuk membuat sebuah tumblr. Dan kini terciptalah fenorevanisya.tumblr.com yang sebagian waktu menulisku kucurahkan di lapak baru. Sila mampir :)

0

[Catatan Harian] Tips untuk Menghindari Ikhtilat

Posted by Unknown on 06:55 in , ,
Tips ini merupakan hasil dari pengalamanku untuk menghindari ikhtilat. Yang harus disadari bahwa memegang aturan Islam secara kaffah hari ini memang seperti menggenggam bara yang panas. Tak jarang malah aturan Islam berseberangan dengan budaya Indonesia. Terkadang dikutuk karena sombong dan kurang sopan. Tapi lebih dari itu, aku lebih suka jika ada sesuatu dalam diriku yang tak mengenakkan, bicara dan konfirmasi mengapa aku bersikap seperti itu serta tidak menjudgje seenaknya. This is it:

Pertama, dalam kendaraan umum, aku akan menghindari kendaraan umum yang penuh, yang memungkinkan aku untuk berdesak-desakan dengan laki-laki. Aku menghindari pergi sendirian, dan memilih seorang teman untuk menemaniku. Paling tidak aku akan aman dari duduk bersama laki-laki. Jika aku terpaksa pergi sendirian, terutama saat harus pulang ke Serang, walaupun kursi masih banyak tersisa kosongnya, aku lebih memilih untuk duduk disebelah perempuan atau mengambil single seat yang ada di sebelah supir. Untuk menghindari perbincangan, biasanya aku akan langsung tidur sesaat setelah kendaraan umum tersebut melaju. Jika masuk waktu yang dimakruhkan untuk tidur, maka aku akan mengambil ear phone dan buku untuk kubaca.

Kedua, dalam undangan acara-acara, aku akan memastikan apakah acaranya diadakan terpisah antara laki-laki dan perempuannya. Jika tidak, maka aku akan menolak secara halus dan jujur. Biasanya alasan yang kulontarkan adalah, „ada acara lain yang lebih urgent“ atau „aduh, saya ngga bisa kalo acaranya cewek dan cowok. Bisa adain terpisah ngga?“. Jika yang mengundang adalah sama-sama pengemban dakwah, aku akan jujur mengatakan hukum ikhtilat yang berlaku dalam Islam.

Empat tahun lalu, jika aku diberitahu tentang aturan Islam yang tidak populer, aku pasti akan mengumpat dan menyebut „fanatik amat sih!“. Tapi sekarang, aku akan lebih legowo dalam menjalani aturan-aturan Allah. Aku mendengar dalilnya dan aku taat. Sesederhana itu.



1

[Catatan Harian] Kamera Broadcast

Posted by Unknown on 06:59 in , ,
SONG OF THE DAY
EdCoustic - Masa Muda [ download ]

sumber: ikegami.de

Sugoi! Aku tidak pernah menyangka akan mendapat pengalaman ini. Bayangkan, setelah dua tahun lamanya, akhirnya tercapai juga. Ya tepat hari Minggu kemarin.

Aku memang termasuk seseorang yang suka dengan hal baru. Terlebih jika berbau desain dan multimedia. Eta mah passion abdi pisan! Hehe. Walaupun masih amatiran dan belajarnya pun secara autodidak. Makanya seneng banget kalo ada yang ngajarin terkait dua hal ini. Apalagi kalo gratis. Ngga bakal nolak dehhh. Cuma sayangnya aku belum nemu yang mau ngajarin. Hehe.

Kebetulan, Minggu lalu Female Hati ITB featuring BKLDK ngadain acara khusus perempuan bertajuk “Paradigma Cemerlang Perempuan Inspiratif dalam Pembangunan Generasi Era Milenium”. Panjang juga ya, judulnya. Tapi kalo dipikir-pikir lagi acara ini memang tidak pure perempuan, karena laki-laki juga bisa mengakses acara ini dengan streaming.

Karena acara ini featuring BKLDK, otomatis lembaga-lembaga dakwah yang tergabung di dalamnya turut menjadi panitia acara ini. Termasuk ke dalamnya Keputrian LDK DKM UNPAD. Dan aku termasuk salah satu panitia tekhnis pada saat acara berlangsung.

