Showing posts with label pengemban dakwah. Show all posts
Showing posts with label pengemban dakwah. Show all posts
0

[Ala Rosul] Rasulullah’s Effect

sumber: lampuislam.blogspot.com
Konsekuensi berada dalam jalan dakwah sejatinya hanya dua. Entah itu diterima atau ditolak hingga dihujat. Maka tegar dalam dakwah adalah keutamaan, begitupun dengan utamanya usaha, do’a, dan tawakal dalam dakwah. Sungguh, dakwah laksana seni yang membutuhkan kekreatifan. Penolakan tak lantas membuat diri kita gagal dan berhenti. Sebaliknya, penolakan akan membuat kita lebih kreatif dalam mencari uslub dakwah. Membuat dakwah kita lebih memiliki efek. Ya. Seperti efek dakwah atas Rasulullah kepada kaum Anshor Madinah.

0

[Percikan] Ana Ingin Keluar dari Jamaah

“Ustadzah, dulu ana merasa semangat dalam dakwah. Tapi belakangan rasanya semakin hambar. Ukhuwah makin kering. Bahkan ana melihat ternyata banyak pula yang aneh-aneh.” Begitu keluh kesah seorang darisah terhadap musyrifahnya di suatu hari.

Sang musrifah hanya terdiam, mencoba menggali semua kecamuk dalam diri darisahnya. Sang musrifah kemudian berkata dengan nada yang teramat halus, “Lalu, apa yang ingin antum lakukan setelah merasakan semua itu?”.

“Ana ingin berhenti saja, keluar dari jamaah ini. Ana kecewa dengan perilaku beberapa yang justru tidak islami. Juga dengan organisasi dakwah yang ana geluti, kaku dan sering mematikan potensi anggota-anggotanya. Bila begini terus, lebih baik ana berjuang sendiri.“ Sahut darisah tersebut.

0

[Catatan Harian] Mengambang Kembali

Posted by Unknown on 05:31 in , ,
SONG OF THE DAY
D'Masiv - Jangan Menyerah [ download ]

sumber : Gambar Google

Sudah lama rasanya aku tidak mengunjungi blog ini. Banyak aktivitas yang memang membutuhkan perhatian lebih ketimbang harus menulis dan mengunjungi blog ini. Itu pikiran awalku. Dan setelah lebih dari sebulan aku baru sadar, bahwa menulis dapat membuat efek stress yang melandaku agak berkurang.

Maka itu, aku akan mengambang kembali. Membersihkan sarang laba-laba yang memenuhi hampir seluruh ruang blogku. Mengupdate lagi setiap hari. Dan yang lebih penting aku menulis lagi. Tentu saja, aku juga menulis skripsi. Tapi keduanya benar-benar berbeda, walaupun keduanya menyenangkan.

Selama aku tidak menulis, aku benar-benar sudah tertinggal berita-berita seru yang seharusnya aku berikan komentar. Entah itu tentang pelecehan seksual, pemilu, atau tentang kekhilafahan. Tapi next aku benar-benar harus bekerja keras mendobrak diri jika tak ingin melalaikan kewajiban-kewajiban yang lain. Menulis, mendengar, dan membaca untuk pengetahuan diriku. Cepat-cepat selesai kuliah sebagai amanah orangtua. Dan dakwah untuk melanjutkan kembali kehidupan Islam bersama Hizbut Tahrir sebagai amanah Allah SWT. Kesemuanya harus diperjuangkan hingga titik darah penghabisan. Artinya, taka da kata istirahat untuk sekarang, karena tempat istirahat terbaik adalah di Syurga-Nya kelak. Itupun jika aku layak.



0

[Catatan Harian] Jalan Kaki

Posted by Unknown on 03:46 in , , ,
SONG OF THE DAY
Justice Voice - Senyum dong Fren [ download ]

Gambar Google

Pagi hari tadi aku berkesempatan untuk rapat di Bandung bersama beberapa orang dari Jatinangor. Waktu rapat dimulai pukul 09.00 WIB. Otomatis kami yang dari Jatinangor diharuskan untuk keluar pagi-pagi dari sarang. Aku berangkat bersama seorang adik yang memang satu kostan denganku. Perlu angkot sekali untuk sampai ke Pangkalan Damri sedang jarum jam tanganku menunjukkan pukul 06.40 WIB. Waktu ramai-ramainya anak-anak berangkat sekolah.

Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 WIB saat aku menaiki Bus Damri jurusan Jatinangor-Dipati Ukur. Aku dan si adik bertemu lagi dengan dua orang teman. Berempat. Kami sama-sama menaiki Damri yang paling tidak butuh waktu maksimal dua jam untuk sampai di Dipati Ukur. Hanya saja kali ini berbeda, banjir Rancaekek membuat jalanan lumpuh total. Damri kami otomatis terjebak macet. Tak bergerak sama sekali. Padahal perjalanan kami baru sampai IPDN. Sang supir akhirnya menyerah dan menyuruh penumpangnya untuk turun. Berjalan mencari alternatif lain ke Dipati Ukur.

