Showing posts with label apa kabar indonesia. Show all posts
Showing posts with label apa kabar indonesia. Show all posts
0

[Apa Kabar Indonesia] Starving Children on Madaya

Day 04 of 99


Apa kabar Indonesia? Sudahkah kita menyempatkan untuk sejenak bersyukur hari ini? Jika belum, maka bersyukurlah sekarang. Paling tidak, bersyukurlah karena kita masih merasakan nikmat menjadi seorang muslim dan tinggal di Indonesia.

Bersyukurlah. Karena kita jauh lebih beruntung dibandingkan dengan saudara-saudara kita di Timur Tengah, khususnya di Suriah. Jika peristiwa teror bom Thamrin saja sudah membuat masyarakat Indonesia resah, maka bagaimana keresahan saudara kita yang setiap harinya mendapat teror bom yang datang dari segala penjuru? Jika impian kita masih skala dunia dan bersifat materi (ingin menjadi ini dan itu. Ingin beli ini dan itu. Ingin mendapat ini dan itu), maka impian saudara kita nun jauh di daerah konflik sudah jauh sampai langit tingkat ke tujuh. Beyond the see. Beyond the inspiration.

Masihkah kita belum bersyukur? Bahkan dengan kondisi kekinian saudara kita di beberapa wilayah Suriah? Atau mungkin kalian tak mengetahuinya? Bahwa para pembawa teror bagi saudara kita semakin brutal dan kosong manusiawi setelah mereka tak bisa menghentikan rakyat Suriah dengan berbagai jenis senjata. Kini mereka beralih memeranginya dengan kelaparan.

0

[Apa Kabar Indonesia] Negeri Para Pemalsu

Posted by Unknown on 02:53 in , , ,
tribunnews.com
Beberapa waktu belakangan, negeri ini digemparkan dengan kemunculan beberapa hal yang mengandung kepalsuan. Tersebut beras palsu, yang ditengarai terkandung bahan plastik di dalamnya. Ijazah palsu pun marak. Belum lagi fenomena kosmetik palsu, lensa kontak palsu, lada palsu, susu palsu, pupuk palsu, dan uang palsu. Pun tidak terlewatkan janji-janji palsu dari para politisi dan para pemimpin negeri ini.

Faktanya, fenomena ini adalah kejadian yang selalu berulang dengan cara yang semakin kreatif dan semakin membuat warga cemas. Jika ditilik dari motifnya, paling tidak terdapat dua motif yang pada awalnya berhukum mubah jika diwujudkan dengan cara yang benar sesuai aturan Islam. Pertama, motif ekonomi untuk mendapatkan keuntungan dengan cepat dan besar. Kedua motif politik demi meraih jabatan dan kekuasaan. Namun kemunculan beberapa hal yang mengandung kepalsuan kekinian menandakan bahwa motif ekonomi maupun motif politik diwujudkan dengan menghalalkan segala cara, walaupun sampai merugikan masyarakat kebanyakan.

Semua itu terjadi karena berpangkal pada pemikiran sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan. Meletakkan pahala dan dosa seakan terpisah dari apa yang manusia perbuat dalam urusan kehidupannya. Sekularisme jualah yang menjadi biang kemunculan mental-mental para pemalsu. Kita harus menyadari bahwa sistem ini memiliki kecacatan bahkan sejak lahirnya. Pemalsu janji politik yang terus berulang adalah salah satu contohnya. Sistem demokrasi sekularisme mendorong para calon pemimpin negeri berlomba-lomba dengan segala cara demi memikat rakyat agar memilih mereka. Para pemalsu ini pun menebar benih-benih janji yang tidak dapat dipertanggungjawabkan perwujudannya. Di sisi lain, para pemalsu barang-barang masih leluasa akibat penanganan oleh aparat yang terkesan lambat dan tidak tuntas.