Aku di daulat untuk menjadi bagian dari panitia streaming. Apa pula panitia streaming? Aku benar-benar buta dengan hal ini tapi lebih dari itu, aku merasa sangat penasaran dan tertantang. Include aku, ada 3 lagi panitia akhwat. Atau bisa juga dibilang, total jumlah kami ada 5, karena penambahan 2 ikhwan sebagai panitia bayangan yang membantu urusan perkabelan.

Sebab beberapa alasan, akhirnya streaming kami lakukan dengan menggunakan talenan secara bergantian. Kok bisa? Jangan harap kalian benar-benar berpikir tentang peralatan dapur bernama talenan. Talenan = Tablet. Bentuknya yang mirip membuat aku dan beberapa teman menjuluki demikian. Hehe.

Sedangkan kamera broadcast hanya digunakan sebagai pendokumentasian acara. Sayang banget. Iya. Sayang banget. Ngeliatnya aja aku udah ngiler. Mau pegang. Tapi apa dikata tangan ini tak sampai. Aku tidak tahu cara menggunakannya.

Pada akhirnya, aku benar-benar senang menjadi panitia streaming. Walaupun aku anak unpad sendiri sedang tiga lainnya murni ITB yang baru saja aku kenal saat hari H, tapi suasananya benar-benar nyaman dan menyenangkan seakan-akan kita sudah lama berkenalan. Jazakillah khoiron Katsiron untuk kerjasama kerennya! #Bungkuk

Lebih seneng lagi, saat salah seorang panitia memperbolehkan aku untuk belajar kamera broadcast. Mata aku langsung saja berbinar-binar memancarkan senyuman. Akhirnya, setelah menanti dua tahun. Akhirnya. Akhirnya aku belajar juga kamera broadcast. Jujur saja, aku memilki banyak list to do dalam kehidupanku. Dan hari itu (catat) 20 April 2014, aku kembali mencoret list to do-ku dan membuat bintang. #Senang



0

[Catatan Harian] Jalan Kaki

Posted by Unknown on 03:46 in , , ,
SONG OF THE DAY
Justice Voice - Senyum dong Fren [ download ]

Gambar Google

Pagi hari tadi aku berkesempatan untuk rapat di Bandung bersama beberapa orang dari Jatinangor. Waktu rapat dimulai pukul 09.00 WIB. Otomatis kami yang dari Jatinangor diharuskan untuk keluar pagi-pagi dari sarang. Aku berangkat bersama seorang adik yang memang satu kostan denganku. Perlu angkot sekali untuk sampai ke Pangkalan Damri sedang jarum jam tanganku menunjukkan pukul 06.40 WIB. Waktu ramai-ramainya anak-anak berangkat sekolah.

Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 WIB saat aku menaiki Bus Damri jurusan Jatinangor-Dipati Ukur. Aku dan si adik bertemu lagi dengan dua orang teman. Berempat. Kami sama-sama menaiki Damri yang paling tidak butuh waktu maksimal dua jam untuk sampai di Dipati Ukur. Hanya saja kali ini berbeda, banjir Rancaekek membuat jalanan lumpuh total. Damri kami otomatis terjebak macet. Tak bergerak sama sekali. Padahal perjalanan kami baru sampai IPDN. Sang supir akhirnya menyerah dan menyuruh penumpangnya untuk turun. Berjalan mencari alternatif lain ke Dipati Ukur.

Kami berempat pun berjalan. Terus berjalan. Bebas. Ditengah-tengah kendaraan, seperti mampu menghentikan waktu. Tak seperti biasanya yang hanya memargin di trotoar. Sampai akhirnya Allah mendengar do’a kami. Sedikit demi sedikit kemacetan terurai. Sedikit demi sedikit pula harapan kami kembali bercahaya.

Tepat di belokan Cileunyi kami berhenti dan kembali menunggu setelah kami berjalan sekitar dua kilometer jauhnya. Awalnya kami berniat untuk naik angkot dengan konsukuensi dua kali turun-naik dan ongkos yang lebih mahal. Tapi ternyata, Bus Damri pun tak lama kemudian lewat. Bus Damri yang sama yang tadi kita tumpangi. Yang supirnya menyuruh kami untuk turun.

