Showing posts with label keimanan. Show all posts
Showing posts with label keimanan. Show all posts
0

[Catatan Harian] I am Back

Posted by Unknown on 07:50 in , , , ,
So here I am, membuka blog yang tak terjamah berminggu-minggu. Tak ada kejutan berarti selain sawang yang berada di mana-mana. Serta meninggalkan kekecewaan pada diri sendiri karena niat untuk menulis satu postingan setiap harinya masih belum bisa terlaksana. Bahkan saat ini, tangan saya pun tak lincah seperti biasa dalam merangkai kata-kata.

Jujur saja, untuk menjadikan menulis sebagai sebuah habits, saya harus berusaha keras dalam waktu yang lama. Banyak membaca dan belajar untuk memilih diksi yang tepat. Maka setelah cukup lama tidak digunakan, saya harus memulai kembali dari titik awal. Hufft. I did big mistake.

Saya berkaca pada perkataan saya tadi pagi, yang ternyata menohok saya sendiri, dalam sebuah forum pengokoh nafsiyah. Kata saya, “Bersegera melaksanakan syariah dalam keadaan lapang memang hal yang mudah, tapi ketika kita berhasil untuk bersegera melaksanakan syariah dalam keadaan yang sempit sekalipun, itulah keimanan yang sempurna”. Ya. Sama halnya dengan kegiatan menulis ini, dulu sekali, dalam waktu dan keadaan yang lapang, saya mampu menulis dengan mudah. Tapi sekarang, saat waktu menjadi kendala, dan menjadikan saya tak mampu membuat postingan, mengindikasikan saya belum menjadi penulis yang baik.

Maka akhirnya, saya sedang mengupayakan cara agar saya dapat tetap menulis dan membuat postingan, tanpa melalaikan tanggung jawab saya yang lain. Tetap menjadi produktif dengan mengoptimalkan energi yang saya miliki, bukan sisa energi saya pada hari itu. Mengurangi waktu saya tidur. Serta waktu-waktu yang saya habiskan untuk hal-hal mubah.

Saya pasti bisa. Ya, seperti seorang yang menginspirasi saya. Beliau merupakan ibu rumah tangga dengan aktivitas dakwah. Setiap harinya ia bangun pukul 3 dan kembali tidur pada pukul 12 malam. Dan semuanya mampu beliau urus dengan sempurna dan maksimal. Entah itu, perannya sebagai hamba Allah, ibu dan pengatur rumah tangga, istri, pengemban dakwah, dan untuk dirinya sendiri. SubhanAllah.

Saya akan mencoba dan akan saya pastikan saya bisa melakukannya.



0

[Percikan] Question Mark

Posted by Unknown on 19:59 in , , ,
theemployable.com
Kala kita menapak akhir fase hidup. Sekolah Menengah Atas misalnya. Seringkali seseorang bertanya kepada kita. “Kapan lulus?” atau “Mau lanjut kemana?”. Pertanyaan ini senantiasa membayangi. Terkadang kita mungkin sulit tuk menjawab, jika tujuan kita masih samar atau saat arah masih tak terpetakan. Namun seringkali, hati kita telah mantap hingga diberikan kemudahan untuk menjawab. Sebab setiap kita menapaki tahapan demi tahapan hidup ini, kita tahu pasti kemana kaki akan melangkah dan hati ini telah ikhlas.

Pertanyaan lain juga akan terbersit setelah kaki telah menapak tahapan baru. Saat bertemu seseorang yang baru kau kenal, mesti ia bertanya “Kamu berasal dari mana?” atau “Alumni sekolah mana?”. Untuk pertanyaan ini, keyakinan yang pasti akan tercipta saat menjawab, tak seperti pertanyaan-pertanyaan sebelumnya. Sungguh terlalu jika ada yang tak mampu menjawab, mungkin ia abai atau amnesia sedang melanda.

2

[Percikan] Empat Tipe Manusia

SONG OF THE DAY
Opick - Kesaksian Diri [ download ]

Gambar Google

Sekarang lagi zamannya ngga sih, mengkarakteristikkan seseorang berdasarkan tipe tertentu? Ada yang menyukai aktivitas panjat gunung, lantas terciptalah karakteristik manusia berdasarkan aktivitas tersebut. Ada yang menyukai binatang, lantas terciptalah karakteristik mahasiswa berdasarkan kesukaannya terhadap binatang. Ada kupu-kupu, kuda-kuda, kura-kura, dll.