Negeri ini sudah terlampau banyak bencana akibat ulah tangan manusianya. Terutama akibat kesombongan atas pemakaian hukum demokrasi sekularisme dibandingkan aturan mulia Sang Pencipta dan Pengatur. Sungguh, selama sistem demokrasi terus menerus dipertahankan maka para pemalsu ini akan terus menerus menjamur. Para pemalsu pun seakan menjadi sebuah konsekuensi sebab-akibat dan ciri dari pelaksanaan sistem ini. Dan sungguh, satu-satunya solusi baik jangka pendek dan jangka panjang adalah kembali kepada fitrah kemusliman manusia, yaitu bertaqwa dengan sebenar-benarnya taqwa, termasuk ke dalamnya taqwa dalam menggenapi syariah Allah dalam bingkai Daulah Khilafah Islamiyah.



0

[Tahukah Kamu] Meliberalnya Demokrasi Indonesia

Tahukah kamu?
Bahwa “di Indonesia sekarang tengah diterapkan sistem politik yang paling liberal.“ (Prof. Din Syamsuddin). Ya. Bahkan di negara kampium demokrasi sekalipun, tidak ada walikota yang dipilih secara langsung.
Tahukah kamu?
Bahwa demokrasi hanya mampu memperkaya segelintir orang, tapi tidak mampu menyejahterakan umat. Karena “Menurut data Forbes, rasio gini di Indonesia adalah 0,41 pada tahun 2012.“ (Irman Gusman, Ketua DPD RI). Artinya, 1% penduduk menguasai 41% kekayaan negara.
Bahkan, ”Pada tahun 2014, kekayaan 40 orang terkaya di Indonesia sebesar Rp640 triliun. Sekitar 30% APBN tahun 2014.” (Irman Gusman, Ketua DPD RI).

Komentar:
Fakta di atas hanyalah segelintir fakta bobroknya sistem demokrasi, yang sedianya sudah keluar masuk telinga masyarakat Islam di Indonesia. Tapi bagai katak dalam tempurung, masyarakat Indonesia masih saja nyaman dalam sempitnya kehidupan. Tak ada wacana untuk merevolusi sistem yang ada walau seringkali kebobrokannya di pergunjingkan. Solusi yang ditawarkan tetap saja mengawang hingga sulit terealisasi. Bukankah pembelajar yang baik akan berkaca dari kesalahannya? Tak terpikirkah pemimpin umat kekinian akan solusi mendasar? Bukankah Allah ciptakan kita untuk beribadah secara total? Maka apapun yang kita lakukan, di ranah privat maupun publik, sudah semestinya menghadirkan Allah dengan melaksanakan aturannya. Jika kewajiban sholat yang merupakan ranah privat mampu kita laksanakan, mengapa kewajiban hukum potong tangan atas pencuri tak mampu kita laksanakan?



0

[Islamologi] Keharaman Penetapan Harga Oleh Pemerintah

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan pengaturan pada segala hal yang menyangkut perbuatan hamba-Nya, baik itu dalam skala privat maupun publik. Sungguh, sangat merugi umat kekinian yang teramat sombong hingga tak lagi mengenakan syariat-Nya sebagai bagian dari kehidupan. Salah satunya adalah pengaturan Islam dalam persoalan ekonomi terkait haram tidaknya penetapan harga pada barang kepemilikan umum dalam Islam.

1

[Apa Kabar Indonesia] Jejak Khilafah di Nusantara: Surat Untuk Khalifah


sumber: http://4.bp.blogspot.com/
Jika hari ini wacana khilafah sedang marak di Indonesia, walaupun dengan adanya monsterisasi khilafah akibat ISIS di Irak dan Suriah. Walaupun masih sedikit jua masyarakat yang benar-benar mengetahui khilafah, namun keawaman masyarakat kekinian berbanding terbalik dengan masa silam. Adalah sangat jelas dalam sejarah Indonesia, bahwa syariah Islam pernah secara formal diterapkan di bumi Nusantara. Tidak hanya itu, kesultanan di Indonesia miliki hubungan yang jelas dengan Kekhilafahan.

