0
[Catatan Harian] Tanya Kenapa
Tulisan ini tidak bisa digeneralisir
dan juga bukan hasil penelitian ―setidaknya penelitian
yang konkret―. Tulisan ini murni berasal dari pemikiran dan kehidupan saya. Ya,
karena ini adalah catatan harian. Catatan kehidupan saya. And here we go...
Apa yang akan
kita bicarakan hari ini adalah tentang kata tanya. Sebegitu pentingnya kah
hingga saya membuat postingan ini? Jawabannya
bisa iya tapi bisa juga tidak. Ini adalah tentang kata tanya yang terkadang
membuat saya tidak nyaman, atau mungkin juga membuat salah satu dari kalian tidak
nyaman.
Dari semua kata tanya ―5w+1H―
saya benar-benar kurang nyaman dengan kata tanya “kenapa“. Apakah benak kalian
sedang mempertanyakan “kenapa“ sekarang? Saya benar kan? Oleh kerenanya postingan ini saya buat dan ini
merupakan daftar panjang alasannya:
[Apa Kabar Indonesia] Jejak Khilafah di Nusantara: Surat Untuk Khalifah
Posted by Unknown
on
21:15
in
apa kabar indonesia,
jejak khilafah,
muawiyah,
nusantara,
raja sriwijaya,
surat,
umar
![]() |
| sumber: http://4.bp.blogspot.com/ |
Jika hari ini
wacana khilafah sedang marak di Indonesia, walaupun dengan adanya monsterisasi
khilafah akibat ISIS di Irak dan Suriah. Walaupun masih sedikit jua masyarakat
yang benar-benar mengetahui khilafah, namun keawaman masyarakat kekinian
berbanding terbalik dengan masa silam. Adalah sangat jelas dalam sejarah
Indonesia, bahwa syariah Islam pernah secara formal diterapkan di bumi
Nusantara. Tidak hanya itu, kesultanan di Indonesia miliki hubungan yang jelas
dengan Kekhilafahan.
Menilik dari
sejarahnya, para ahli sejarah mengakui bahwa kekhilafahan Islam eksis dan
menjadi kekuatan besar. Setelah masa Khilafaur Rasyidin, di belahan Barat Asia
muncul kekuatan politik yang menyatukan umat Islam dari Spanyol hingga Sind.
Orang-orang mengenalnya sebagai Kekhilafahan Bani Umayah (660-749 M).
Selanjutnya orang-orang pun mengenal Kekhilafahan Abbasiyah yang memimpin
kurang lebih satu abad lamanya (750-870 M). Terakhir, orang-orang mengenal
Kekhilafahan Utsmaniyah dengan Muhammad Al-Fatih sebagai pemimpin mereka yang
berhasil menaklukan Konstantinopel. Kekuasaan yang berakhir hingga usia 1924 M.
[Percikan] Kelemahan dan Keterbatasan atas Manusia
“Da aku mah apa atuh, cuma kebul damri
sisa hasil pembakaran...“
Berbicara
tentang manusia, alam semesta, dan kehidupan, semestinya cukup membuat kita menyadari
kelemahan dan keterbatasan diri ini jika disandingkan dengan penginderaan yang
sebenar-benarnya serta akal yang digunakan dengan pemikiran yang mendalam.
Sungguh,
siapa pun yang mengarahkan pandangannya ke langit akan melihat betapa besar dan
luasnya alam semesta ini. Langit bergantung yang ditinggikan tanpa tiang tak
sanggup manusia menciptanya, bahkan hanya sekedar menjangkau pun tak berdaya.
Sungguh,
siapapun yang mengarahkan pandangannya pada bintang-bintang di langit malam akan
melihat betapa indahnya langit malam. Bintang yang bertebaran, berkelap-kelip
tak jua sanggup manusia menghitung jumlahnya. Maka sungguh, secuil realitas kebesaran
langit dan bintang sekaligus menunjukkan kebesaran, kekuasaan, dan keagungan
Penciptanya.
[Dialogue] Pemburu Pekerjaan
Big : Aku
tidak pernah tertawa selepas ini sebelumnya.
Han : Ya.
Kita tidak pernah tertawa lepas sejak mulai berburu pekerjaan.
Big :
Semuanya. Ayo tertawa mulai sekarang. Kau tahu pepatah mengatakan, “bahagia
karena tertawa, bukan tertawa karena bahagia”.
Semua : Uwhh,
merinding.
Jin : Betul.
Pemburu pekerjaan juga harus menikmati hidup. Itu tergantung cara pandangmu. Ada
yang mengatakan, “ah, hanya tinggal setengah minuman yang tersisa di kaleng
ini“. Tapi aku akan mengatakan ini...
Semua : Please, jangan katakan. Jangan atau kami akan menghajarmu.
Jin : Ah, masih ada separuh penuh
minuman yang tersisa...
Semua : Jangan teruskan!
Jin : Seperti masa muda kita yang
masih bertahun-tahun lamanya.
Han : Tapi Jin benar. Dan kita
pun jangan menyerah.
Semua : Aahh, sudahi
kebijaksanaan ini. Kami benar-benar mual.
Seul : Aku hanya akan mengatakan
satu hal. Apa hadiah yang paling berharga di dunia?
Jin :
Mungkinkah, sekarang (present)? Oke
stop.
[Quote] Love, Live, & Laugh
Kemenangan Islam adalah janji Allah, dengan
atau tanpa kita
Jika kita tidak mengambil peran perjuangan,
pasti aka nada yang lain
Bukan Islam yang memerlukan kita, tapi
kitalah yang membutuhkan Islam
Hidup adalah pilihan: mau mengambil peran
perjuangan atau tak mengindahkannya
Teruslah melangkah, meski semua manusia
berhenti
Teruslah
melangkah, meski duri tajam mengoyak kaki.
[Islamologi] Ketika Riba dalam Dekapan
![]() |
| muslimlife.com |
Ketika berbicara tentang riba, maka kita akan mendapati
banyak fenomena kaum muslimin yang mendekap riba dalam bermuamalah. Fenomena
riba ini kemudian bercabang menjadi dua kelompok kaum muslimin, yaitu:
Kelompok pertama, dimana kelompok ini mengimani bahwa riba adalah sebuah
keharaman, walaupun dia melakukan riba. Orang ini melakukan dosa besar yang
diganjar dengan neraka, dimana ia tidak akan kekal di dalamnya selama ia tidak
menghalalkan riba.
Lagipula, harus disyukuri bahwa orang yang bermaksiat jika
meninggal di atas Islam maka dia tidak kekal di neraka. Hal ini sebagaimana
sabda Rasulullah dalam hadits Muttafaq ‘alayh dari Anas bin Malik bahwa Nabi
saw menuturkan:
“Keluar dari neraka
orang yang berkata: Laa ilaha illaa Allah (tiada Tuhan kecuali Allah)...“
Subscribe to:
Posts (Atom)







