0

[Islamologi] Haramkah Menjual Barang yang Haram?

Posted by Unknown on 08:15 in , , , ,
Jabir bin Abdullah ra. mendengar Rasulullah saw pada hari Fathu Makkah pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkan menjual khamr, bangkai, babi, dan berhala.” Lalu dikatakan, “Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu dengan lemak bangkai; itu bisa untuk memoles perahu, melumuri kulit dan digunakan orang untuk penerangan?” Beliau bersabda, “Tidak, itu haram.” Kemudian Rasulullah saw saat itu bersabda, “Semoga Allah membinasakan Yahudi. Sesungguhnya ketika Allah mengharamkan lemak bangkai, mereka melelehkan lemak itu, lalu mereka jual dan memakan harganya.” (HR al-Bukhari, Muslim, an-Nasa’I, at-Tirmidzi, Ibn Majah dan Ahmad).

kaskus.co.id
Hadits di atas sebenarnya telah menjelaskan pertanyaan di atas bahwa Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkan menjual barang-barang yang haram, seperti khamr, bangkai, babi, dan berhala.
Keharaman khamr dan berhala telah Allah tegaskan melalui firmannya:
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.“(QS. Al-Maidah: 90)

Keharaman khamr tidak bergantung pada sedikit-banyaknya kadar alkohol yang terkandung di dalamnya. Juga tidak tergantung dengan nama dan komposisi bahannya. Sedangkan berhala, dalam artian sesembahan adalah haram, baik dalam bentuk patung makhluk yang bernyawa, patung makhluk imajiner, ataupun meski hanya berupa batu lonjong atau salib.

0

[Percikan] Berpikir dengan Positif

Posted by Unknown on 23:52 in , ,
www.indospiritual.com
Apakah kalian mengenal Masaru Emoto? Saya pikir banyak yang tidak mengetahuinya. Lagipula, apalah arti sebuah nama? #nyindir. Tapi pasti tau dong tentang The hidden message in water? Atau kita harus menyebutnya dengan The God’s messages in water?

Iya betul, Masaru Emoto adalah seorang peneliti air dari negri sakura. Beliau adalah orang hebat yang telah berhasil menemukan bahwa sesungguhnya air dapat bereaksi terhadap ucapan dan tulisan, sesuai dengan isi ucapan atau tulisannya. Juga bereaksi tergantung perasaan manusia disekelilingnya.

Dengan menggunakan lensa mikroskop khusus hasil ciptaannya, kita mampu melihat bahwa partikel kristal air terlihat menjadi “indah” dan “mengagumkan” apabila mendapat reaksi positif disekitarnya. Seperti saat kita mengucapkan kata terima kasih atau syukur. Atau dengan perasaan yang gembira atau bahagia.

Namun partikel kristal air terlihat menjadi “buruk” dan “tak beraturan” apabila mendapat reaksi negative disekitarnya. Seperti saat kita mengucapkan kata-kata bentakan atau makian. Keluhan atau pesemisme. Atau kesedihan dan bencana.

0

[Review] Ayah Edy Online

Posted by Unknown on 23:10 in ,
blog-ratno.blogspot.com

Jika waktu lalu saya pernah menulis review tentang bukunya, hari ini saya akan membuat postingan terkait bertemu Ayah Edy di dunia maya. Not literally please. Setelah saya melakukan pencarian intensif, saya mendapatkan beberapa blog atau web yang menshare terkait program parentingnya Ayah Edy. Thank you very kamsa.

Ayah Edy dapat kita temui secara online melalui mp3 yang memuat 63 kisah inspirasi parenting Ayah Edy, juga melalui kumpulan video talk show Ayah Edy, serta rekaman yang memuat 33 talk show Ayah Edy di radio Smart.FM.

Semuanya bisa diunduh secara gratis di blog ini.

Atau kalian bisa juga mengunjungi website resmi Ayah Edy. Facebook di Komunitas ayah edy atau follow twitter beliau di @ayahedy.

Mari belajar parenting :)





0

[Quote] Live, Love, & Laugh

Posted by Unknown on 22:50 in , , , , , , ,
„Akan ada pada akhir umatku seorang Khalifah yang memberikan harta secara berlimpah & tidak terhitung banyaknya“

(HR.Muslim)

0

[Percikan] Arun Gandhi dan Kisah Kejujuran

Posted by Unknown on 08:07 in , , , ,
www.thetowerlight.com
Ada sebuah kisah sejarah yang sempat membuat saya terharu. Kisah menarik yang mampu membuat saya merasa ketika berpikir. Kisah ini dituturkan oleh seorang guru besar dunia, cucu dari mendiang Mahatma Gandhi. Dr. Arun Gandhi namanya, yang bersedia berbagi kisah saat Ayahnya mendidik beliau. Dan kisah ini pun dimulai.