Menilik dari sejarahnya, para ahli sejarah mengakui bahwa kekhilafahan Islam eksis dan menjadi kekuatan besar. Setelah masa Khilafaur Rasyidin, di belahan Barat Asia muncul kekuatan politik yang menyatukan umat Islam dari Spanyol hingga Sind. Orang-orang mengenalnya sebagai Kekhilafahan Bani Umayah (660-749 M). Selanjutnya orang-orang pun mengenal Kekhilafahan Abbasiyah yang memimpin kurang lebih satu abad lamanya (750-870 M). Terakhir, orang-orang mengenal Kekhilafahan Utsmaniyah dengan Muhammad Al-Fatih sebagai pemimpin mereka yang berhasil menaklukan Konstantinopel. Kekuasaan yang berakhir hingga usia 1924 M.

0

[Apa Kabar Indonesia] Umat yang Pecah Belah: Tembok Tebal Penghalang Khilafah

arinaiera.blogspot.com
“This caliphate would be a totalitarian Islamic empire encompassing all current and former Muslim lands, stretching from Europe to North Africa, the Middle East, and Southeast Asia.” (Khilafah ini akan menjadi imperium Islam yang totaliter yang akan melintasi negeri-negeri Muslim kini dan dulu, membentang dari Eropa hingga Afrika Utara, Timur Tengah, dan Asia Tenggara) –George. W Bush (2006)

Masih ada yang belum pernah mendengar kata Khilafah? Atau ada yang masih meragukan konsep agung Khilafah? Teruskan saja atas ketidaktahuan dan ketidakpercayaanmu #nyindir. Toh, khilafah akan tetap tegak ditangan orang-orang yang memperjuangkannya. Hanya saja, jika bukan kaum muslimin yang percaya dan memperjuangkannya, siapa lagi? Padahal kafir barat telah menyadari adanya ancaman ideologis yang amat serius dan mematikan bagi mereka. Ancaman itu bukanlah para pengusung ideologi sosialisme, tapi ideologi agung yang akan terimplementasi secara nyata dalam wadah bernama khilafah.

Kesadaran Barat ini menimbulkan kekhawatiran mereka akan tegaknya khilafah jilid dua, yang pada jilid sebelumnya telah mereka hancurkan berkeping-keping. Khilafah benar-benar menjadi momok menakutkan bagi barat. Pasalnya, persatuan kaum muslimin seluruh dunia dalam satu negara akan membangkitkan segenap potensi dan kekuatan. Hal ini tidak dipungkiri mengakibatkan keruntuhan hagemoni dan kuasa barat akan dunia.

Ya, Barat kini tengah membangun tembok amat tebal antara umat muslim dan kekhilafahan. Tembok besar yang terdiri atas serangkaian konspirasi, strategi, dan kebijakan politik luar negeri yang mereka bangun di atas negeri-negeri kaum muslim untuk mencegah kembalinya kehidupan Islam.

0

[Apa Kabar Indonesia] Gambaran Akan Khilafah

bogotabb.blogspot.com

Dalam paragraf pertama pendahuluan kitab Daulah Islamiyah, Ust Taqiyuddin an-Nabhani menuliskan bahwa, “Generasi sekarang belum pernah menyaksikan Daulah Islam yang menerapkan Islam. Begitu pula generasi yang hidup pada akhir masa Daulah Islam (Daulah Utsmaniyah) yang berhasil diruntuhkan Barat. Mereka hanya dapat menyaksikan sisa-sisa negara tersebut dengan secuil sisa-sisa Pemerintahan Islam. Karena itu, sulit sekali bagi seorang muslim untuk memproleh gambaran tentang Pemerintahan Islam yang mendekati fakta sebenarnya sehingga dapat disimpan dalam benaknya. Anda tidak akan mampu menggambarkan bentuk pemerintahan tersebut, kecuali dengan standar sistem demokrasi yang rusak yang anda saksikan, yang dipaksakan atas negri-negri Islam.”

