Showing posts with label manusia. Show all posts
Showing posts with label manusia. Show all posts
0

[Percikan] Prasangka (Buruk) Manusia

Day 1 of 99


Manusia senantiasa diliputi prasangka yang jika tidak berupa prasangka baik, maka berupa prasangka buruk. Sayangnya, prasangka baik sulit didapati kekinian. Saya malah mendapati kebanyakan prasangka manusia adalah prasangka buruk. Prasangka ini seringkali dibiarkan berkembang terburu-buru tanpa diimbangi dengan analisis mendalam terhadap fakta. Manusia seringkali larut dengan hal-hal yang ada di permukaan. Prasangka membuat yang samar menjadi semakin samar hingga tak terlihat. Tidak berlebihan jika saya berpendapat bahwa prasangka adalah pangkal manusia menjadi tidak bijaksana. Bukankah Allah telah ingatkan kita mengenai prasangka dalam firman-Nya?

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu mempergunjingkan sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha penerima taubat lagi Maha penyayang.” (TQS. Al-Hujurat : 12)

0

[Ala Rasul] Managemen Manusia

Setiap manusia paling tidak memiliki tanggung jawab untuk memanagemen dirinya sendiri dan mungkin memiliki kesempatan untuk memanagemen manusia lain. Memimpin manusia. Karena dunia ini sudah berputar sekilan lamanya, tentu sudah banyak berbagai rupa ciri dan karakter pemimpin. Ada yang lembut, tegas ―jika tak ingin dikatakan galak―, ngga enakan, mengayomi lagi meriayah, cuek, dan banyak lainnya. Pun banyak pula cara pendekatan pemimpin kepada yang ia pimpin.

Jika membahas pemimpin kekinian, ada tipikal umum cara pendekatan kepada yang ia pimpin. Pertama, saya melihat, khususnya pada masyarakat Indonesia, masih tertarik dengan sosok pemimpin yang baik. Artinya pendekatan dengan mencitrakan dirinya adalah pemimpin yang baik, yang memotivasi lagi menginspirasi akan diterima secara terbuka oleh masyarakat. Kedua, karena manusia alaminya memiliki kebutuhan jasmani serta naluri-naluri yang mengelilinginya, maka pendekatan dalam bentuk materi, juga memungkinkan diterima oleh masyarakat. Oleh karenanya, masih eksis saja kisah suap demi mengambil hati rakyat.

0

[Percikan] Ana Ingin Keluar dari Jamaah

“Ustadzah, dulu ana merasa semangat dalam dakwah. Tapi belakangan rasanya semakin hambar. Ukhuwah makin kering. Bahkan ana melihat ternyata banyak pula yang aneh-aneh.” Begitu keluh kesah seorang darisah terhadap musyrifahnya di suatu hari.

Sang musrifah hanya terdiam, mencoba menggali semua kecamuk dalam diri darisahnya. Sang musrifah kemudian berkata dengan nada yang teramat halus, “Lalu, apa yang ingin antum lakukan setelah merasakan semua itu?”.

“Ana ingin berhenti saja, keluar dari jamaah ini. Ana kecewa dengan perilaku beberapa yang justru tidak islami. Juga dengan organisasi dakwah yang ana geluti, kaku dan sering mematikan potensi anggota-anggotanya. Bila begini terus, lebih baik ana berjuang sendiri.“ Sahut darisah tersebut.

0

[Percikan] Kelemahan dan Keterbatasan atas Manusia

Posted by Unknown on 07:56 in , , , ,
“Da aku mah apa atuh, cuma kebul damri sisa hasil pembakaran...“

Berbicara tentang manusia, alam semesta, dan kehidupan, semestinya cukup membuat kita menyadari kelemahan dan keterbatasan diri ini jika disandingkan dengan penginderaan yang sebenar-benarnya serta akal yang digunakan dengan pemikiran yang mendalam.

Sungguh, siapa pun yang mengarahkan pandangannya ke langit akan melihat betapa besar dan luasnya alam semesta ini. Langit bergantung yang ditinggikan tanpa tiang tak sanggup manusia menciptanya, bahkan hanya sekedar menjangkau pun tak berdaya.

