Showing posts with label percikan. Show all posts
Showing posts with label percikan. Show all posts
0

[Percikan] Prasangka (Buruk) Manusia

Day 1 of 99


Manusia senantiasa diliputi prasangka yang jika tidak berupa prasangka baik, maka berupa prasangka buruk. Sayangnya, prasangka baik sulit didapati kekinian. Saya malah mendapati kebanyakan prasangka manusia adalah prasangka buruk. Prasangka ini seringkali dibiarkan berkembang terburu-buru tanpa diimbangi dengan analisis mendalam terhadap fakta. Manusia seringkali larut dengan hal-hal yang ada di permukaan. Prasangka membuat yang samar menjadi semakin samar hingga tak terlihat. Tidak berlebihan jika saya berpendapat bahwa prasangka adalah pangkal manusia menjadi tidak bijaksana. Bukankah Allah telah ingatkan kita mengenai prasangka dalam firman-Nya?

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu mempergunjingkan sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha penerima taubat lagi Maha penyayang.” (TQS. Al-Hujurat : 12)

0

[Percikan] Renungan Ramadhan

Posted by Unknown on 01:50 in , , , ,
sarungbiru.wordpress.com
Alhamdulillah, Ramadhan kembali menyapa kaum muslim seluruh dunia. Keberkahannya belum-belum telah terasa dalam sanubari. Belum lagi tak terlewatkan berbagai rupa perubahan-perubahan yang senantiasa menghiasi Ramadhan. Banyak manusia seakan tersihir dengan pesona Ramadhan. Seakan berlomba-lomba mendapatkan kebaikannya.

Ya. Mata saya tak bisa menampik perubahan-perubahan ini. Paling tidak di awal-awal bulan ini. Lihat saja, pada malam hari masjid-masjid penuh sesak manusia dengan tarawihan. Mushola-mushola pun ramai dengan dendangan tadarus Al-Qur’an. Akhwat-akhwat seakan latah menutup auratnya dengan hijab, atau paling tidak, pakaian yang dikenakan jadi lebih santun. Tempat-tempat hiburan malam pun dipaksa tutup.

Perubahan pun menjangkau pada layar kaca kita. Artis-artis mulai bertanggung jawab atas apa yang mereka ucapkan. Sinetron-sinetron tiba-tiba berganti wajah menjadi lebih islami. Acara pencarian idola pun berganti menjadi ajang pencarian da’i.

Ahhh. Saya pun tersenyum geli akibat umat yang masih terkungkung dengan pemikiran dzalim bernama sekulerisme. Ramadhan adalah bulan ajaib yang mengubah umat 180 derajat menjadi lebih Islami. Namun hati saya meringis kesakitan jika memikirkan setelahnya banyak yang kembali bejat. Setelahnya Allah SWT kembali ditinggalkan. Seakan perhitungan amal hanya ada pada bulan Ramadhan.

Sekulerisme benar-benar telah melumpuhkan umat. Perubahan yang ada selama Ramadhan hanya mengambang di permukaan, bukan perubahan yang sampai ke akar hati. Sekulerisme mendorong umat ke jurang terdalam tanpa sisakan secercah sinar. Umat masih teramat senang berkubang dalam lumpur dosa dibandingkan bermandikan cahaya Islam yang terang benderang.

Sampai kapan fenomena ini akan berujung? Mungkin hanya waktu satu-satunya yang akan memberi jawaban.



0

[Percikan] Selektif Memilih Teman

Posted by Unknown on 14:56 in , , , , ,
“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.“ (HR. Bukhari Muslim)

mazapoint.com
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’adi menjelaskan bahwa melalui hadits di atas, Rasulullah memberikan analogi hubungan dalam pertemanan, yakni teman yang baik layaknya penjual minyak wangi dan teman yang buruk layaknya seorang pandai besi. Salah satunya memancarkan kepositifan dan sebaliknya bagi yang lainnya.

Melalui hadits di atas, pun, Rasulullah sedang mengingatkan kita bahwa memilah dan memilih teman bukanlah hal sepele. Melalui pengaruh seorang teman seseorang dapat mengalami perubahan dalam kebiasaan, kegemaran, karakter, pandangan hidup, ideologi, bahkan agama. Oleh karenanya, amat bijak bagi seseorang untuk menyeleksi teman sepermainannya, dan memilih tidak sekedar sebaik-baiknya teman, yakni teman yang mampu memberi pengaruh positif tapi mampu menuntun ke jalan yang benar. Seorang teman yang miliki sebenar-benarnya visi untuk berada di surga kelak.

