0

[Ala Rasul] Managemen Manusia

Setiap manusia paling tidak memiliki tanggung jawab untuk memanagemen dirinya sendiri dan mungkin memiliki kesempatan untuk memanagemen manusia lain. Memimpin manusia. Karena dunia ini sudah berputar sekilan lamanya, tentu sudah banyak berbagai rupa ciri dan karakter pemimpin. Ada yang lembut, tegas ―jika tak ingin dikatakan galak―, ngga enakan, mengayomi lagi meriayah, cuek, dan banyak lainnya. Pun banyak pula cara pendekatan pemimpin kepada yang ia pimpin.

Jika membahas pemimpin kekinian, ada tipikal umum cara pendekatan kepada yang ia pimpin. Pertama, saya melihat, khususnya pada masyarakat Indonesia, masih tertarik dengan sosok pemimpin yang baik. Artinya pendekatan dengan mencitrakan dirinya adalah pemimpin yang baik, yang memotivasi lagi menginspirasi akan diterima secara terbuka oleh masyarakat. Kedua, karena manusia alaminya memiliki kebutuhan jasmani serta naluri-naluri yang mengelilinginya, maka pendekatan dalam bentuk materi, juga memungkinkan diterima oleh masyarakat. Oleh karenanya, masih eksis saja kisah suap demi mengambil hati rakyat.

0

[Catatn Harian] Perkara Sholat

Bahkan dalam membuat jalan pun terdapat aturannya

Kali ini saya akan membagikan sedikit cerita perjalanan mudik tahun lalu. Well, ceritanya sedikit tidak mengenakkan bagi saya. Dan mungkin, beberapa teman pernah mengalami hal yang serupa seperti apa yang saya alami.

Saya lupa tepatnya kejadian ini terjadi, apakah pada saat perjalanan mudik atau pulangnya. Tapi masih membekas di memori layaknya melihat langsung hingga saya akan berpikir ribuan kali untuk sholat di sana. Ya. Ini adalah tentang sebuah bangunan tempat ibadah umat muslim. Masjid.

Keluarga saya bilang ini adalah masalah sepele dan agaknya saya menyikapi secara berlebihan. Tapi ngga buat saya. Ini masalah sholat yang merupakan tiang agama. Amalan pertama yang akan dihisab di akhirat kelak. Yang mencegah lagi menghindarkan dari perbuatan keji. Saya dan kaum muslim lainnya pasti menginginkan kesempurnaan dalam prosesnya. Salah satunya adalah pada saat akan berwudhu.

0

[Apa Kabar Indonesia] Negeri Para Pemalsu

Posted by Unknown on 02:53 in , , ,
tribunnews.com
Beberapa waktu belakangan, negeri ini digemparkan dengan kemunculan beberapa hal yang mengandung kepalsuan. Tersebut beras palsu, yang ditengarai terkandung bahan plastik di dalamnya. Ijazah palsu pun marak. Belum lagi fenomena kosmetik palsu, lensa kontak palsu, lada palsu, susu palsu, pupuk palsu, dan uang palsu. Pun tidak terlewatkan janji-janji palsu dari para politisi dan para pemimpin negeri ini.

Faktanya, fenomena ini adalah kejadian yang selalu berulang dengan cara yang semakin kreatif dan semakin membuat warga cemas. Jika ditilik dari motifnya, paling tidak terdapat dua motif yang pada awalnya berhukum mubah jika diwujudkan dengan cara yang benar sesuai aturan Islam. Pertama, motif ekonomi untuk mendapatkan keuntungan dengan cepat dan besar. Kedua motif politik demi meraih jabatan dan kekuasaan. Namun kemunculan beberapa hal yang mengandung kepalsuan kekinian menandakan bahwa motif ekonomi maupun motif politik diwujudkan dengan menghalalkan segala cara, walaupun sampai merugikan masyarakat kebanyakan.