Kala itu, usia beliau baru menginjak 16 tahun dan tinggal bersama kedua orang tua di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek beliau, Mahatma Gandhi. Mereka sekeluarga tinggal di sebuah perkebunan tebu kira-kira 18 mil jauhnya dari kota Durban, Afrika Selatan.

Dapat dibayangkan seberapa terpencilnya rumah beliau hingga tetanggapun nyaris tak ada. Suatu kebahagiaan bila beliau mempunyai kesempatan untuk singgah di kota. Untuk sekedar mengunjungi rekan atau hanya menonton film di bioskop.

Suatu hari, Sang Ayah meminta beliau demi menemani dan mengantarkannya ke kota. Sang Ayah akan menghadiri sebuah konferensi selama sehari penuh. Dan kebahagiaan tak terkira pun hinggap menghiasi wajahnya. Ibu pun meminta beliau demi membeli sederet daftar perlengkapan rumah tangga. Ayah pun memberikan beberapa tugas kepada beliau, termasuk menservice mobil ke bengkel.

0

[Apa Kabar Indonesia] Gambaran Akan Khilafah

bogotabb.blogspot.com

Dalam paragraf pertama pendahuluan kitab Daulah Islamiyah, Ust Taqiyuddin an-Nabhani menuliskan bahwa, “Generasi sekarang belum pernah menyaksikan Daulah Islam yang menerapkan Islam. Begitu pula generasi yang hidup pada akhir masa Daulah Islam (Daulah Utsmaniyah) yang berhasil diruntuhkan Barat. Mereka hanya dapat menyaksikan sisa-sisa negara tersebut dengan secuil sisa-sisa Pemerintahan Islam. Karena itu, sulit sekali bagi seorang muslim untuk memproleh gambaran tentang Pemerintahan Islam yang mendekati fakta sebenarnya sehingga dapat disimpan dalam benaknya. Anda tidak akan mampu menggambarkan bentuk pemerintahan tersebut, kecuali dengan standar sistem demokrasi yang rusak yang anda saksikan, yang dipaksakan atas negri-negri Islam.”

Jika hari ini masyarakat Indonesia ditanya dengan pertanyaan sederhana ―sederhana karena sebagai muslim, ia harus tahu― tentang apa itu khilafah?, saya yakin, saya akan mendapat jawaban yang berbeda. Tapi mengingat peristiwa belakangan ini, saya yakin sebagian besar masyarakat akan menghubungkan khilafah dengan ISIS, walaupun opini ini cenderung dipaksakan karena digiring oleh berbagai media nasional. Hal ini wajar, karena Ustadz pun telah menuliskan di awal pendahuluan bukunya, bahwa akan sulit bagi kebanyakan kaum muslim kekinian untuk menggambarkan khilafah bahkan mungkin ada masyarakat yang tidak tahu menau tentang pengertian khilafah. Hal ini bahkan juga menjadi wajar, karena generasi yang hidup pada akhir masa Daulah Utsmaniyah pun akan kabur dalam menggambarkan khilafah yang ―akhirnya― berhasil diruntuhkan Barat dengan berbagai cara dan tipu muslihat.

0

[Review] Parenting Book : Ayah Edy Punya Cerita dan Ayah Edy Menjawab

Posted by Unknown on 08:26 in , , , ,
m.yes24.co.id
Saatnya mereview! Kali ini saya akan mereview buku berkenaan dengan parenting. Seperti postingan yang saya buat sebelumnya tentang pertanyaan “Apakah Kita SiapMenjadi Orang Tua” juga postingan saya jauh sebelum ini tentang “KameraPolaroid”, saya agaknya menyukai hal-hal terkait parenting karena memang saya menyukai anak kecil. Mungkin sudah naluriah kali ya...

But overall, bagi wanita yang mulai beranjak dewasa, buku parenting memang sangat dibutuhkan. Karena seperti yang saya katakana sebelumnya, pemenuhan gharizah nau pada dasarnya adalah pemenuhan demi lestarinya keturunan. Dan mendidik serta membesarkan anak bukanlah perkara main-main layaknya yang sering anak perempuan mainkan saat kecil. Main ibu-ibuan, main masak-masakan, atau main keluarga-keluargaan. Ha. Das ist zu komplieziert.

Copyright © 2009 Catatan Kecil Untuk Dunia All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.