Jika hari ini masyarakat Indonesia ditanya dengan pertanyaan sederhana ―sederhana karena sebagai muslim, ia harus tahu― tentang apa itu khilafah?, saya yakin, saya akan mendapat jawaban yang berbeda. Tapi mengingat peristiwa belakangan ini, saya yakin sebagian besar masyarakat akan menghubungkan khilafah dengan ISIS, walaupun opini ini cenderung dipaksakan karena digiring oleh berbagai media nasional. Hal ini wajar, karena Ustadz pun telah menuliskan di awal pendahuluan bukunya, bahwa akan sulit bagi kebanyakan kaum muslim kekinian untuk menggambarkan khilafah bahkan mungkin ada masyarakat yang tidak tahu menau tentang pengertian khilafah. Hal ini bahkan juga menjadi wajar, karena generasi yang hidup pada akhir masa Daulah Utsmaniyah pun akan kabur dalam menggambarkan khilafah yang ―akhirnya― berhasil diruntuhkan Barat dengan berbagai cara dan tipu muslihat.

0

[Apa Kabar Indonesia] Ketika Nyawa Tak (Lagi) Berharga

SONG OF THE DAY
Hadad Alwi - Astagfirullah [ download ]

Gambar Google

Ucap Rasulullah:
“Hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang muslim“ (An-Nasa’i)

Angka kejahatan di negri ini cukup fantastis. Tahun 2013 lalu, Polda Metro Jaya mencatat ada 51.444 kasus kriminal di Jakarta dan sekitarnya. Satu kejahatan tiap 10 menit 13 detik. Satu pembunuhan terjadi tiap lima hari. Di tahun 2014, Polda Metro Jaya meramalkan akan peningkatan kasus kriminal.

Semester awal pertama problematika tahun 2014 pun mulai terjangkiti maraknya kasus pembunuhan. Kasus berlatar belakang asmara tampaknya menjadi kasus yang mendapat perhatian cukup besar. Tampaknya kini begitu mudah manusia untuk melakukan pembunuhan, pemerkosaan, dan perbuatan jahat lainnya demi alasan yang terkadang tidak masuk di akal.

Inilah yang menjadi terbetik dalam hati-hati masyarakat Indonesia rasa was-was. Rasa ini kini menjelma menjadi sahabat akrab yang selalu  Rasa was-was kini telah menjadi sahabat sebagian besar masyarakat.

0

[Apa Kabar Indonesia] Mengkaji Ulang Demokrasi demi Indonesia Hebat

SONG OF THE DAY
AlarmMe - Rapsodi Perjuangan [ download ]

Gambar Google

Hiruk pikuk kampanye menjadi konsumsi masyarakat Indonesia khususnya seminggu terakhir. Seluruh aspek ramai membicarakan pemilu yang akan berlangsung kurang lebih dua minggu lagi. Kampanye sejatinya adalah salah satu bentuk implementasi pelanggengan demokrasi. Salah satu cara untuk memperoleh dukungan demi kemenangan pemilu. Pergantian rezim yang berlangsung setiap lima tahunan.

Pada dasarnya masyarakat Indonesia memahami bahwa demokrasi sama dengan Islam. Masyarakat pun kebanyakan menghukumi mubah atas sistem demokrasi. Hanya saja kaum muslimin sekiranya mengkaji ulang fenomena ini melalui sudut pandang Islam dengan menggunakan Al-Qur’an dan Sunnah Rasul.

