Showing posts with label pemimpin. Show all posts
Showing posts with label pemimpin. Show all posts
0

[Ala Rasul] Managemen Manusia

Setiap manusia paling tidak memiliki tanggung jawab untuk memanagemen dirinya sendiri dan mungkin memiliki kesempatan untuk memanagemen manusia lain. Memimpin manusia. Karena dunia ini sudah berputar sekilan lamanya, tentu sudah banyak berbagai rupa ciri dan karakter pemimpin. Ada yang lembut, tegas ―jika tak ingin dikatakan galak―, ngga enakan, mengayomi lagi meriayah, cuek, dan banyak lainnya. Pun banyak pula cara pendekatan pemimpin kepada yang ia pimpin.

Jika membahas pemimpin kekinian, ada tipikal umum cara pendekatan kepada yang ia pimpin. Pertama, saya melihat, khususnya pada masyarakat Indonesia, masih tertarik dengan sosok pemimpin yang baik. Artinya pendekatan dengan mencitrakan dirinya adalah pemimpin yang baik, yang memotivasi lagi menginspirasi akan diterima secara terbuka oleh masyarakat. Kedua, karena manusia alaminya memiliki kebutuhan jasmani serta naluri-naluri yang mengelilinginya, maka pendekatan dalam bentuk materi, juga memungkinkan diterima oleh masyarakat. Oleh karenanya, masih eksis saja kisah suap demi mengambil hati rakyat.

0

[Islamologi] Kebolehan Masuk Parlemen Berdasarkan Nabi Yusuf?

”Siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang telah Allah turunkan, mereka itu adalah: orang-orang kafir (Al-Maidah [5]: 44) … orang-orang yang zalim (Al-Maidah [5]: 45) … orang-orang fasik” (Al-Maidah [5]: 47)

tribunnews.com
Ulama salathin (ulama pemerintah) ada yang menyatakan tentang bolehnya terlibat dalam sistem kufur (demokrasi-red) dengan dalil, bahwa Nabi Yusuf as pun pernah menjadi raja di Mesir. Alasan ini dijadikan dalil bagi kaum muslimin berbondong-bondong untuk melangkah dalam parlemen kekinian. Hanya saja, jika ditelusuri lebih dalam, pendapat ini tidaklah miliki pondasi yang kokoh. Tak lebih dari pembenaran demi melanggengkan kekuasaan.

0

[Dialogue] Memilih Setia pada Islam

Posted by Unknown on 06:56 in , , , , , , ,
gambar google

Aku sangat suka membuka obrolan dengan para pedagang saat aku kebetulan membeli dagangannya. Apapun bisa menjadi bahan obrolan. Beberapa pedagang sudah seringkali terlibat percakapan denganku karena memang tingginya intensitas aku membeli di tempat tersebut. Beberapa pedagang makanan bahkan sudah tau seleraku tanpa harus kuberitahu sebelumnya.

Obrolan dengan para pedagang kuakui sangat menarik. Salah satunya saat seorang pedagang bertanya kepadaku..
Mang A           : “Pemilu pulang ngga?“
Nisya               : “Ngga Mang, saya golput.“ (sambil meringis ketawa menunggu jawabannya)
Mang A           : (tersenyum puas) ”Bagus. Bagus.”

Jangan bilang-bilang, sebetulnya aku tak pernah benar-benar menjadi golput. Karena yang aku ingin adalah memilih aturan Islam bukan aturan demokrasi. Jika memang ada calon-calon pemimpin bangsa yang akan menegakkan Islam secara kaffah, tanpa ragu, PASTI akan aku pilih. Hanya saja, keadaannya kini, jika aku memilih maka sama saja dengan memberikan cek kosong tanpa aku tahu berapa nominal yang akan diisi. Lagian fakta perubahan mendasar (revolusi) tak terjadi lewat jalur pemerintah bukan? revolusi orde baru ke reformasi cukup menjadi fakta bagiku.

0

[Apa Kabar Indonesia] Menyibak Tabir : Pekerja Seks Komersial Bukan Pahlawan

Posted by Unknown on 20:10 in , , ,
SONG OF THE DAY
Peterpan - Kupu-Kupu Malam [ download ]
gambar Google

Apa kabar Indonesia? Beberapa waktu lalu mata najwa mengundang Walikota Surabaya menjadi narasumbernya. Selama acara tersebut, mata ini tak berhenti-henti meneteskan airmatanya. Kasihan sekali Bu Risma, pemimpin baik yang lahir dalam sistem demokrasi. Begitu lelahnya ia bekerja demi memperbaiki masyarakat surabaya. Pikiran, tenaga, bahkan materi yang ia kerahkan seakan sia-sia. Sistem demokrasi semakin membuatnya tertekan. Sedang masalah tak kunjung mereda malah semakin meradang. Ia laksana memperbaiki sendirian, saat sistem sekelilingnya demikian merusak.

Aku tak habis pikir saat Bu Risma berbicara mengenai lokalisasi di Surabaya. Dikisahkan seorang pekerja seks komersial berusia senja. Umurnya sudah memasuki kepala enam tapi masih saja melayani orang-orang yang bernafsu bejat. Saat hatiku bertanya pria mana yang taga memakai jasa ibu tersebut, terkejutlah aku mendengar penuturan Bu Risma. Yang memakai jasanya adalah anak sekolah dasar dan menengah yang hanya membayar dengan seribu dua ribu.

Lain halnya dengan Bupati kendal, Ibu Widya. Beliau mengatakan bahwa pekerja seks komersial laksana pahlawan keluarga. Pernyataan ini membuat keningku berlipat, hingga aku menulis sebuah opini yang kukirimkan pada media online islampos.

Alhamdulillah tulisan tersebut dimuat. Jika teman-teman berkenan untuk membaca opiniku terhadap pernyataan Bu Widya. Silahkan dibaca disini.

0

[Sinopsis] Umar bin Khattab Episode 1

Posted by Unknown on 23:09 in , , , ,
SONG OF THE DAY
Shoutul Khilafah - Khilafah Memimpin Dunia [ download ]


 
Adegan dibuka dengan meyoroti kota Mekkah beberapa dekade lalu. Kamera berlanjut menyoroti Ka’bah, Mesir, memutari bagian negri-negri Arab dan kembali lagi ke Ka’bah dimana banyak sekali orang yang menuju ke Ka’bah. Dan inilah kisah kita, Umar bin Khattab.

Episode 1

Mekkah, 23 Dzulhijjah Tahun Hijriah


Copyright © 2009 Catatan Kecil Untuk Dunia All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.