Jadi untuk apa kita berjalan sejauh itu jika pada akhirnya kita tetap pada pilihan yang sama? Aaahh… mungkin Allah sedang inginkan kami untuk berolahraga sebentar.

Pada akhirnya rapat yang diagendakan jam 09.00 WIB harus mengalami penundaan. Bukan karena para aktivisnya yang tak bisa tepati janji. Kami sudah berusaha untuk tepat waktu. Hanya saja, Allah sedang berkata lain. Kata-kata yang indah sekali. :)



0

[Catatan Harian] Tak Pernah Sempurna

Posted by Unknown on 17:48 in , , ,
SONG OF THE DAY
Gita Gutawa - Sempurna [ download ]


Kita sebagai manusia pasti paham bahwa kita tak mampu mencapai kesempurnaan. Tapi, tak mencapai kesempurnaan bukan berarti tak mencoba untuk melakukan yang terbaik bukan? Jika kita mampu melakukan yang terbaik, artinya kita mampu melakukannya mendekati sempurna.

Tapi ada satu yang tak pernah kita mampu mendekati kesempurnaan. Bukan berarti kita tak mampu. Hanya saja, ada faktor “x” yang menghalangi kita mencapai hampir sempurna. Aku pun baru menyadarinya…

0

[Catatan Harian] Buku Teori

Posted by Unknown on 07:12 in , ,
SONG OF THE DAY
Shaffix - Sesal Saja Tiada Guna [ download ]

gambar google

Aku benar-benat tidak habis pikir. Mengapa mengerjakan skripsi amatlah sulit. Beberapa masalah berasal dari internal diriku dan banyak masalah lainnya berasal dari eksternal. Salah satunya adalah buku teori.

Ada apa dengan buku teori? Well, prodi sastra jerman UNPAD mengharuskan mahasiswanya untuk mengambil buku teori bahasa Jerman. Tak masalah teori milik siapa yang penting teorinya menggunakan bahasa Jerman. Mungkin ini dimaksudkan untuk kami belajar membaca dalam bahasa Jerman, sekaligus belajar menerjemahkan kutipan dari bahasa Jerman karena skripsi kami berbahasa Indonesia.

Dan permasalahan timbul ketika teori asli yang kupakai berasal dari Perancis. Teori Roland Barthes. Aku sudah mencari kemana-mana, dari mulai Goethe Bandung, Goethe Jakarta, Perpusnas, Perpus Universitas Indonesia, dan Perpus FIB UI. Dan pencarianku nihil saudara-saudara.

Jangan tanya pencarian di internet. Berbagai situs e-book gratis telah kujelajahi. Dan tetap mendapatkan hasil nihil. Yang menyebalkan adalah teori ini sebenarnya sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Dan aku sudah memilikinya. Tapi aturan tetap aturan.

Pada akhirnya, aku memutuskan untuk membelinya via internet. Membeli langsung dari Jerman. Pengalaman pertama dan tentu menghabiskan uang. Bagaimana tidak? Aku membeli buku 96 halaman dari situs booklooker.de dengan harga 8,50 Euro. Buku bekas. Dan sudah banyak coretan di bawah tulisan serta catatan-catatan. And you know what? Harga buku yang cukup fantastis sebanding dengan ongkos kirimnya. 6 euro.

Belum cukup sampai disitu, ketika mau bertransaksi ternyata ada ketentuan untuk memakai paypal. Ini satu-satunya pilihan karena aku tidak bisa membayar langsung. Padahal paypal dalam Islam, walaupun dibolehkan, hanya saja ada aspek-aspek disekelilingnya yang berdampak pada keharaman. Untung saja ada jasa order online. Aku terselamatkan. Lewat jasa order online, aku hanya tinggal mentransfer sejumlah uang sudah termasuk pembayaran jasa dengan rupiah.

Buku teori ini belum ada ditangan. Mungkin baru dua minggu lagi sampai di Indonesia. Sedikit menghambat pengerjaan bab dua memang. Tapi aku bisa mulai untuk mengerjakan bab tiga telebih dahulu. Dan semoga, Agustus nanti aku sudah bisa wisuda. Mohon do’anya.