0

[Artofolio] Akhirnya Islam

Posted by Unknown on 07:39 in , , ,
Demokrasi, demokrasi
Kemana lunturnya idealismemu?
Katamu kedaulatan ditangan rakyat
Dari, oleh, dan untuk rakyat
Tapi rakyat masih saja merana
Memikul beban berat kehidupan

Demokrasi, demokrasi
Mengapa kau tak bisa dipercaya?
Banyak janji yang terucap oleh pengikutmu
Sebanyak itupun pengikutmu mengingkari

Katanya katakan tidak pada korupsi
Katanya BBM tak akan naik
Katanya akan perjuangkan nasib wong cilik
Katanya hantu KKN akan diberantas
Katanya, katanya, katanya
Setelahnya ingkar

Karena bagi demokrasi,
Muslimah tak wajib memakai jilbab
Tak wajib memakai kerudung
Semua dianggap mubah
Sedang yang wajib memakai helm

Karena bagi demokrasi,
Kaum muslim tak mesti bayar zakat
Tak mesti berinfak
Semua dianggap terserah
Sedang yang wajib membayar pajak

Apa dikata Allah nanti?
Menyaksikan aturan sempurnanya
Satu demi satu terkelupas
Dari negara, masyarakat
Menyisakan sedikit dari individu
koma

Apa mesti dikata kaum muslim nanti?
Menjelang hari perhitungan
Perhitungan yang tak kenal meleset
Tak seperti kalkulasi manusia
Yang mudah dimanipulasi

Dentingan demokrasi perlahan memudar
Tik. Tik. Tik. Titik
Suaranya semakin hilang terdengar
Terganti dengan suara perubahan
Hakiki. Mendasar.
Perubahan yang datang dari langit
Satu-satunya perubahan yang benar
Islam

0

[Apa Kabar Indonesia] Menyibak Tabir : Pekerja Seks Komersial Bukan Pahlawan

Posted by Unknown on 20:10 in , , ,
SONG OF THE DAY
Peterpan - Kupu-Kupu Malam [ download ]
gambar Google

Apa kabar Indonesia? Beberapa waktu lalu mata najwa mengundang Walikota Surabaya menjadi narasumbernya. Selama acara tersebut, mata ini tak berhenti-henti meneteskan airmatanya. Kasihan sekali Bu Risma, pemimpin baik yang lahir dalam sistem demokrasi. Begitu lelahnya ia bekerja demi memperbaiki masyarakat surabaya. Pikiran, tenaga, bahkan materi yang ia kerahkan seakan sia-sia. Sistem demokrasi semakin membuatnya tertekan. Sedang masalah tak kunjung mereda malah semakin meradang. Ia laksana memperbaiki sendirian, saat sistem sekelilingnya demikian merusak.

Aku tak habis pikir saat Bu Risma berbicara mengenai lokalisasi di Surabaya. Dikisahkan seorang pekerja seks komersial berusia senja. Umurnya sudah memasuki kepala enam tapi masih saja melayani orang-orang yang bernafsu bejat. Saat hatiku bertanya pria mana yang taga memakai jasa ibu tersebut, terkejutlah aku mendengar penuturan Bu Risma. Yang memakai jasanya adalah anak sekolah dasar dan menengah yang hanya membayar dengan seribu dua ribu.

Lain halnya dengan Bupati kendal, Ibu Widya. Beliau mengatakan bahwa pekerja seks komersial laksana pahlawan keluarga. Pernyataan ini membuat keningku berlipat, hingga aku menulis sebuah opini yang kukirimkan pada media online islampos.

Alhamdulillah tulisan tersebut dimuat. Jika teman-teman berkenan untuk membaca opiniku terhadap pernyataan Bu Widya. Silahkan dibaca disini.

