Showing posts with label ala rosul. Show all posts
Showing posts with label ala rosul. Show all posts
0

[Ala Rasul] Managemen Manusia

Setiap manusia paling tidak memiliki tanggung jawab untuk memanagemen dirinya sendiri dan mungkin memiliki kesempatan untuk memanagemen manusia lain. Memimpin manusia. Karena dunia ini sudah berputar sekilan lamanya, tentu sudah banyak berbagai rupa ciri dan karakter pemimpin. Ada yang lembut, tegas ―jika tak ingin dikatakan galak―, ngga enakan, mengayomi lagi meriayah, cuek, dan banyak lainnya. Pun banyak pula cara pendekatan pemimpin kepada yang ia pimpin.

Jika membahas pemimpin kekinian, ada tipikal umum cara pendekatan kepada yang ia pimpin. Pertama, saya melihat, khususnya pada masyarakat Indonesia, masih tertarik dengan sosok pemimpin yang baik. Artinya pendekatan dengan mencitrakan dirinya adalah pemimpin yang baik, yang memotivasi lagi menginspirasi akan diterima secara terbuka oleh masyarakat. Kedua, karena manusia alaminya memiliki kebutuhan jasmani serta naluri-naluri yang mengelilinginya, maka pendekatan dalam bentuk materi, juga memungkinkan diterima oleh masyarakat. Oleh karenanya, masih eksis saja kisah suap demi mengambil hati rakyat.

0

[Ala Rosul] Rasulullah’s Effect

sumber: lampuislam.blogspot.com
Konsekuensi berada dalam jalan dakwah sejatinya hanya dua. Entah itu diterima atau ditolak hingga dihujat. Maka tegar dalam dakwah adalah keutamaan, begitupun dengan utamanya usaha, do’a, dan tawakal dalam dakwah. Sungguh, dakwah laksana seni yang membutuhkan kekreatifan. Penolakan tak lantas membuat diri kita gagal dan berhenti. Sebaliknya, penolakan akan membuat kita lebih kreatif dalam mencari uslub dakwah. Membuat dakwah kita lebih memiliki efek. Ya. Seperti efek dakwah atas Rasulullah kepada kaum Anshor Madinah.

2

[Ala Rosul] Tegar dalam Dakwah

Ketika dakwah Rasul dan para sahabatnya berpindah dari tahapan dakwah secara sembunyi-sembunyi kepada dakwah secara terang-terangan. Dari tahapan berdakwah kepada orang-orang yang simpati dan siap menerima dakwah, menuju tahapan interaksi dan perjuangan dakwah terhadap masyarakat, dimana benturan ide adalah sebuah keniscayaan. Benturan antara keimanan dan kekufuran. Dimana terdapat reaksi akan aksi menyeru Islam.Dimana reaksi yang banyak timbul adalah reaksi negatif. Kafir Quraisy mulai memerangi dakwah dan menganiaya Rasulullah dengan melancarkan berbagai cara untuk melemahkan dakwah yang secara garis besar melalui tiga sarana. Jika tidak dengan penganiayaan, atau dengan fitnah propaganda, atau dengan pemboikotan kejam tak manusiawi.

2

[Ala Rasul] Usaha, Do'a, dan Tawakal ala Rasul

Posted by Unknown on 21:19 in , , , , , ,

Ini adalah salah satu kisah yang menunjukkan seberapa besar usaha dan keseriusan Rasul dalam dakwah dalam kondisi apapun, bahkan saat keluarga, paman dan isterinya, yang senantiasa mendukung Rasulullah pergi meninggalkan dunia ini selamanya. Selama hidupnya, Abu Thalib senantiasa membela dan menjaga Rasulullah dari serangan dan penyiksaan fisik. Sedang Khadijah laksana mata air di tengah padang tandus. Ia selalu menghibur Rasul dan membantu melepaskan kesulitannya dengan kata-kata pencerahan dan optimisme yang membuat hati beliau menjadi tentram.

Kepergian keduanya tentu menimbulkan duka yang mendalam. Duka semakin menjadi duka tatkala kepergian Abu Thalib membuat orang-orang Quraisy semakin berani menghadang dakwah. Kafir Quraisy semakin meningkatkan penganiayaan terhadap para pengemban Islam dan memperbanyak kreativitas penindasannya hingga benar-benar menghimpit beliau.

Copyright © 2009 Catatan Kecil Untuk Dunia All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.