Sungguh, siapapun yang mengarahkan pandangannya pada bintang-bintang di langit malam akan melihat betapa indahnya langit malam. Bintang yang bertebaran, berkelap-kelip tak jua sanggup manusia menghitung jumlahnya. Maka sungguh, secuil realitas kebesaran langit dan bintang sekaligus menunjukkan kebesaran, kekuasaan, dan keagungan Penciptanya.

0

[Catatan Harian] Tak Pernah Sempurna

Posted by Unknown on 17:48 in , , ,
SONG OF THE DAY
Gita Gutawa - Sempurna [ download ]


Kita sebagai manusia pasti paham bahwa kita tak mampu mencapai kesempurnaan. Tapi, tak mencapai kesempurnaan bukan berarti tak mencoba untuk melakukan yang terbaik bukan? Jika kita mampu melakukan yang terbaik, artinya kita mampu melakukannya mendekati sempurna.

Tapi ada satu yang tak pernah kita mampu mendekati kesempurnaan. Bukan berarti kita tak mampu. Hanya saja, ada faktor “x” yang menghalangi kita mencapai hampir sempurna. Aku pun baru menyadarinya…

2

[Percikan] Empat Tipe Manusia

SONG OF THE DAY
Opick - Kesaksian Diri [ download ]

Gambar Google

Sekarang lagi zamannya ngga sih, mengkarakteristikkan seseorang berdasarkan tipe tertentu? Ada yang menyukai aktivitas panjat gunung, lantas terciptalah karakteristik manusia berdasarkan aktivitas tersebut. Ada yang menyukai binatang, lantas terciptalah karakteristik mahasiswa berdasarkan kesukaannya terhadap binatang. Ada kupu-kupu, kuda-kuda, kura-kura, dll.

Namun jauh sebelum tipe-tipean ini menjamur dalam masyarakat. Khalil bin Ahmad al-Bishri telah menggolongkan empat jenis manusia di muka bumi ini. Sekiranya penggolongan ini mampu menjadi renungan kembali terkait tujuan manusia, terutama sebagai seorang muslim.

0

[Dialogue] Hitam Putih Kutub Manusia

Posted by Unknown on 07:12 in , , ,
Jangkung: (tertawa) Kau ini bayi, Kalong! Cobalah belajar bernafas dulu! (kalong bernafas dan gerak) Satu langkah kebenaran berjalan, Kalong, sepuluh langkah kejahatan melampauinya. (Kalong bernafas dan gerak) Kebenaran pontang-panting. (Kalong meningkat) Kalong. Apa warna kebenaran?

Kalong: Putih, Guru.

Jangkung: Dan warna kejahatan?

Kalong: Hitam

Jangkung: O, jadi kehidupan ini hitam putih. Yang putih dipuja, yang hitam dikutuk?

Kalong: Tidak. Karena manusia berwarna putih sekaligus hitam.

Jangkung: Dimanakah rumah persemayaman bagi warna hijau, kuning, ungu, biru, atau kelabu?

Kalong: Juga di sel-sel darah setiap manusia. Nilai kehidupan berkutubkan putih dan hitam, tapi manusia menelan semua warna.

Jangkung: Sehingga wajah dan kepribadiaannya tidak menentu?

Kalong: Ya. Tidak menentu. Tapi juga kaya, karena itu. Manusia memilih satu atau dua warna untuk dipoleskan di wajahnya, dan itu bisa berganti setiap pagi dan sore.

Jangkung: Atas pertimbangan apa manusia mengganti warna? Kebaikan? Keindahan? Kebahagiaan? Ketentraman?

Kalong: Selera, dan keuntungan. Manusia tidak terutama berpikir baik atau buruk, melainkan enak atau tidak enak, menguntungkan atau tidak menguntungkan...

Komentar:
Begitu aku membaca secuil naskah lakon tradisi „Perahu Retak“ karya Emha Ainun Nadjib, jujur saja aku begitu terkesima dan benar-benar jatuh cinta pada karya beliau. Beliau memang seringkali menghembuskan nafas Islam dalam setiap karyanya. Masterpiecenya.

Dialog antara tokoh Jangkung si Guru Pengembara dan Kalong si Murid benar-benar mensifati manusia setuhnya. Aku bersetuju bahwa ada dua kutub dalam diri manusia. Kutub yang putih dan yang hitam. Kaum China menyebutnya keseimbangan. Yin dan Yang. Tapi tetap, manusia memiliki warna lain dalam dirinya, yang membuat manusia semakin berwarna.