0

[Apa Kabar Indonesia] Pray for Indonesia : Indonesia Siaga Bencana

SONG OF THE DAY
Sherina - Indonesia Menangis [ download ]

gambar google

Rentetan musibah bencana alam melanda sejumlah wilayah ibu pertiwi. Media televisi begitu gencar memberintakannya. Banjir begitu dahsyat menimpa Indonesia. Mulai dari Pulau Jawa hingga luat Pulau Jawa. Di Jakarta saja, 50 kelurahan terendam amukan banjir. Di Subang ribuan rumah di 12 kecamatan dilanda banjir, hingga wilayah lainnya seperti Bekasi, Indramayu, Pamanukan, Pekalongan, Pemalang, Batang, Kendal, Semarang, Pati, Kudus, Jepara. Kabut duka benar-benar mengelilingi korban banjir yang harus mengungsi dari tempat tinggal mereka. Pray for Indonesia.

Tidak hanya itu, 25 Januari lalu menjadi saksi bisu terjadinya gempa 6,5 skala richter di barat daya Kebumen. Guncangan gempa dirasakan oleh warga Magelang, Cilacap, hingga Ciamis. Tak ada korban jiwa dalam bencana ini, namun puluhan rumah rusak menjadi satu dengan bumi. Pray for Indonesia.

Dan kini, erupsi gunung Sinabung menjadi headline besar-besaran. Sekitar 28ribu jiwa dari 34 desa harus mengungsi. Hingga kini, terdapat 16 korban meninggal akibat terkena awan panas dan kerugian mencapai ratusan miliar rupiah. Pray for Indonesia.

Indonesia kini sedang diuji oleh ketetapan-Nya. Tak ada yang mampu mengubah dan mencegah bencana yang merupakan qadha’ Allah. Sikapi dengan bijaksana setiap problematika dengan lapang dada, ridha, bersabar, bertawakal kepada-Nya dan mengembalikan semuanya kepada Allah yang Mahakuasa.

0

[Review] Miracle in Cell No.7 (2013)

gambar google

Jika ingin melihat bagaimana sebuah hukum buatan manusia bekerja, tak ada salahnya jika kalian menonton film korea keluaran tahun 2013 ini. Bertajuk Miracle in Cell No.7, penonton akan diajak untuk menyelami ketidakadilan kehidupan yang dialami oleh Ye-seung (Kal So-won) dan ayahnya Yong-goo (Ryoo Seung-Ryong) yang memiliki keterbelakangan mental. Jujur saja, film ini berhasil membuatku menangis berdarah-darah dan semakin membenci demokrasi.

Konflik utama film ini bermula hanya karena keinginan Ye-seung untuk membeli tas terakhir bergambar tokoh fiksi favoritnya, Sailormoon di etalase sebuah toko. Malang, tas tersebut malah dibeli oleh orang lain.
Suatu hari anak dari pembeli tas sailormoon itu datang kepada Yong-goo demi menunjukkan tas sailormoon lain yang bisa Yong-goo beli untuk anaknya. Yong-goo mengikuti langkah anak tersebut dengan gembira. Anak tersebut berjalan beberapa langkah darinya. Saat ia menyusulnya, anak tersebut telah tergeletak tak berdaya. Dari kepalanya keluar darah yang masih segar.

0

[Apa Kabar Indonesia] Ala Indonesia, Jaminan Kesehatan Nasional Syarat dan Ketentuan Berlaku

SONG OF THE DAY
Shoutul Khilafah - Sambutlah Khilafah [ download ]


Apa kabar Indonesia di awal Januari 2014? Tepat pada pergantian tahun ini pemerintah resmi menerapkan Jaminan Kesehatan Nasional, walaupun harus diawali oleh tragedi protes dan keraguan pihak pemberi kesehatan, toh cukup banyak klinik, puskesmas atau rumah sakit yang mau bergabung.
Apakah artinya rakyat dapat terjamin kesehatannya secara gratis? Ehmmm, sepertinya sulit untuk menjawab dengan “ya” dan “tidak” secara gamblang karena seperti produk yang dipasarkan, ada syarat dan ketentuan berlaku.