2

[Ala Rosul] Tegar dalam Dakwah

Ketika dakwah Rasul dan para sahabatnya berpindah dari tahapan dakwah secara sembunyi-sembunyi kepada dakwah secara terang-terangan. Dari tahapan berdakwah kepada orang-orang yang simpati dan siap menerima dakwah, menuju tahapan interaksi dan perjuangan dakwah terhadap masyarakat, dimana benturan ide adalah sebuah keniscayaan. Benturan antara keimanan dan kekufuran. Dimana terdapat reaksi akan aksi menyeru Islam.Dimana reaksi yang banyak timbul adalah reaksi negatif. Kafir Quraisy mulai memerangi dakwah dan menganiaya Rasulullah dengan melancarkan berbagai cara untuk melemahkan dakwah yang secara garis besar melalui tiga sarana. Jika tidak dengan penganiayaan, atau dengan fitnah propaganda, atau dengan pemboikotan kejam tak manusiawi.

0

[Percikan] Ana Ingin Keluar dari Jamaah

“Ustadzah, dulu ana merasa semangat dalam dakwah. Tapi belakangan rasanya semakin hambar. Ukhuwah makin kering. Bahkan ana melihat ternyata banyak pula yang aneh-aneh.” Begitu keluh kesah seorang darisah terhadap musyrifahnya di suatu hari.

Sang musrifah hanya terdiam, mencoba menggali semua kecamuk dalam diri darisahnya. Sang musrifah kemudian berkata dengan nada yang teramat halus, “Lalu, apa yang ingin antum lakukan setelah merasakan semua itu?”.

“Ana ingin berhenti saja, keluar dari jamaah ini. Ana kecewa dengan perilaku beberapa yang justru tidak islami. Juga dengan organisasi dakwah yang ana geluti, kaku dan sering mematikan potensi anggota-anggotanya. Bila begini terus, lebih baik ana berjuang sendiri.“ Sahut darisah tersebut.

0

[Percikan] Tentang Amalan Manusia

“Sesungguhnya Allah mencatat kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukan. Lalu Allah menjelaskannya. Siapa saja yang bermaksud mengerjakan kebaikan dan tidak dia kerjakan, Allah mencatat di sisi-Nya untuk orang itu satu kebaikan yang sempurna. Jika dia bermaksud mengerjakan kebaikan dan dia kerjakan, Allah mencatat di sisi-Nya untuk orang itu sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kebaikan hingga kelipatan yang sangat banyak. Sebaliknya siapa saja yang bermaksud mengerjakan keburukan yang tidak dia kerjakan, Allah mencatatkan di sisi-Nya untuk orang itu satu kebaikan yang sempurna. Jika dia bermaksud mengerjakan keburukan dan dia kerjakan, Allah mencatatkan untuk dia satu keburukan (HR Bukhari, Muslim, Ahmad)

fimadani.com
Mungkin jawabannya akan benar jika seluruh umat muslim ditanya siapa malaikat yang bertugas mencatat amal kebaikannya. Namun jika menyangkut tentang amalan perbuatan itu sendiri, seringkali manusia lupa bahwa kebaikan dan keburukan atas perbuatannya akan dicatat, bahkan tidak akan ada yang luput.

Walaupun kita tidak mampu memprediksi seberapa persen kebaikan dan keburukan kita berbuah pahala dan dosa, paling tidak melalui hadits di atas dijelaskan bagaimana Allah swt memperlakukan kebaikan dan keburukan yang dilakukan oleh manusia. Penjelasan ini termaktub melalui empat kondisi:

0

[Percikan] Kelemahan dan Keterbatasan atas Manusia

Posted by Unknown on 07:56 in , , , ,
“Da aku mah apa atuh, cuma kebul damri sisa hasil pembakaran...“

Berbicara tentang manusia, alam semesta, dan kehidupan, semestinya cukup membuat kita menyadari kelemahan dan keterbatasan diri ini jika disandingkan dengan penginderaan yang sebenar-benarnya serta akal yang digunakan dengan pemikiran yang mendalam.

