0
[Catatan Harian] How I Met Hizbut Tahrir? Part 2
Aku pulang kekostan dengan
kekecewaan yang masih terasa. Berdo’a demi yang terbaik untukku. Kemudian seorang
teteh dari kostanku mengajakku untuk mentoring. Jujur saja saat itu aku dilema.
Aku tahu background apa yang berada
dibaliknya. Tapi entah keyakinan dari mana aku akhirnya menerima tawaran
beliau. Mungkin salah satunya perkataan dari seorang guru. “Kehidupan kampus nanti akan senantiasa banyak gerakan-gerakan Islam. Jangan memandang salah
satunya benar dan yang lainnya salah dan menyimpang. Perbedaan adalah
sunatullah. Tempatkan hatimu untuk menentukan pilihan yang benar.”



