0
[Percikan] Kelemahan dan Keterbatasan atas Manusia
“Da aku mah apa atuh, cuma kebul damri
sisa hasil pembakaran...“
Berbicara
tentang manusia, alam semesta, dan kehidupan, semestinya cukup membuat kita menyadari
kelemahan dan keterbatasan diri ini jika disandingkan dengan penginderaan yang
sebenar-benarnya serta akal yang digunakan dengan pemikiran yang mendalam.
Sungguh,
siapa pun yang mengarahkan pandangannya ke langit akan melihat betapa besar dan
luasnya alam semesta ini. Langit bergantung yang ditinggikan tanpa tiang tak
sanggup manusia menciptanya, bahkan hanya sekedar menjangkau pun tak berdaya.
Sungguh,
siapapun yang mengarahkan pandangannya pada bintang-bintang di langit malam akan
melihat betapa indahnya langit malam. Bintang yang bertebaran, berkelap-kelip
tak jua sanggup manusia menghitung jumlahnya. Maka sungguh, secuil realitas kebesaran
langit dan bintang sekaligus menunjukkan kebesaran, kekuasaan, dan keagungan
Penciptanya.