Semua itu terjadi karena berpangkal pada pemikiran sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan. Meletakkan pahala dan dosa seakan terpisah dari apa yang manusia perbuat dalam urusan kehidupannya. Sekularisme jualah yang menjadi biang kemunculan mental-mental para pemalsu. Kita harus menyadari bahwa sistem ini memiliki kecacatan bahkan sejak lahirnya. Pemalsu janji politik yang terus berulang adalah salah satu contohnya. Sistem demokrasi sekularisme mendorong para calon pemimpin negeri berlomba-lomba dengan segala cara demi memikat rakyat agar memilih mereka. Para pemalsu ini pun menebar benih-benih janji yang tidak dapat dipertanggungjawabkan perwujudannya. Di sisi lain, para pemalsu barang-barang masih leluasa akibat penanganan oleh aparat yang terkesan lambat dan tidak tuntas.

Negeri ini sudah terlampau banyak bencana akibat ulah tangan manusianya. Terutama akibat kesombongan atas pemakaian hukum demokrasi sekularisme dibandingkan aturan mulia Sang Pencipta dan Pengatur. Sungguh, selama sistem demokrasi terus menerus dipertahankan maka para pemalsu ini akan terus menerus menjamur. Para pemalsu pun seakan menjadi sebuah konsekuensi sebab-akibat dan ciri dari pelaksanaan sistem ini. Dan sungguh, satu-satunya solusi baik jangka pendek dan jangka panjang adalah kembali kepada fitrah kemusliman manusia, yaitu bertaqwa dengan sebenar-benarnya taqwa, termasuk ke dalamnya taqwa dalam menggenapi syariah Allah dalam bingkai Daulah Khilafah Islamiyah.



0

[Tahukah Kamu] Arti Sebuah Pemahaman

Posted by Unknown on 01:57 in , ,
Tahukah kamu?

Bahwa berpikir adalah menghukumi atas realita, sedangkan sarana berpikir adalah bahasa. Bahasa bukanlah sebuah pemikiran, ia hanyalah alat untuk menggambarkan sebuah pemikiran. Perkataan „Manusia adalah hewan yang berbicara“ merupakan kalimat yang memiliki penunjukkan yang berakhir pada sebuah pemikiran. Jika penunjukkan ini memiliki realita eksternal yang dimengerti oleh akal seperti pada kalimat „Manusia adalah hewan yang berbicara“, maka pemikiran ini menjadi pemahaman bagi orang yang mengerti penunjukkan tersebut. Jika terdapat sebuah pemikiran yang tidak memiliki penunjukkan seperti seperti pada kalimat „Manusia itu terbentuk dari materi dan ruh“, maka pemikiran ini tidak memiliki pemahaman dikarenakan indera tidak dapat mengjangkau penunjukkan pemikiran ini, dan akal manusia tidak dapat menemukan realita penunjukkan ini. Oleh karena itu, penunjukkan ini menjadi pemikiran yang tidak memiliki pemahaman. Maka pemikiran-pemikiran bisa menjadi pemahaman-pemahaman yang utuh bagi manusia, apabila penujukkan dari pemikiran-pemikiran ini mempunyai realita di sisi manusia.

Quelle : Pendahuluan mafahim islamiyah




0

[Percikan] Renungan Ramadhan

Posted by Unknown on 01:50 in , , , ,
sarungbiru.wordpress.com
Alhamdulillah, Ramadhan kembali menyapa kaum muslim seluruh dunia. Keberkahannya belum-belum telah terasa dalam sanubari. Belum lagi tak terlewatkan berbagai rupa perubahan-perubahan yang senantiasa menghiasi Ramadhan. Banyak manusia seakan tersihir dengan pesona Ramadhan. Seakan berlomba-lomba mendapatkan kebaikannya.

Ya. Mata saya tak bisa menampik perubahan-perubahan ini. Paling tidak di awal-awal bulan ini. Lihat saja, pada malam hari masjid-masjid penuh sesak manusia dengan tarawihan. Mushola-mushola pun ramai dengan dendangan tadarus Al-Qur’an. Akhwat-akhwat seakan latah menutup auratnya dengan hijab, atau paling tidak, pakaian yang dikenakan jadi lebih santun. Tempat-tempat hiburan malam pun dipaksa tutup.

Perubahan pun menjangkau pada layar kaca kita. Artis-artis mulai bertanggung jawab atas apa yang mereka ucapkan. Sinetron-sinetron tiba-tiba berganti wajah menjadi lebih islami. Acara pencarian idola pun berganti menjadi ajang pencarian da’i.