Sungguh, siapa pun yang mengarahkan pandangannya ke langit akan melihat betapa besar dan luasnya alam semesta ini. Langit bergantung yang ditinggikan tanpa tiang tak sanggup manusia menciptanya, bahkan hanya sekedar menjangkau pun tak berdaya.

Sungguh, siapapun yang mengarahkan pandangannya pada bintang-bintang di langit malam akan melihat betapa indahnya langit malam. Bintang yang bertebaran, berkelap-kelip tak jua sanggup manusia menghitung jumlahnya. Maka sungguh, secuil realitas kebesaran langit dan bintang sekaligus menunjukkan kebesaran, kekuasaan, dan keagungan Penciptanya.

0

[Percikan] Question Mark

Posted by Unknown on 19:59 in , , ,
theemployable.com
Kala kita menapak akhir fase hidup. Sekolah Menengah Atas misalnya. Seringkali seseorang bertanya kepada kita. “Kapan lulus?” atau “Mau lanjut kemana?”. Pertanyaan ini senantiasa membayangi. Terkadang kita mungkin sulit tuk menjawab, jika tujuan kita masih samar atau saat arah masih tak terpetakan. Namun seringkali, hati kita telah mantap hingga diberikan kemudahan untuk menjawab. Sebab setiap kita menapaki tahapan demi tahapan hidup ini, kita tahu pasti kemana kaki akan melangkah dan hati ini telah ikhlas.

Pertanyaan lain juga akan terbersit setelah kaki telah menapak tahapan baru. Saat bertemu seseorang yang baru kau kenal, mesti ia bertanya “Kamu berasal dari mana?” atau “Alumni sekolah mana?”. Untuk pertanyaan ini, keyakinan yang pasti akan tercipta saat menjawab, tak seperti pertanyaan-pertanyaan sebelumnya. Sungguh terlalu jika ada yang tak mampu menjawab, mungkin ia abai atau amnesia sedang melanda.

0

[Percikan] Perlakuan Berbeda

Posted by Unknown on 05:31 in , , , ,
inspirably.com
Mendapat perlakuan berbeda itu saya pikir lumrah. Karena tidak mungkin seseorang memperlakukan satu dan yang lainnya sama tanpa ada secuil pun perbedaan. Seperti penjual keripik singkong berlevel yang selalu menanyakan level kepedasan terhadap pembelinya, tidak disamakan begitu saja. Rasulullah saja memperlakukan para sahabat secara berbeda. Terkadang beliau mampu bercanda hingga memeluk dari belakang, tegas, bahkan mendiamkan sahabat. Perlakuan berbeda ini semata-mata tergantung dari bagaimana hukum syara ditunaikan. Artinya, perlakuan berbeda merupakan dampak atas sebab perbuatan kita. Dengan kata lain, kita sendirilah yang menjadikan bagaimana orang lain memperlakukan kita.

0

[Percikan] Uji dan Coba: Jalan untuk Meninggikan Derajat, Menghapus Dosa

Posted by Unknown on 06:02 in , , ,
„Cobaan tidak henti-hentinya menimpa orang Mukmin laki-laki maupun Mukmin perempuan; baik menimpa dirinya, anak-anaknya maupun hartanya hingga ia bertemu dengan Allah tanpa dosa sedikit pun.“ (HR. At-Tirmidzi)

ahliacikgukhairul.blogspot.com


Allah telah menyiapkan berbagai pintu untuk mencapai surga. Terdapat pintu untuk orang yang gemar bersedekah. Terdapat pintu untuk orang yang gemar berpuasa. Dan pintu-pintu lainnya dengan keistimewaannya sendiri-sendiri. Demikian, Allah pun telah menyiapkan istana-istana surga bagi hamba-hamba-Nya yang beriman. Istana bukan sembarang Istana. Istana ini hanya diperuntukkan untuk kaum muslim yang telah berhasil melalui cobaan dan ujian. Untuk itu Allah telah menyiapkan sentuhan kasih sayang-Nya untuk meniggikan derajat manusia dan menghapuskan dosanya. Dengan timpaan uji dan coba. Dan Allah membantunya untuk sabar dan tegar menghadapi uji dan coba. Sungguh rahmat dan pertolongan Allah sangatlah dekat.