Kami berempat pun berjalan. Terus berjalan. Bebas. Ditengah-tengah kendaraan, seperti mampu menghentikan waktu. Tak seperti biasanya yang hanya memargin di trotoar. Sampai akhirnya Allah mendengar do’a kami. Sedikit demi sedikit kemacetan terurai. Sedikit demi sedikit pula harapan kami kembali bercahaya.

Tepat di belokan Cileunyi kami berhenti dan kembali menunggu setelah kami berjalan sekitar dua kilometer jauhnya. Awalnya kami berniat untuk naik angkot dengan konsukuensi dua kali turun-naik dan ongkos yang lebih mahal. Tapi ternyata, Bus Damri pun tak lama kemudian lewat. Bus Damri yang sama yang tadi kita tumpangi. Yang supirnya menyuruh kami untuk turun.

Jadi untuk apa kita berjalan sejauh itu jika pada akhirnya kita tetap pada pilihan yang sama? Aaahh… mungkin Allah sedang inginkan kami untuk berolahraga sebentar.

Pada akhirnya rapat yang diagendakan jam 09.00 WIB harus mengalami penundaan. Bukan karena para aktivisnya yang tak bisa tepati janji. Kami sudah berusaha untuk tepat waktu. Hanya saja, Allah sedang berkata lain. Kata-kata yang indah sekali. :)



0

[Islamologi] Imannya Si Pengemban Dakwah

Posted by Unknown on 19:50 in , , ,
SONG OF THE DAY
Tashiru feat Ebith Beat A - Satukan Muslim Sedunia [ download ]

Iman yang kuat, yang di dalamnya tidak terbetik keraguan sedikitpun, merupakan suatu perkara yang wajib bagi pengemban dakwah, karena hanya dengan iman seperti inilah yang akan mampu menjamin kelangsungan dakwah dengan langkah yang cepat dan panjang di jalan yang lurus. Iman semacam ini mengharuskan dakwah bersifat terbuka dan menantang segala sesuatu; menantang adat istiadat dan kebiasaan masyarakat, menantang pemikiran yang renta dan persepsi yang salah, bahkan menantang opini umum yang keliru, walaupun hal ini dilakukan secara frontal, menentang segala macam aqidah dan agama-agama di luar Islam, meskipun akibatnya akan menghadapi fanatisme pengikutnya. Karena itu, dakwah yang berlandaskan akidah Islam mempunyai ciri yang tegas, berani dan kuat, analitis; serta menentang segala sesuatu yang bertentangan dengan fikrah dan thariqah, serta siap menghadapi dan menjelaskan kepalsuannya tanpa melihat lagi hasil maupun situasi dan kondisinya. Begitu pula tanpa mempedulikan lagi apakah mabda itu sesuai dengan keyakinan masyarakat atau malah bertentangan, apakah diterima masyarakat, ditolak atau malah dilawan. Dengan demikian, pengemban dakwah tidak akan memihak suatu bangsa manapun, atau bersikap kompromi. Ia tidak peduli lagi dengan beratnya menghadapi masyarakat dan para penguasa yang jahat, tidak bergaul dengan mereka, tidak berbasa-basi atau bermanis muka. Namun demikian mereka tetap berpegang teguh pada mabda tanpa memperhitungkan untung-ruginya, kecuali mabda itu sendiri. (an-Nabhani, 2011: 106)

0

[Percikan] Upgrading

Posted by Unknown on 07:17 in , , , , , ,
SONG OF THE DAY
Raihan - Iman Mutiara [ download ]


Jangan hanya organisasi saja yang diupgrade setiap bulan bahkan mingguan. Karena diri kita juga harus diupgrade seperti anjuran Allah swt dalam firmannya:
“Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah..!” (QS an-Nisa: 136)

Ibnu Katsir menafsirkan ayat tersebut bukan sebagai tahshil al-hashil (yakni agar mereka beriman; padahal mereka sudah termasuk ke dalam orang-orang yang beriman), tetapi terkait dengan takmil al-kamil (yakni agar orang-orang yang beriman tersebut menambah sempurna iman yang telah ada).

Penafsiran ini tampak sesuai dengan ucap Rasulullah: “Jaddidu dinakum/imanakum (Perbaharuilah agama/iman kalian)” (HR at-Tirmidzi dan Ahmad).

Oleh karena itu, upgrade iman itu penting, agar iman yang ada pada diri ini laksana kurva yang terus menggapai puncak. Cakep bener. Terlebih lagi, jika label pada diri kita adalah label pengemban dakwah dan penjaga Islam terpercaya. Sudah sebuah hal yang wajar semestinya untuk setiap hari mengupgrade iman. Karena terkadang, kesibukan kita dalam agenda dakwah (baca: mengurusi urusan umat), juga peran kita yang lain ―mencari nafkah, mengurusi rumah tangga, dan belajar― membuat kita lupa mengurusi “kalbunya”. Jika terus menerus kalbunya dibiarkan terlantar, maka yang ada noda dalam hati semakin mewarnai. Titik demi titik, hingga menjadi hitam pekat akibat dosa-dosa kecil dan berbagai kelalaian yang tidak terasa sering dilakukan.

Copyright © 2009 Catatan Kecil Untuk Dunia All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.