0

[Catatan Harian] Hari Air Sedunia

Posted by Unknown on 02:50 in , ,
SONG OF THE DAY
Michael Jackson - Heal The World [ download ]

Gambar Google

Apa yang terjadi di hari air sedunia pada 22 maret kemarin? Well, air kostanku mati 24 jam penuh. Tak bisa melakukan aktivitas yang berhubungan dengan kamar mandi. Mandi. Cuci. Kakus. Dan ketika air kami kembali. Kami seperti mendapatkan sesuatu yang hilang lama.

Please, aku benar-benar menghimbau kepada teman-teman untuk tidak menghambur-hamburkan air. Bagi kami 24 jam tanpa air sudah cukup membuat kami sengsara.

So, selamat hari air sedunia! :)

0

[Catatan Harian] Tiba-Tiba

Posted by Unknown on 07:21 in ,
SONG OF THE DAY
Hadad Alwi feat Farhan - Ibu [ download ]

tempat ibuku dirawat
sumber : di sini

Akhirnya aku kembali membuat postingan baru. Seminggu ini aku benar-benar tidak sempat mengunjungi blogku sendiri. Benar-benar mengabaikan blogku. Afwan. Beberapa hal tiba-tiba terjadi dalam kehidupanku yang memang sudah padat aktivitas. Dimulai dari kabar dari Serang Jum’at lalu. Ayah memberi kabar bahwa ibu harus dirawat karena sakitnya semakin menjadi semenjak senin. Aku yang kala itu berada di perpustakaan Goethe di jalan Riau tak mampu membendung tangis. Sore itu cukup ramai dan aku menjadi pusat perhatian karena suara sesenggukan yang berasal dari tangis terpendam. Padahal saat itu aku sedang asyik mengerjakan skripsi.

Terbayang dalam benak, kemarin lalu aku pernah berkeluh kesah dengan ibu agar jangan terus-menerus mempertanyakan skripsi. Nadaku agak meninggi saat ibu menelpon. Aku terbayang itu dan belum sempat meminta maaf atas kekurangajaranku. Aku benar-benar takut.

0

[Catatan Harian] Kuasa

Posted by Unknown on 05:50 in ,
SONG OF THE DAY
Maher Zain - Paradise [ download ]

gambar google

Fenomena kebahasaan sebenarnya selalu berserakan dalam kehidupan kita. Hanya saja, tergantung pada diri kita bagaimana mata kita jeli melihat fenomena kebahasaan tersebut. Karena setiap fenomena mampu menjadi hal yang menarik jika kita melihat dari sudut pandang berbeda walaupun hal tersebut sangat sederhan. Jauh dari kompleksitas. Dan tentunya bisa menjadi bahan judul skripsi.

Rabu lalu adalah pertama kalinya dalam semester ini kami berdiskusi kembali dengan dosen inspiratif. Mata kuliah ini bernama Diskursanalyse. Sedikitnya yang kupahami terkait mata kuliah ini adalah bagaimana kita tidak memandang teks sebagai sebuah teks semata. Tetapi juga harus melihat konteks yang melatarbelakanginya.

0

[Catatan Harian] How I Met Hizbut Tahrir? Part 2

Posted by Unknown on 15:18 in , , , , ,

Aku pulang kekostan dengan kekecewaan yang masih terasa. Berdo’a demi yang terbaik untukku. Kemudian seorang teteh dari kostanku mengajakku untuk mentoring. Jujur saja saat itu aku dilema. Aku tahu background apa yang berada dibaliknya. Tapi entah keyakinan dari mana aku akhirnya menerima tawaran beliau. Mungkin salah satunya perkataan dari seorang guru. “Kehidupan kampus nanti akan senantiasa banyak gerakan-gerakan Islam. Jangan memandang salah satunya benar dan yang lainnya salah dan menyimpang. Perbedaan adalah sunatullah. Tempatkan hatimu untuk menentukan pilihan yang benar.”


Copyright © 2009 Catatan Kecil Untuk Dunia All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.