0

[Percikan] Adab: Bagian dari Hukum Syara

Posted by Unknown on 08:22 in , , , ,
imamluqman.wordpress.com
Penanaman adab dan sopan santun merupakan hal yang sangat penting dalam Islam karena bagian dari hukum syara. Adab dan sopan santun ialah bagian dari akhlak Islam yang diperintahkan Rasulullah. Adab dan sopan santun laksana perhiasan yang menambah keindahan pribadi kaum muslim, baik dalam beribadah, bermuamalah dengan orang lain, maupun terhadap pribadi kaum muslimin itu sendiri.

Adab dan sopan santun sendiri tercipta akibat habit yang dilakukan secara berulang. Usia masa perkembangan anak dirasa pas sebagai penanaman habit terkait adab dan sopan santun. Penanaman adab dan sikap sopan santun sejak dini kepada anak akan memunculkan akal pikiran yang efektif. Seperti yang Rasul anjurkan dalam sabdanya, “Jika anak telah mencapai usia enam tahun, hendaklah ia diajari adab dan sopan santun.“ (HR. Ibnu Hibban).

Menanamkan adab dan sopan santunpun tidaklah sulit, karena anak merupakan copycat orang tuanya. Maka orang tua memiliki andil besar dalam menumbuhkan adab dan sopan santun pada anak. Kasarnya, orang tua yang tidak dekat dengan adab dan sopan santun, maka anaknya pun setali tiga uang. Tidak berbeda.

0

[Percikan] Berpikir dengan Positif

Posted by Unknown on 23:52 in , ,
www.indospiritual.com
Apakah kalian mengenal Masaru Emoto? Saya pikir banyak yang tidak mengetahuinya. Lagipula, apalah arti sebuah nama? #nyindir. Tapi pasti tau dong tentang The hidden message in water? Atau kita harus menyebutnya dengan The God’s messages in water?

Iya betul, Masaru Emoto adalah seorang peneliti air dari negri sakura. Beliau adalah orang hebat yang telah berhasil menemukan bahwa sesungguhnya air dapat bereaksi terhadap ucapan dan tulisan, sesuai dengan isi ucapan atau tulisannya. Juga bereaksi tergantung perasaan manusia disekelilingnya.

Dengan menggunakan lensa mikroskop khusus hasil ciptaannya, kita mampu melihat bahwa partikel kristal air terlihat menjadi “indah” dan “mengagumkan” apabila mendapat reaksi positif disekitarnya. Seperti saat kita mengucapkan kata terima kasih atau syukur. Atau dengan perasaan yang gembira atau bahagia.

Namun partikel kristal air terlihat menjadi “buruk” dan “tak beraturan” apabila mendapat reaksi negative disekitarnya. Seperti saat kita mengucapkan kata-kata bentakan atau makian. Keluhan atau pesemisme. Atau kesedihan dan bencana.

0

[Percikan] Arun Gandhi dan Kisah Kejujuran

Posted by Unknown on 08:07 in , , , ,
www.thetowerlight.com
Ada sebuah kisah sejarah yang sempat membuat saya terharu. Kisah menarik yang mampu membuat saya merasa ketika berpikir. Kisah ini dituturkan oleh seorang guru besar dunia, cucu dari mendiang Mahatma Gandhi. Dr. Arun Gandhi namanya, yang bersedia berbagi kisah saat Ayahnya mendidik beliau. Dan kisah ini pun dimulai.

Kala itu, usia beliau baru menginjak 16 tahun dan tinggal bersama kedua orang tua di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek beliau, Mahatma Gandhi. Mereka sekeluarga tinggal di sebuah perkebunan tebu kira-kira 18 mil jauhnya dari kota Durban, Afrika Selatan.

Dapat dibayangkan seberapa terpencilnya rumah beliau hingga tetanggapun nyaris tak ada. Suatu kebahagiaan bila beliau mempunyai kesempatan untuk singgah di kota. Untuk sekedar mengunjungi rekan atau hanya menonton film di bioskop.

