Showing posts with label pilihan. Show all posts
Showing posts with label pilihan. Show all posts
0

[Percikan] Selektif Memilih Teman

Posted by Unknown on 14:56 in , , , , ,
“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.“ (HR. Bukhari Muslim)

mazapoint.com
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’adi menjelaskan bahwa melalui hadits di atas, Rasulullah memberikan analogi hubungan dalam pertemanan, yakni teman yang baik layaknya penjual minyak wangi dan teman yang buruk layaknya seorang pandai besi. Salah satunya memancarkan kepositifan dan sebaliknya bagi yang lainnya.

Melalui hadits di atas, pun, Rasulullah sedang mengingatkan kita bahwa memilah dan memilih teman bukanlah hal sepele. Melalui pengaruh seorang teman seseorang dapat mengalami perubahan dalam kebiasaan, kegemaran, karakter, pandangan hidup, ideologi, bahkan agama. Oleh karenanya, amat bijak bagi seseorang untuk menyeleksi teman sepermainannya, dan memilih tidak sekedar sebaik-baiknya teman, yakni teman yang mampu memberi pengaruh positif tapi mampu menuntun ke jalan yang benar. Seorang teman yang miliki sebenar-benarnya visi untuk berada di surga kelak.

0

[Quote] Live, Love, & Laugh

Posted by Unknown on 08:25 in , , , , ,
sweetclipart.com


Saat mengambil sebuah keputusan
Ambillah pelajaran dari seekor sapi
Ia mencerna makanannya berulang-ulang
Demi tercerapnya nutrisi sebaik mungkin
Gunakan waktu sebanyak mungkin
demi memikirkannya baik-baik
hingga tak ada penyesalan di akhir

-Nisya



0

[Catatan Harian] Jalan Kaki

Posted by Unknown on 03:46 in , , ,
SONG OF THE DAY
Justice Voice - Senyum dong Fren [ download ]

Gambar Google

Pagi hari tadi aku berkesempatan untuk rapat di Bandung bersama beberapa orang dari Jatinangor. Waktu rapat dimulai pukul 09.00 WIB. Otomatis kami yang dari Jatinangor diharuskan untuk keluar pagi-pagi dari sarang. Aku berangkat bersama seorang adik yang memang satu kostan denganku. Perlu angkot sekali untuk sampai ke Pangkalan Damri sedang jarum jam tanganku menunjukkan pukul 06.40 WIB. Waktu ramai-ramainya anak-anak berangkat sekolah.

Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 WIB saat aku menaiki Bus Damri jurusan Jatinangor-Dipati Ukur. Aku dan si adik bertemu lagi dengan dua orang teman. Berempat. Kami sama-sama menaiki Damri yang paling tidak butuh waktu maksimal dua jam untuk sampai di Dipati Ukur. Hanya saja kali ini berbeda, banjir Rancaekek membuat jalanan lumpuh total. Damri kami otomatis terjebak macet. Tak bergerak sama sekali. Padahal perjalanan kami baru sampai IPDN. Sang supir akhirnya menyerah dan menyuruh penumpangnya untuk turun. Berjalan mencari alternatif lain ke Dipati Ukur.

Kami berempat pun berjalan. Terus berjalan. Bebas. Ditengah-tengah kendaraan, seperti mampu menghentikan waktu. Tak seperti biasanya yang hanya memargin di trotoar. Sampai akhirnya Allah mendengar do’a kami. Sedikit demi sedikit kemacetan terurai. Sedikit demi sedikit pula harapan kami kembali bercahaya.

Tepat di belokan Cileunyi kami berhenti dan kembali menunggu setelah kami berjalan sekitar dua kilometer jauhnya. Awalnya kami berniat untuk naik angkot dengan konsukuensi dua kali turun-naik dan ongkos yang lebih mahal. Tapi ternyata, Bus Damri pun tak lama kemudian lewat. Bus Damri yang sama yang tadi kita tumpangi. Yang supirnya menyuruh kami untuk turun.

