Showing posts with label daulah islamiyah. Show all posts
Showing posts with label daulah islamiyah. Show all posts
0

[Ala Rasul] Managemen Manusia

Setiap manusia paling tidak memiliki tanggung jawab untuk memanagemen dirinya sendiri dan mungkin memiliki kesempatan untuk memanagemen manusia lain. Memimpin manusia. Karena dunia ini sudah berputar sekilan lamanya, tentu sudah banyak berbagai rupa ciri dan karakter pemimpin. Ada yang lembut, tegas ―jika tak ingin dikatakan galak―, ngga enakan, mengayomi lagi meriayah, cuek, dan banyak lainnya. Pun banyak pula cara pendekatan pemimpin kepada yang ia pimpin.

Jika membahas pemimpin kekinian, ada tipikal umum cara pendekatan kepada yang ia pimpin. Pertama, saya melihat, khususnya pada masyarakat Indonesia, masih tertarik dengan sosok pemimpin yang baik. Artinya pendekatan dengan mencitrakan dirinya adalah pemimpin yang baik, yang memotivasi lagi menginspirasi akan diterima secara terbuka oleh masyarakat. Kedua, karena manusia alaminya memiliki kebutuhan jasmani serta naluri-naluri yang mengelilinginya, maka pendekatan dalam bentuk materi, juga memungkinkan diterima oleh masyarakat. Oleh karenanya, masih eksis saja kisah suap demi mengambil hati rakyat.

0

[Tahukah Kamu] Makna Politis Adzan

sumber: mobavatar.com

Tahukah kamu? Jika saja para muslim mau merenungkan kalimat-kalimat yang terdapat dalam seruan untuk sholat. Bahwa adzan merupakan seruan resmi yang dikeluarkan dari pusat resmi negara ―masjid―. Ya. Bahwa adzan miliki makna politis.

Allahu Akbar Allahu Akbar
Sungguh Allah lebih besar daripada para thagut, maka Allah-lah yang lebih besar dalam membuat rintangan, dan Dia Maha Memenangkan semua urusan-Nya.

Asyhadu Alla Ilaha Illallah
Bahwa tak ada kedaulatan dalam negara Islam selain kepada Allah dan tidak ada hukum selain hukum Allah. Allah adalah Pencipta sekaligus Pengatur setiap urusan hamba-Nya.

Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah
Bahwa Allah swt telah menyerahkan kepemimpinan atas umat Islam kepada Muhammad, sehingga tidak ada seorang pun yang berhak merampas kepemimpinan darinya. Beliau tetap dengan kepemimpinannya hingga Allah menyempurnakan agama-Nya melalui al-Qur’an yang diturunkan kepada Rasul-Nya, dan juga melalui as-Sunnah yang diilhamkan Allah atas Rasul-Nya. Sungguh Rasulullah merupakan sebaik-baiknya suri tauladan bagi umatnya.

Hayya ‘Alash Shalah. Hayya ‘Alal Falah
Maka bersegeralah, wahai manusia, untuk bergabung di bawah bendera negara yang murni karena Allah ini dengan bersama-sama memperkokoh hubungan manusia dengan Tuhannya, memperkokoh hubungan manusia dengan sesamanya berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan yang sangat tinggi.

Allahu Akbar Allahu Akbar. La ilaha Illallah
Akhirnya, Allah kembali mempertegas akan keMahaan-Nya. Bahwa kedaulatan dalam Negara Islam hanya milik Allah semata, dan hukum yang ada dalam Negara Islam hanya syari’at-Nya saja.

Sumber: Prof. Dr. Muh. Rawwas Qol’ahji. Sirah Nabawiyah: Sisi Politis Perjuangan Rasulullah SAW. 2011. Al Azhar Press: Bogor.



0

[Tahukah Kamu] Apa Kata Sejarawan Barat tentang Turki Utsmani?

Tahukah kamu?

Berbagai riwayat menceritakan keindahan penerapan Islam dalam institusi Daulah Khilafah Islamiyah. Termasuk para sejarawan Barat yang mencatat kegemilangannya. Dalam bukunya, The Rise and Fall of The Great Powers: Economic Change a Military Conflict from 1500 to 2000, saat mendiskusikan Kekhilafahan Utsmani, Paul Kennedy menulis, “Inperium Utsmani lebih dari sekedar mesin militer; ia telah menjadi penakluk elit yang telah mampu membentuk satu kesatuan iman, budaya, dan bahasa pada sebuah area yang lebih luas dibandingkan dengan yang pernah dimiliki oleh Imperium Romawi dan untuk jumlah penduduk yang lebih besar. Dalam beberapa abad sebelum tahun 1500, dunia Islam telah jauh melampaui Eropa dalam bidang budaya dan teknologi. Kota-kotanya demikian luas, rakyatnya terpelajar, perairannya sangat bagus. Beberapa kota di antaranya memiliki universitas-universitas dan perpustakaan yang lengkap dan memiliki masjid-masjid yang indah. Dalam bidang matematika, kastografi, pengobatan dan aspek-aspek lain dari sains dan industry, kaum muslim selalu berada di depan.”


Sumber: Makalah Kongres Ibu Nusantara ke-2 Halaman 61



0

[Apa Kabar Indonesia] Gambaran Akan Khilafah

bogotabb.blogspot.com

Dalam paragraf pertama pendahuluan kitab Daulah Islamiyah, Ust Taqiyuddin an-Nabhani menuliskan bahwa, “Generasi sekarang belum pernah menyaksikan Daulah Islam yang menerapkan Islam. Begitu pula generasi yang hidup pada akhir masa Daulah Islam (Daulah Utsmaniyah) yang berhasil diruntuhkan Barat. Mereka hanya dapat menyaksikan sisa-sisa negara tersebut dengan secuil sisa-sisa Pemerintahan Islam. Karena itu, sulit sekali bagi seorang muslim untuk memproleh gambaran tentang Pemerintahan Islam yang mendekati fakta sebenarnya sehingga dapat disimpan dalam benaknya. Anda tidak akan mampu menggambarkan bentuk pemerintahan tersebut, kecuali dengan standar sistem demokrasi yang rusak yang anda saksikan, yang dipaksakan atas negri-negri Islam.”

Jika hari ini masyarakat Indonesia ditanya dengan pertanyaan sederhana ―sederhana karena sebagai muslim, ia harus tahu― tentang apa itu khilafah?, saya yakin, saya akan mendapat jawaban yang berbeda. Tapi mengingat peristiwa belakangan ini, saya yakin sebagian besar masyarakat akan menghubungkan khilafah dengan ISIS, walaupun opini ini cenderung dipaksakan karena digiring oleh berbagai media nasional. Hal ini wajar, karena Ustadz pun telah menuliskan di awal pendahuluan bukunya, bahwa akan sulit bagi kebanyakan kaum muslim kekinian untuk menggambarkan khilafah bahkan mungkin ada masyarakat yang tidak tahu menau tentang pengertian khilafah. Hal ini bahkan juga menjadi wajar, karena generasi yang hidup pada akhir masa Daulah Utsmaniyah pun akan kabur dalam menggambarkan khilafah yang ―akhirnya― berhasil diruntuhkan Barat dengan berbagai cara dan tipu muslihat.

Copyright © 2009 Catatan Kecil Untuk Dunia All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.