Suatu hari, Sang Ayah meminta beliau demi menemani dan mengantarkannya ke kota. Sang Ayah akan menghadiri sebuah konferensi selama sehari penuh. Dan kebahagiaan tak terkira pun hinggap menghiasi wajahnya. Ibu pun meminta beliau demi membeli sederet daftar perlengkapan rumah tangga. Ayah pun memberikan beberapa tugas kepada beliau, termasuk menservice mobil ke bengkel.

0

[Percikan] Apakah Kita Siap Menjadi Orang Tua?

Posted by Unknown on 08:07 in , , , ,
fotosearch.com

Judul di atas sebenarnya merupakan salah satu judul bab sebuah buku parenting yang sedang saya coba dalami maknanya. Ayah Edy Punya Cerita, begitulah judulnya. Namun cerita yang terkandung dalam buku ini bukan cerita biasa. Ada inspirasi disetiap nafas tulisannya demi menjadi orang tua yang baik.

Pertanyaan siap dan tidak atau belum siap memang tergantung setiap individu walaupun sistem dan lingkungan juga sangat berpengaruh penting. Mari kita tengok ke belakang, di masa-masa dimana dua orang dengan karakter yang berbeda, mempunyai niatan baik untuk bersatu dalam ikatan pernikahan. Pada saat itu, apakah terbertik obrolan-obrolan untuk menjadi orang tua yang baik? Atau hanya sibuk memikirkan pemenuhan gharizah nau? Padahal, gharizah nau sejatinya berkaitan dengan naluri melestarikan keturunan yang distandartkan pada aturan Allah. Pada mabda Islam. Bukan semata cinta atau kasih sayang antara laki-laki dan perempuan.

Saya pernah berdiskusi terkait masalah pernikahan, dimana ada sebuah kata-kata yang sampai sekarang saya hapal di luar kepala. Beliau berkata, “pernikahan bukan hanya sebatas kita menerima luar-dalam pasangan kita. Bukan pula semata sebatas kita mampu hidup berkeluarga dari titik nol.“ Tapi di atas itu, sangat perlu untuk memikirkan kesiapan diri menjadi pendidik pertama generasi pembela Islam. Generasi yang akan membangun secara kokoh pondasi syariah dan khilafah. Generasi pembebas layaknya Muhammad Al-Fatih.

Terlebih, zaman kita semakin menggila akibat bercokolnya virus-virus kapitalisme dan hedonisme dalam setiap lini-lini kehidupan. Tak mudah mendidik anak di zaman ini, dimana anak merupakan sebuah kamera polaroid dan orang tua berperan sebanyak 70% dalam proses membidik hingga membentuk bagus tidaknya hasil cetak foto. Artinya, orang tua berperan penting dalam proses membentuk pola perilaku anak. Jika tidak, maka lingkunganlah yang akan menyerobot peran 70% tadi.

Maka mulai kini, detik ini, pikirkanlah pertanyaan ini matang-matang sebelum masuk ke jenjang pernikahan. Saat diri ini siap untuk pemenuhan gharizah nau. Apakah kita siap menjadi orang tua? Resapi pertanyaan ini masak-masak hingga lisan dan hati kita siap mengamalkan melalui perbuatan. Jika masih terbertik keraguan dalam kesiapan untuk menjadi orang tua, maka tentu kita harus mempersiapkan secara benar. Secara sempurna. Karena anak merupakan makhluk paling canggih yang pernah Allah ciptakan di muka bumi ini.

Dan jangan lupa baca buku parentingnya. Recommended pisan!



0

[Percikan] Diary yang Terbuka

Posted by Unknown on 08:43 in , ,
acerr.org

Dahulu, saat usia saya baru seumur jagung. Saya ingat sekali, saya memiliki sebuah diary. Diary yang berisi catatan harian. Catatan hati dan perasaan. Tak jarang juga masalah pribadi yang saya tumpahkan ke dalam sebuah tulisan. Transkripsi dari segala hal mengenai saya.

Saya ingat sekali, bagaimana cara saya memperlakukan diary tersebut. Saya tidak membeli sembarang diary. Saya memilih diary yang memiliki kunci dan gembok. Hati-hati saya menguncinya. Berharap tak ada seorangpun yang dapat melihat ke dalamnya. Saya menyembunyikannya rapat-rapat.