Jadi untuk apa kita berjalan sejauh itu jika pada akhirnya kita tetap pada pilihan yang sama? Aaahh… mungkin Allah sedang inginkan kami untuk berolahraga sebentar.

Pada akhirnya rapat yang diagendakan jam 09.00 WIB harus mengalami penundaan. Bukan karena para aktivisnya yang tak bisa tepati janji. Kami sudah berusaha untuk tepat waktu. Hanya saja, Allah sedang berkata lain. Kata-kata yang indah sekali. :)



0

[Dialogue] Memilih Setia pada Islam

Posted by Unknown on 06:56 in , , , , , , ,
gambar google

Aku sangat suka membuka obrolan dengan para pedagang saat aku kebetulan membeli dagangannya. Apapun bisa menjadi bahan obrolan. Beberapa pedagang sudah seringkali terlibat percakapan denganku karena memang tingginya intensitas aku membeli di tempat tersebut. Beberapa pedagang makanan bahkan sudah tau seleraku tanpa harus kuberitahu sebelumnya.

Obrolan dengan para pedagang kuakui sangat menarik. Salah satunya saat seorang pedagang bertanya kepadaku..
Mang A           : “Pemilu pulang ngga?“
Nisya               : “Ngga Mang, saya golput.“ (sambil meringis ketawa menunggu jawabannya)
Mang A           : (tersenyum puas) ”Bagus. Bagus.”

Jangan bilang-bilang, sebetulnya aku tak pernah benar-benar menjadi golput. Karena yang aku ingin adalah memilih aturan Islam bukan aturan demokrasi. Jika memang ada calon-calon pemimpin bangsa yang akan menegakkan Islam secara kaffah, tanpa ragu, PASTI akan aku pilih. Hanya saja, keadaannya kini, jika aku memilih maka sama saja dengan memberikan cek kosong tanpa aku tahu berapa nominal yang akan diisi. Lagian fakta perubahan mendasar (revolusi) tak terjadi lewat jalur pemerintah bukan? revolusi orde baru ke reformasi cukup menjadi fakta bagiku.

0

[Catatan Harian] How I Met Hizbut Tahrir? part 1

SONG OF THE DAY
Brother - Teman Sejati [ download ]


Darimana aku harus memulainya? Aku sempat berhenti sejenak untuk mengetukkan jariku di keyboard laptop. Lalu aku ingat, di awal blog ini, aku pernah menuliskan sebuah quote yang sebenarnya merupakan niatan buruk demi menjauh dari kebenaran,
Masih jelas dalam ingatan, saat kelulusan SMA,
berkata aku pada diri ini,
“Aku ingin menjadi wanita biasa bukan anggota rohis.
Apalagi seorang aktifis.
Pake celana bukan rok, dan menikmati masa remaja,
Misalnya mencoba untuk “pacaran” saja.”

Setelah kupikir-pikir, saat itu –kelulusan SMA– aku memang dalam kondisi labil. Masih melakukan pencarian jati diri. Ingin mencoba sesuatu yang baru. Event is false? Yes. Dan saat itu, hati ini sedang terikat dengan seseorang. Aku yang mengetahui hukum terkait hukum wanita dan pria, mau tidak mau memberontak. Tak mengindahkan hukum Allah. Dan penyesalan ini masih membekas hingga kini. Sakit rasanya.

0

[Catatan Harian] Aku dan Sebuah Pilihan

Posted by Unknown on 16:00 in , , , , , ,

masih jelas dalam ingatan, saat kelulusan SMA,
berkata aku pada diri ini,
"Aku ingin menjadi wanita biasa bukan anggota rohis.
Apalagi seorang aktifis.
Pake celana bukan rok, dan menikmati masa remaja,
misalnya mencoba untuk "pacaran" saja."


Copyright © 2009 Catatan Kecil Untuk Dunia All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.