Ahhh. Saya pun tersenyum geli akibat umat yang masih terkungkung dengan pemikiran dzalim bernama sekulerisme. Ramadhan adalah bulan ajaib yang mengubah umat 180 derajat menjadi lebih Islami. Namun hati saya meringis kesakitan jika memikirkan setelahnya banyak yang kembali bejat. Setelahnya Allah SWT kembali ditinggalkan. Seakan perhitungan amal hanya ada pada bulan Ramadhan.

Sekulerisme benar-benar telah melumpuhkan umat. Perubahan yang ada selama Ramadhan hanya mengambang di permukaan, bukan perubahan yang sampai ke akar hati. Sekulerisme mendorong umat ke jurang terdalam tanpa sisakan secercah sinar. Umat masih teramat senang berkubang dalam lumpur dosa dibandingkan bermandikan cahaya Islam yang terang benderang.

Sampai kapan fenomena ini akan berujung? Mungkin hanya waktu satu-satunya yang akan memberi jawaban.



0

[Catatn Harian] Andai Samsung Galaxy Note Edge dalam Genggaman

Jika kita berbicara tentang teknologi, saya yakin tidak ada pembicaraan yang sanggup terhenti, karena layaknya cinta, pembicaraan mengenai teknologi tak akan pernah bosan terlantunkan dari setiap insan manusia. Termasuk di dalamnya pembicaraan yang melibatkan kata-kata pengandaian. Pun karena topik pembicaraan selalu berkembang setiap harinya. Jika hari ini sebuah produsen teknologi meluncurkan produk unggulannya, maka jangan salahkan esok jika produsen lain juga meluncurkan produk yang lebih canggih.

Dan teknologi yang kini tengah digandrungi berbagai kaula adalah ponsel pintar. Jika dulu manusia membutuhkan berbagai macam produk teknologi hanya demi satu macam fungsi, maka kini, hanya dalam satu genggaman, kita mampu melakukan apapun tanpa perlu menjadikan beban kehidupan menjadi lebih berat lagi. Yah, walaupun jika dipikirkan kembali, teknologi yang canggih maksimal ini berbanding lurus dengan harga yang ditawarkan. Semakin canggih teknologinya, semakin dalam pula kita harus merogoh kocek.

Oleh karena itu, ketika saya melihat Samsung Indonesia mengadakan blog competition, saya rasanya mendapatkan angin segar. Jika pembicaraan saya sebelumnya berputar dalam pembicaraan yang melibatkan kata-kata pengandaian tanpa realisasi, maka dengan mengikuti kompetisi ini, saya memiliki sebuah harapan. Ya, karena tulisan terbaik akan mendapatkan sebuah smartphone anyar dari Samsung. Samsung Galaxy Note Edge. Ponsel pintar dengan desain cekungan lucu nan imut di salah satu sudut layar.

Dan seandainya Samsung Galaxy Note Edge dalam genggaman, dalam arti lain #MyNoteEdge, maka saya akan melakukan semakin banyak kegiatan positif yang efisien:

1.      Menulis dan membuat postingan blog setiap saat
Bagi seorang blogger seperti saya, Samsung Galaxy Note Edge akan menambah produktivitas menulis. Bagaimana tidak? Jika biasanya saya harus membuka laptop 14 inch, menunggu loading, mencolok modem demi terkoneksi ke internet, dan kegiatan per-laptop-an lain yang cukup menyita waktu, sehingga seringkali membuat saya tidak bisa menulis dan membuat postingan, maka dengan Samsung Galaxy Note Edge saya bisa membuat postingan dimana saja dan kapan saja.

Dan dengan fitur S Pen Stylus tentu akan semakin memudahkan saya untuk menulis ide yang muncul tiba-tiba karena seringkali saya melewatkan ide-ide yang muncul begitu saja. Tidak hanya itu fitur S Pen Stylus juga memudahkan saya untuk membuat coretan-coretan yang merupakan kerangka dari tulisan yang akan diposting.


2.      Mencapture setiap Momen yang Berkesan
“Momen berkesan yang sama tak akan pernah datang dua kali, maka kenanglah melalui gambar yang berbicara.“ -Fenorevanisya

Jujur saja, saya termasuk orang yang jarang mengabadikan kenangan melalui foto. Alasannya karena saya tidak memiliki kamera bagus yang mumpuni untuk memotret. Sehingga kamera yang saya miliki menghasilkan bidikan yang not good, ditambah dengan saya yang amatir dalam dunia ini.