Namun jauh sebelum tipe-tipean ini menjamur dalam masyarakat. Khalil bin Ahmad al-Bishri telah menggolongkan empat jenis manusia di muka bumi ini. Sekiranya penggolongan ini mampu menjadi renungan kembali terkait tujuan manusia, terutama sebagai seorang muslim.

0

[Percikan] Takut hanya kepada Allah

Posted by Unknown on 06:48 in , , , , , ,
SONG OF THE DAY
Shaffix - Manusia [ download ]

gambar google

“Ummul mukminin Aisyah ra. pernah menuturkan, bahwa apabila langit mendung, awan menghitam, dan angina kencang, wajah baginda Nabi saw. yang biasanya memancarkan cahaya akan terlihat pucat pasi karena takut kepada Allah. Beliau lalu keluar dan masuk kemasjid dalam keadaan gelisah seraya berdo’a (yang artinya), “Ya Allah…. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan hujan dan angin ini, dari keburukan apa saja yang dikandungnya dan keburukan apa saja yang dibawanya.”

Aisyah ra. bertanya, “Ya Rasulullah, apabila lagit mendung, semua orang merasa gembira karena pertanda hujan akan turun. Namun, mengapa engkau tampak ketakutan?”

Nabi saw. menjawab, “Aisyah, bagaimana aku dapat meyakini bahwa awan hitam dan angina kencang itu tidak akan mendatangkan azab Allah? Kaum ‘Ad telah dibinasakan oleh angina topan. Saat awan mendung, mereka bergembira karena mengira hujan akan turun. Padahal Allah kemudian mendatangkan azab atas mereka.” (HR Muslim dan at-Tirmidzi)

0

[Islamologi] Imannya Si Pengemban Dakwah

Posted by Unknown on 19:50 in , , ,
SONG OF THE DAY
Tashiru feat Ebith Beat A - Satukan Muslim Sedunia [ download ]

Iman yang kuat, yang di dalamnya tidak terbetik keraguan sedikitpun, merupakan suatu perkara yang wajib bagi pengemban dakwah, karena hanya dengan iman seperti inilah yang akan mampu menjamin kelangsungan dakwah dengan langkah yang cepat dan panjang di jalan yang lurus. Iman semacam ini mengharuskan dakwah bersifat terbuka dan menantang segala sesuatu; menantang adat istiadat dan kebiasaan masyarakat, menantang pemikiran yang renta dan persepsi yang salah, bahkan menantang opini umum yang keliru, walaupun hal ini dilakukan secara frontal, menentang segala macam aqidah dan agama-agama di luar Islam, meskipun akibatnya akan menghadapi fanatisme pengikutnya. Karena itu, dakwah yang berlandaskan akidah Islam mempunyai ciri yang tegas, berani dan kuat, analitis; serta menentang segala sesuatu yang bertentangan dengan fikrah dan thariqah, serta siap menghadapi dan menjelaskan kepalsuannya tanpa melihat lagi hasil maupun situasi dan kondisinya. Begitu pula tanpa mempedulikan lagi apakah mabda itu sesuai dengan keyakinan masyarakat atau malah bertentangan, apakah diterima masyarakat, ditolak atau malah dilawan. Dengan demikian, pengemban dakwah tidak akan memihak suatu bangsa manapun, atau bersikap kompromi. Ia tidak peduli lagi dengan beratnya menghadapi masyarakat dan para penguasa yang jahat, tidak bergaul dengan mereka, tidak berbasa-basi atau bermanis muka. Namun demikian mereka tetap berpegang teguh pada mabda tanpa memperhitungkan untung-ruginya, kecuali mabda itu sendiri. (an-Nabhani, 2011: 106)

0

[Percikan] Upgrading

Posted by Unknown on 07:17 in , , , , , ,
SONG OF THE DAY
Raihan - Iman Mutiara [ download ]


Jangan hanya organisasi saja yang diupgrade setiap bulan bahkan mingguan. Karena diri kita juga harus diupgrade seperti anjuran Allah swt dalam firmannya:
“Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah..!” (QS an-Nisa: 136)

Ibnu Katsir menafsirkan ayat tersebut bukan sebagai tahshil al-hashil (yakni agar mereka beriman; padahal mereka sudah termasuk ke dalam orang-orang yang beriman), tetapi terkait dengan takmil al-kamil (yakni agar orang-orang yang beriman tersebut menambah sempurna iman yang telah ada).