Pernah sekali saya harus memiliki diary tak terkunci. Tak kehabisan akal, saya membuat kode-kode acak. Mengisi transkripsi diri dengan kode-kode, yang bila hari ini saya kembali membukanya, saya sudah tak mengingat lagi apa isinya.

Dengan kata lain, saya tak membiarkan transkripsi diri ini terlihat. Ini adalah rahasia yang tak ingin dibagi dengan siapapun. Dan hal ini wajar, mengingat tidak hanya saya yang melakukan proteksi pribadi semacam ini. Teman-teman seumur saya pun setali tiga uang.

Hanya saja, hari ini ada yang berbeda.

2

[Percikan] Jiwa yang Sakit

Posted by Unknown on 06:40 in , , ,
SONG OF THE DAY
Opick - Obat Hati [ download ]

gambar google

Manusia seringkali berlaku aneh. Bersikap tidak adil pada dirinya.

Lihat saja. Jika raganya rapuh karena sakit. Cepat sekali manusia berusaha untuk temukan obatnya. Minimal obat yang bisa didapat di warung atau apotik. Jika tidak kita berlari meminta konsultasi pada dokter. Jika sakitnya dirasa cukup berat dan butuh perawatan intensif di rumah sakit. Berapapun biayanya toh akan kita jabani, demi kesehatan raga yang memang mahal di zaman kekinian.

Terlepas dari kondisi pengobatan Indonesia yang berkiblat pada aspek bisnis, memang sehat itu istimewa. Sehat itu mahal. Bayangkan bila raga ini sakit. Makan-minum terasa tak enak. Apapun terasa pahit saat masuki lidah. Walaupun ketika sakit makanan yang tersaji adalah makanan lezat lagi mahal, tetap saja seperti tidak berarti. Tidak ada harganya. Karena semua ―lagi-lagi― terasa amat pahit. Nggak enak. Nggak selera.

Akhirnya, banyak manusia yang memilih untuk mencegah raganya sakit ketimbang harus mengobati. Caranya pun beragam. Ada yang mengatur pola dan jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh. Ada pula yang sanggup berolahraga setiap harinya agar badan tetap bugar. Apapun caranya, tujuannya tetap satu. Sehat raganya.

0

[Percikan] Satu Frekuensi Satu Persepsi

Posted by Unknown on 03:31 in , , ,
SONG OF THE DAY
Brothers - Satu Perjuangan [ download ]

gambar Google

Ada sebuah cerita berhikmah yang kudapatkan hari ini. Kudapati dari seorang yang aku mampu merasakan ruh dalam setiap perkataannya. Aah, beliau pasti sangat dekat dengan Allah.

Ada sebuah pesawat yang menerbangkan penumpang dengan Beijing sebagai tujuannya. Di tengah perjalanan, pesawat mereka mengalami musibah. Bukan karena ada pembajak di pesawat tersebut. Pesawat pun dalam kondisi prima tak cacat satu apapun. Tujuan mereka pun tetap sama. Tak berganti arah. Hanya saja cuaca tiba-tiba memburuk. Lingkungan terbang si pesawat tak lagi ideal. Jika pesawat diterbangkan ke bawah, maka sama saja mencari mati. Begitu juga jika pesawat diterbangkan ke atas. Pada saat itu, semua penumpang termasuk pilot panik mencari solusi. Tapi mereka harus cepat mengambil keputusan sebelum ada yang mengambil keputusan terhadap mereka. Kematian.

Semua mengeluarkan pendapat. Bicara cepat namun tak tepat. Semua menginginkan pendapat mereka diterima. Tapi tanpa pandangan yang sama terhadap akar problemanya. Pada akhirnya sang pilot pun bertindak mendamaikan semua kegaduhan. Menyamakan persepsi para penumpang. Bahwa mereka akan selamat sampai tujuan. Satu frekuensi : selamat sampai tujuan. Caranya, dengan memutar kembali dan mencari jalur lain. Itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan mereka dari kematian.

Apa yang bisa diambil dari cerita di atas?

Penyamaan persepsi pada saat menghadapi masalah kelompok sangat perlu. Satu frekuensi. Hal ini menjadi penting untuk mencapai mufakat. Agar mampu bersinergi mencapai tujuan awal kita. Satu frekuensi. Hal yang menjadi penting agar satu-persatu membentuk formasi saling mengisi.

