Showing posts with label orang tua. Show all posts
Showing posts with label orang tua. Show all posts
0

[Percikan] Adab: Bagian dari Hukum Syara

Posted by Unknown on 08:22 in , , , ,
imamluqman.wordpress.com
Penanaman adab dan sopan santun merupakan hal yang sangat penting dalam Islam karena bagian dari hukum syara. Adab dan sopan santun ialah bagian dari akhlak Islam yang diperintahkan Rasulullah. Adab dan sopan santun laksana perhiasan yang menambah keindahan pribadi kaum muslim, baik dalam beribadah, bermuamalah dengan orang lain, maupun terhadap pribadi kaum muslimin itu sendiri.

Adab dan sopan santun sendiri tercipta akibat habit yang dilakukan secara berulang. Usia masa perkembangan anak dirasa pas sebagai penanaman habit terkait adab dan sopan santun. Penanaman adab dan sikap sopan santun sejak dini kepada anak akan memunculkan akal pikiran yang efektif. Seperti yang Rasul anjurkan dalam sabdanya, “Jika anak telah mencapai usia enam tahun, hendaklah ia diajari adab dan sopan santun.“ (HR. Ibnu Hibban).

Menanamkan adab dan sopan santunpun tidaklah sulit, karena anak merupakan copycat orang tuanya. Maka orang tua memiliki andil besar dalam menumbuhkan adab dan sopan santun pada anak. Kasarnya, orang tua yang tidak dekat dengan adab dan sopan santun, maka anaknya pun setali tiga uang. Tidak berbeda.

0

[Percikan] Arun Gandhi dan Kisah Kejujuran

Posted by Unknown on 08:07 in , , , ,
www.thetowerlight.com
Ada sebuah kisah sejarah yang sempat membuat saya terharu. Kisah menarik yang mampu membuat saya merasa ketika berpikir. Kisah ini dituturkan oleh seorang guru besar dunia, cucu dari mendiang Mahatma Gandhi. Dr. Arun Gandhi namanya, yang bersedia berbagi kisah saat Ayahnya mendidik beliau. Dan kisah ini pun dimulai.

Kala itu, usia beliau baru menginjak 16 tahun dan tinggal bersama kedua orang tua di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek beliau, Mahatma Gandhi. Mereka sekeluarga tinggal di sebuah perkebunan tebu kira-kira 18 mil jauhnya dari kota Durban, Afrika Selatan.

Dapat dibayangkan seberapa terpencilnya rumah beliau hingga tetanggapun nyaris tak ada. Suatu kebahagiaan bila beliau mempunyai kesempatan untuk singgah di kota. Untuk sekedar mengunjungi rekan atau hanya menonton film di bioskop.

Suatu hari, Sang Ayah meminta beliau demi menemani dan mengantarkannya ke kota. Sang Ayah akan menghadiri sebuah konferensi selama sehari penuh. Dan kebahagiaan tak terkira pun hinggap menghiasi wajahnya. Ibu pun meminta beliau demi membeli sederet daftar perlengkapan rumah tangga. Ayah pun memberikan beberapa tugas kepada beliau, termasuk menservice mobil ke bengkel.

0

[Percikan] Apakah Kita Siap Menjadi Orang Tua?

Posted by Unknown on 08:07 in , , , ,
fotosearch.com

Judul di atas sebenarnya merupakan salah satu judul bab sebuah buku parenting yang sedang saya coba dalami maknanya. Ayah Edy Punya Cerita, begitulah judulnya. Namun cerita yang terkandung dalam buku ini bukan cerita biasa. Ada inspirasi disetiap nafas tulisannya demi menjadi orang tua yang baik.

Pertanyaan siap dan tidak atau belum siap memang tergantung setiap individu walaupun sistem dan lingkungan juga sangat berpengaruh penting. Mari kita tengok ke belakang, di masa-masa dimana dua orang dengan karakter yang berbeda, mempunyai niatan baik untuk bersatu dalam ikatan pernikahan. Pada saat itu, apakah terbertik obrolan-obrolan untuk menjadi orang tua yang baik? Atau hanya sibuk memikirkan pemenuhan gharizah nau? Padahal, gharizah nau sejatinya berkaitan dengan naluri melestarikan keturunan yang distandartkan pada aturan Allah. Pada mabda Islam. Bukan semata cinta atau kasih sayang antara laki-laki dan perempuan.

Saya pernah berdiskusi terkait masalah pernikahan, dimana ada sebuah kata-kata yang sampai sekarang saya hapal di luar kepala. Beliau berkata, “pernikahan bukan hanya sebatas kita menerima luar-dalam pasangan kita. Bukan pula semata sebatas kita mampu hidup berkeluarga dari titik nol.“ Tapi di atas itu, sangat perlu untuk memikirkan kesiapan diri menjadi pendidik pertama generasi pembela Islam. Generasi yang akan membangun secara kokoh pondasi syariah dan khilafah. Generasi pembebas layaknya Muhammad Al-Fatih.

Terlebih, zaman kita semakin menggila akibat bercokolnya virus-virus kapitalisme dan hedonisme dalam setiap lini-lini kehidupan. Tak mudah mendidik anak di zaman ini, dimana anak merupakan sebuah kamera polaroid dan orang tua berperan sebanyak 70% dalam proses membidik hingga membentuk bagus tidaknya hasil cetak foto. Artinya, orang tua berperan penting dalam proses membentuk pola perilaku anak. Jika tidak, maka lingkunganlah yang akan menyerobot peran 70% tadi.

Maka mulai kini, detik ini, pikirkanlah pertanyaan ini matang-matang sebelum masuk ke jenjang pernikahan. Saat diri ini siap untuk pemenuhan gharizah nau. Apakah kita siap menjadi orang tua? Resapi pertanyaan ini masak-masak hingga lisan dan hati kita siap mengamalkan melalui perbuatan. Jika masih terbertik keraguan dalam kesiapan untuk menjadi orang tua, maka tentu kita harus mempersiapkan secara benar. Secara sempurna. Karena anak merupakan makhluk paling canggih yang pernah Allah ciptakan di muka bumi ini.

Dan jangan lupa baca buku parentingnya. Recommended pisan!



Copyright © 2009 Catatan Kecil Untuk Dunia All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.