Penafsiran ini tampak sesuai dengan ucap Rasulullah: “Jaddidu dinakum/imanakum (Perbaharuilah agama/iman kalian)” (HR at-Tirmidzi dan Ahmad).

Oleh karena itu, upgrade iman itu penting, agar iman yang ada pada diri ini laksana kurva yang terus menggapai puncak. Cakep bener. Terlebih lagi, jika label pada diri kita adalah label pengemban dakwah dan penjaga Islam terpercaya. Sudah sebuah hal yang wajar semestinya untuk setiap hari mengupgrade iman. Karena terkadang, kesibukan kita dalam agenda dakwah (baca: mengurusi urusan umat), juga peran kita yang lain ―mencari nafkah, mengurusi rumah tangga, dan belajar― membuat kita lupa mengurusi “kalbunya”. Jika terus menerus kalbunya dibiarkan terlantar, maka yang ada noda dalam hati semakin mewarnai. Titik demi titik, hingga menjadi hitam pekat akibat dosa-dosa kecil dan berbagai kelalaian yang tidak terasa sering dilakukan.

0

[Percikan] Rasa Malu Seorang Hamba kepada Allah SWT

SONG OF THE DAY
Alarm Me - Alaf Baru [ download ]

”Sesungguhnya semua Agama itu mempunyai akhlak, dan akhlak Islam itu perangai malu”. (HR. Imam Malik)
 
gambar google


Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari dan Abu Dawud, Rasulullah bersabda sesungguhnya malu itu sebagian dari iman. Bukan sembarang malu, karena dalam konteks ini, malu yang dimaksud adalah malu kepada Allah SWT. Malu yang sejalan dengan keimanan hamba kepada Penciptanya. Semakin malu ia terhadap Allah, maka semakin bertingkat keimanannya.

Sayangnya jika kita melihat fakta dilapangan kekinian, aktivitas malu terhadap Allah semakin hari semakin terkikis. Hal ini mampu disebabkan oleh Liberalisme, dengan pilar kebebasannya yang empat, yaitu kebebasan beragama (freedom of religion), kebebasan berpendapat (freedom of speech), kebebasan kepemilikan (freedom of ownership), dan kebebasan bertingkah laku (personal freedom).


0

[Islamologi] Hanya Predikat, Bukan Identitas

Posted by Unknown on 05:46 in , ,


0

[Islamologi] Susunan Puzzle yang Utuh : Keimanan yang Kaffah

Posted by Unknown on 19:22 in , , ,

Dan bahwa Islam adalah kebenaran. Dapat dipastikan adanya.
Tak hanya sebatas dogma. Ini rasional. Dapat dibuktikan.


0

[Islamologi] Kepingan Terakhir Puzzle Keimanan : Rasulullah, Sang Pembawa Islam

Posted by Unknown on 05:52 in , , ,

Perjalanan hidup Rasulullah, adalah lautan yang luas membentang,
Dengan kebeningan airnya yang kebiruan.
Di sana tersimpan pesona alami nan abadi.
Tiada mata yang bosan memandang.
Tiada hati yang jemu menikmati.
Tiada berhenti orang menyelami.
Karena sosok beliau, adalah pesona sepanjang masa.
(Sirah Nabawiyah, Syaikh Shafiyyurahman Al-mubarakfuri)
 

0

[Islamologi] Puzzle pertama : Jalan Menuju Keimanan

Posted by Unknown on 17:32 in , , ,

"Setiap benda pasti ada yang menciptakan. Melihat kursi kayu, maka ingatan akan tukang kayu melintas dalam benak. Menonton film, maka ingatan akan para kru pembuat film pun melintas dalam benak. Mustahil, sebuah hasil ada tanpa ada tangan-tangan yang membuatnya. Ini adalah sebuah hukum alam mutlak. Tak dapat kita pungkiri. Memungkiri penciptanya berarti memungkiri juga hasil ciptaannya."


0

[SangSingSong] Keimanan - Haris Isa Shaffiq

Posted by Unknown on 17:23 in , , ,

Copyright © 2009 Catatan Kecil Untuk Dunia All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.