Sungguh, sebuah masalah ada untuk mendewasakan kita. Juga meningkatkan valensi diri menjadi lebih baik lagi. Penyikapan tenang, sabar, tidak terkonfrontasi, tapi tetap berstrategi terhadap masalah tentu utama dibutuhkan. Ada saatnya kita untuk maju melawan, bertahan, atau bahkan memutar balik. Bukan untuk melepaskan idealisme terhadap tujuan. Hanya menunggu waktu yang tepat untuk membuktikan presensi kita.



2

[Percikan] Empat Tipe Manusia

SONG OF THE DAY
Opick - Kesaksian Diri [ download ]

Gambar Google

Sekarang lagi zamannya ngga sih, mengkarakteristikkan seseorang berdasarkan tipe tertentu? Ada yang menyukai aktivitas panjat gunung, lantas terciptalah karakteristik manusia berdasarkan aktivitas tersebut. Ada yang menyukai binatang, lantas terciptalah karakteristik mahasiswa berdasarkan kesukaannya terhadap binatang. Ada kupu-kupu, kuda-kuda, kura-kura, dll.

Namun jauh sebelum tipe-tipean ini menjamur dalam masyarakat. Khalil bin Ahmad al-Bishri telah menggolongkan empat jenis manusia di muka bumi ini. Sekiranya penggolongan ini mampu menjadi renungan kembali terkait tujuan manusia, terutama sebagai seorang muslim.

0

[Percikan] Madrasah Agung itu Bernama Shalat Malam

Posted by Unknown on 07:43 in , , ,
gambar google

Seberapa pentingnya Shalat malam bagi seorang Muslim, tercermin dari perintah Allah secara langsung dalam firman-Nya:
“Pada sebagian malam, bertahajudlah kalian sebagai ibadah tambahan bagi kalian. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat kalian ke tempat yang terpuji.“ (QS. Al-Isra‘: 79)

Dalam pandangan Dr. Najih Ibrahim, shalat malam adalah „madrasah“ paling agung, tempat seorang muslim mentarbiyah dirinya, berkenalan dengan Tuhannya serta memahami seluruh makna nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya. Shalat malam tak hanya sekedar melawan rasa kantuk yang menyerang, tapi juga sebagai „madrasah“ untuk belajar khusuk, tunduk, merendahkan diri serta bertaubat kepada Allah.

Ketundukan kita pada malam hari adalah kunci kebesaran kita pada siang hari; sujud kita pada malam hari adalah jalan kemuliaan kita pada siang hari; kekhusukan kita pada malam hari adalah senjata kemenangan kita akan musuh serta rahasia kesuksesan kita di jalan dakwah, amar ma’ruf nahi mungkar, dan jihad fi sabilillah.

Ya. Shalat malam adalah salah satu amal demi Islam. Ia adalah salah satu sarana efektif dalam mewujudkan kesuksesan gerakan dakwah dan tegaknya Daulah Islam.

0

[Percikan] Esensi Sholat Berjamaah

Posted by Unknown on 07:27 in , , ,
SONG OF THE DAY
Ar-Royyan - Shalatlah [ download ]

gambar google

Rasulullah saw. pernah berucap:
“Jika seseorang berwudhu dengan sempurna, lalu pergi untuk shalat berjamaah, maka tidaklah dia mengayunkan langkahnya melainkan bagi setiap ayunan langkahnya Allah SWT mengangkatnya satu derajat dan menghapus darinya satu keburukan…(HR Muslim, Abu Dawud, an-Nasa’I dan Ibn Majah)

Banyak hadits yang menjelaskan tentang keutamaan sholat berjamaah di masjid bagi seorang muslim. Aktivitas sholat berjamaah senantiasa diajarkan oleh Rasulullah, para sahabat, dan generasi setelah beliau. Rasulullah adalah contoh yang tak pernah absen melaksanakan sholat berjamaah. Bahkan ketika hamper wafat, dan sebelumnya beberapa kali pingsan, beliau tetap berupaya untuk sholat berjamaah di masjid walau dalam keadaan dipapah oleh Abbas ra. dan tak bisa mengimami sebagaimana biasanya hingga Abu Bakar pun menggantikan posisinya sebagai imam sholat.

Copyright © 2009 Catatan Kecil Untuk Dunia All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.