Maka jika saya memiliki Samsung Galaxy Note Edge yang memiliki fitur kamera belakang 16 MP yang sudah disertai dengan autofocus, tentu ditangan saya yang amatir pun, hasil bidikan menjadi bagus walaupun tanpa efek. Setali tiga uang, saya pun bisa sedikit-sedikit belajar fotografi.


3.      Mendesain, Menyeketsa, dan Melukis
Selain menulis, desain, sketsa, dan melukis adalah salah satu hobi saat aktivitas luang. Jika biasanya saya mendesain dengan menggunakan corel draw di laptop, maka dengan memiliki Samsung Galaxy Note Edge saya akan mencoba mendesain melalui genggaman. Terlebih jika desain yang saya buat perlu diedit sedang saya tak membawa laptop, maka Samsung Galaxy Note Edge tentu akan menjadi jalan keluar atas masalah saya.

Bicara mengenai sketsa dan lukisan, tentu dengan adanya Samsung Galaxy Note Edge dalam genggaman akan memudahkan saya dalam mengasah kemampuan sebelum benar-benar saya tuangkan ke dalam kanvas yang terwarnai.


4.      Belajar menjahit melalui youtube
Tahun ini adalah tahunnya saya mencoba segala hal dimana salah satunya adalah belajar menjahit. Sayangnya, dengan intensitas waktu saya yang sedikit memiliki waktu luang, tentu belajar di tempat kursus bukan merupakan pilihan yang bijaksana. Oleh karenannya tentu saya harus mencari jalan keluar lain dan merupakan win-win solution. Saya bisa menjahit tanpa ada managemen waktu yang terlewatkan.

Dan jika saya memiliki Samsung Galaxy Note Edge, permasalahan ini mampu terpecahkan dengan mudah dan murah. Dengan ukuran 5,6 inch yang nyaman dalam genggaman dan tidak terlalu kecil, menonton tutorial menjahit di youtube akan sangat membantu saya belajar menjahit.


5.      Menyimpan Data-Data dengan Kapasitas besar
Terakhir, sadar ngga sih, jika 4 poin yang saya sebutkan di atas meerlukan kapasitas besar sebagai tempat penyimpanan. Aplikasi corel draw tentu membutuhkan kapasitas ram yang cukup besar jika tidak ingin crush. Belum lagi jika saya yang seringkali melakukan aktivitas download video dan film malas untuk mentransfer hasil downloadan saya ke PC. Oleh karenanya, saya tentu membutuhkan ponsel pintar yang memiliki ram besar dan kapasitas penyimpanan yang besar.

Maka jika menilik memori Samsung Galaxy Note Edge yang memiliki ram 3Gb dan pilihan internal storage 32/64 Gb dan micro SD yang mencapai 64 Gb, maka tentu saya sangat membutuhkan ponsel pintar ini.

Tuh kan, #MyNoteEdge akan membuat beban saya berkurang. Saya tidak perlu membawa laptop jika ingin membuat postingan atau mendesain. Saya tidak lagi membutuhkan kamera bagus dan mumpuni dan membawanya setiap saat hanya untuk menangkap momen berharga yang tidak diprediksi kapan akan datang. Saya tidak harus bergonta-ganti kertas untuk membuat sketsa yang bagus menurut saya. Juga tak perlu berganti-ganti kanvas dan menghabiskan puluhan pasta cat minyak untuk menghasilkan sebuah karya. Dan yang paling penting, akan banyak hal yang bisa saya pelajari hanya dengan menggenggam Samsung Galaxy Note Edge.

at least, semoga 5 poin pengandaian yang saya buat di atas cukup untuk membuat saya benar-benar menggenggan Samsung Galaxy Note Edge di tangan saya. Bahwa pengandaian saya ini tak seperti punuk yang merindukan bulan.

  

0

[Quote] Love, Live, & Laugh

Posted by Unknown on 06:15 in , ,


Copyright © 2009 Catatan Kecil Untuk Dunia All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.