Karenanya, manusia mampu memilih warna yang akan dikenakannya. Bisa biru, ungu, kelabu, hijau, dll. Karenanya pula warna yang dipilih manusia mampu berganti siang dan sore. Pagi dan malam. Berbicara mengenai pergantian waktu, aku jadi teringat sebuah hadits Rasulullah yang berbunyi:
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bersegeralah beramal sebelum datangnya rangkaian fitnah seperti sepenggalan malam yang gelap gulita, seorang laki-laki di waktu pagi mukmin dan di waktu sore telah kafir, dan di waktu sore beriman dan pagi menjadi kafir, ia menjual agamanya dengan kesenangan dunia.” (HR. Ahmad No. 8493)

Pun aku bersetuju ketika Emha Ainun Nadjib menyebutkan pilihan manusia kebanyakan hanya berdasarkan selera dan keuntungan. Karena memang begitu dan beginilah manusia. Cenderung absurd dalam menjalani hidup. Kepentingan ke“aku“an memang cenderung lebih diutamakan. Pada akhirnya manusia akan kalah terhadap nafsu. Dimakan oleh kerakusan dirinya sendiri.

Aku punya sebuah tips untuk menangkal kekalahan manusia. Kekalahan kita terhadap diri kita sendiri. Satu tips gampang-gampang sulit. Hanya satu tips untuk kaum muslim. Hiduplah sesuai apa yang Allah syari’atkan. Dan semua selesai. Kita menang. 

0

[Percikan] Takut hanya kepada Allah

Posted by Unknown on 06:48 in , , , , , ,
SONG OF THE DAY
Shaffix - Manusia [ download ]

gambar google

“Ummul mukminin Aisyah ra. pernah menuturkan, bahwa apabila langit mendung, awan menghitam, dan angina kencang, wajah baginda Nabi saw. yang biasanya memancarkan cahaya akan terlihat pucat pasi karena takut kepada Allah. Beliau lalu keluar dan masuk kemasjid dalam keadaan gelisah seraya berdo’a (yang artinya), “Ya Allah…. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan hujan dan angin ini, dari keburukan apa saja yang dikandungnya dan keburukan apa saja yang dibawanya.”

Aisyah ra. bertanya, “Ya Rasulullah, apabila lagit mendung, semua orang merasa gembira karena pertanda hujan akan turun. Namun, mengapa engkau tampak ketakutan?”

Nabi saw. menjawab, “Aisyah, bagaimana aku dapat meyakini bahwa awan hitam dan angina kencang itu tidak akan mendatangkan azab Allah? Kaum ‘Ad telah dibinasakan oleh angina topan. Saat awan mendung, mereka bergembira karena mengira hujan akan turun. Padahal Allah kemudian mendatangkan azab atas mereka.” (HR Muslim dan at-Tirmidzi)

0

[Quote] Live, Love & Laugh

Posted by Unknown on 01:57 in , , , , , ,
"Betapa malu dan rumitnya cinta bertepuk sebelah tangan. Meskipun cinta bertepuk sebelah tangan menemukan jalannya sendiri. Itu adalah cinta yang terperangkap. Tak bisa menemukan jalan keluar. Meskipun aku orang yang memulainya. Tanpa tahu apapun, jika dia mengacuhkan pandanganku suatu hari nanti. Ini adalah cinta yang berakhir sia-sia tanpa memiliki tujuan. Tidak pernah memiliki kesempatan untuk memekarkan setiap bunga. Sebuah cinta yang tak pernah bisa berbuah seperti benih yang terlupakan. Itu adalah cinta tak berbalas."
-GDM

"Tapi Cinta Allah amatlah besar kepada hamba-hambanya. Takkan bertepuk sebelah tangan. Cinta Allah akan selalu berada dalam jalan kebenaran. Menuntun kita kepada kebahagiaan hakiki. Jalan keluar yang sempurna. Meskipun Sang Hamba yang memulai mendekatinyanya. Tanpa tahu apapun, Allah akan mendedekat bahkan lebih dekat dari permulaan. Ini adalah cinta suci yang takkan berakhir sia-sia. Demi ridho-Nya. Ia miliki kesempatan tuk memekarkan setiap bunga. Menjadi padang bunga. Indah. Tak terlupakan. Itu adalah cinta kepada Allah. Berbeda."

-Nisya

Copyright © 2009 Catatan Kecil Untuk Dunia All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.