2

[Apa Kabar Indonesia] Jusuf Kalla


Quelle : inspirasibangsa.com
SONG OF THE DAY
Marshanda - dari Sujud ke Sujud [ download ]

Bahwa kita tidak bisa sepenuhnya mandiri tentu benar. Impor pasti ada. tidak ada negara yang mampu hidup tanpa membeli dari luar negeri. Tapi kita harus berusaha terus menguatkan kemampuan produksi kita. Contohnya pada zaman saya, ada impor beras tidak? Tidak kan? Padahal sebelumnya kita impor. Pada tahun 2008-2009 kita lakukan peningkatan produksi. Saya keliling Indonesia. Kita bagikan bibit yang bagus pada petani. Tapi begitu saya berhenti, impor lagi..
..............
Jusuf Kalla


3

[Apa Kabar Indonesia] Irman Gusman

Posted by Unknown on 05:15 in , , ,

Quelle : www.m.cuplik.com
SONG OF THE DAY
Haris Isa - Sepucuk Surat untuk Adik [ download ]

Kalau sekarang ada penolakan otonomi karena dianggap gagal, saya rasa itu datang dari mereka yang kehilangan kekuasaan dan kenikmatan. Mereka merasa harus mengendalikan kekuasaan karena kekuasaan adalah uang. Ini soal mindset dan kepentingan. Otonomi baru berjalan 12 tahun. Kalau ada yang salah, diperbaiki kemudian disupervisi. Ini seperti anak yang sedang belajar. Kalau salah, harus dibimbing, duluruskan. Si anak juga akan terus belajar memperbaiki diri.
............
Irman Gusman

0

[Apa Kabar Indonesia] Jalan Baru Revolusi Suriah


SONG OF THE DAY
Seismic - Syukurku [ download ]

Revolusi Suriah nampaknya tak akan padam sampai di sini. Dua tahun merupakan rekor terlama untuk sebuah revolusi yang melanda negri-negri Arab. Jika revolusi di Mesir berhasil mereda saat Muhammad Mursi naik menjadi presiden, Suriah lantas masih panas bahkan saat Amerika turun tangan. Membajak revolusi di negri-negri Arab, hingga kekuasaan Amerika terus bercokol.


0

[Apa Kabar Indonesia] Hary Tanoesodibjo


 
Quelle : collection27.blogspot.com
SONG OF THE DAY
Aka Canovea - Kieru To Modoru [ download ]

Indonesia yang penduduknya besar malah sibuk membedakan suku, ras, agama, Itu semua tidak perlu, karena kepentingan kita sama. Kita ingin Indonesia maju, damai, sejahtera, dan adil... Kaya-Miskin itu juga bentuk ketidakadilan. Ini merujuk pada kesejahteraan masyarakat, semua orang seharusnya memiliki kesempatan yang sama untuk sejahtera. Yang tidak mampu disubsidi dari pajak orang mampu
.........
Hary Tanoesodibjo

0

[Apa Kabar Indonesia] Gita Wirjawan

Posted by Unknown on 06:46 in , , , ,

Quelle : profil.merdeka,com
SONG OF THE DAY
Snada - Saat Azal Menjelang [ download ]

Intinya, kita harus berpikir tentang langkah-langkah
yang membawa manfaat bagi masyarakat luas,
bukan semata melindungi kepentingan sebagian kecil pengusaha
yang memang warga Indonesia
yang belum tentu berpikir tentang kepentingan orang banyak
.......
Gita Wirjawan

0

[Apa Kabar Indonesia] Indonesia 2014, Akan dibawa Kemana?

Posted by Unknown on 06:06 in , ,

            
Quelle : politik.kompasiana.com
            SONG OF THE DAY
Raihan - Demi Masa [ download ]
“Waktu ibarat pedang, jika engkau tidak menebasnya 
maka ialah yang menebasmu. 
Dan jiwamu jika tidak kau sibukkan di dalam kebenaran 
maka ia akan menyibukkanmu dalam kebatilan.” 
-Imam Syafi'i-

Copyright © 2009 Catatan Kecil Untuk Dunia All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.