0

[Quote Of The Day] Live, Love, & Laugh

Posted by anisya retno sari on 07:31 in , , , , , ,
„Ayah tidak pernah berpikir bahwa rezeki yang Ayah dapatkan adalah milik Ayah sendiri. Ini adalah rezeki milik bersama. Milik keluarga. Ada rezeki milik ibu, milik mbak, dan milik dedek. Ayah hanyalah perantara dari Allah demi sampainya rezeki ini kepada kalian.“

-Ayah di sela waktu berbuka



0

[Ala Rasul] Managemen Manusia

Setiap manusia paling tidak memiliki tanggung jawab untuk memanagemen dirinya sendiri dan mungkin memiliki kesempatan untuk memanagemen manusia lain. Memimpin manusia. Karena dunia ini sudah berputar sekilan lamanya, tentu sudah banyak berbagai rupa ciri dan karakter pemimpin. Ada yang lembut, tegas ―jika tak ingin dikatakan galak―, ngga enakan, mengayomi lagi meriayah, cuek, dan banyak lainnya. Pun banyak pula cara pendekatan pemimpin kepada yang ia pimpin.

Jika membahas pemimpin kekinian, ada tipikal umum cara pendekatan kepada yang ia pimpin. Pertama, saya melihat, khususnya pada masyarakat Indonesia, masih tertarik dengan sosok pemimpin yang baik. Artinya pendekatan dengan mencitrakan dirinya adalah pemimpin yang baik, yang memotivasi lagi menginspirasi akan diterima secara terbuka oleh masyarakat. Kedua, karena manusia alaminya memiliki kebutuhan jasmani serta naluri-naluri yang mengelilinginya, maka pendekatan dalam bentuk materi, juga memungkinkan diterima oleh masyarakat. Oleh karenanya, masih eksis saja kisah suap demi mengambil hati rakyat.

0

[Catatn Harian] Perkara Sholat

Posted by anisya retno sari on 00:04 in , , , ,
Bahkan dalam membuat jalan pun terdapat aturannya

Kali ini saya akan membagikan sedikit cerita perjalanan mudik tahun lalu. Well, ceritanya sedikit tidak mengenakkan bagi saya. Dan mungkin, beberapa teman pernah mengalami hal yang serupa seperti apa yang saya alami.

Saya lupa tepatnya kejadian ini terjadi, apakah pada saat perjalanan mudik atau pulangnya. Tapi masih membekas di memori layaknya melihat langsung hingga saya akan berpikir ribuan kali untuk sholat di sana. Ya. Ini adalah tentang sebuah bangunan tempat ibadah umat muslim. Masjid.

Keluarga saya bilang ini adalah masalah sepele dan agaknya saya menyikapi secara berlebihan. Tapi ngga buat saya. Ini masalah sholat yang merupakan tiang agama. Amalan pertama yang akan dihisab di akhirat kelak. Yang mencegah lagi menghindarkan dari perbuatan keji. Saya dan kaum muslim lainnya pasti menginginkan kesempurnaan dalam prosesnya. Salah satunya adalah pada saat akan berwudhu.

0

[Apa Kabar Indonesia] Negeri Para Pemalsu

Posted by anisya retno sari on 02:53 in , , ,
tribunnews.com
Beberapa waktu belakangan, negeri ini digemparkan dengan kemunculan beberapa hal yang mengandung kepalsuan. Tersebut beras palsu, yang ditengarai terkandung bahan plastik di dalamnya. Ijazah palsu pun marak. Belum lagi fenomena kosmetik palsu, lensa kontak palsu, lada palsu, susu palsu, pupuk palsu, dan uang palsu. Pun tidak terlewatkan janji-janji palsu dari para politisi dan para pemimpin negeri ini.

Faktanya, fenomena ini adalah kejadian yang selalu berulang dengan cara yang semakin kreatif dan semakin membuat warga cemas. Jika ditilik dari motifnya, paling tidak terdapat dua motif yang pada awalnya berhukum mubah jika diwujudkan dengan cara yang benar sesuai aturan Islam. Pertama, motif ekonomi untuk mendapatkan keuntungan dengan cepat dan besar. Kedua motif politik demi meraih jabatan dan kekuasaan. Namun kemunculan beberapa hal yang mengandung kepalsuan kekinian menandakan bahwa motif ekonomi maupun motif politik diwujudkan dengan menghalalkan segala cara, walaupun sampai merugikan masyarakat kebanyakan.

Semua itu terjadi karena berpangkal pada pemikiran sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan. Meletakkan pahala dan dosa seakan terpisah dari apa yang manusia perbuat dalam urusan kehidupannya. Sekularisme jualah yang menjadi biang kemunculan mental-mental para pemalsu. Kita harus menyadari bahwa sistem ini memiliki kecacatan bahkan sejak lahirnya. Pemalsu janji politik yang terus berulang adalah salah satu contohnya. Sistem demokrasi sekularisme mendorong para calon pemimpin negeri berlomba-lomba dengan segala cara demi memikat rakyat agar memilih mereka. Para pemalsu ini pun menebar benih-benih janji yang tidak dapat dipertanggungjawabkan perwujudannya. Di sisi lain, para pemalsu barang-barang masih leluasa akibat penanganan oleh aparat yang terkesan lambat dan tidak tuntas.

Negeri ini sudah terlampau banyak bencana akibat ulah tangan manusianya. Terutama akibat kesombongan atas pemakaian hukum demokrasi sekularisme dibandingkan aturan mulia Sang Pencipta dan Pengatur. Sungguh, selama sistem demokrasi terus menerus dipertahankan maka para pemalsu ini akan terus menerus menjamur. Para pemalsu pun seakan menjadi sebuah konsekuensi sebab-akibat dan ciri dari pelaksanaan sistem ini. Dan sungguh, satu-satunya solusi baik jangka pendek dan jangka panjang adalah kembali kepada fitrah kemusliman manusia, yaitu bertaqwa dengan sebenar-benarnya taqwa, termasuk ke dalamnya taqwa dalam menggenapi syariah Allah dalam bingkai Daulah Khilafah Islamiyah.



0

[Tahukah Kamu] Arti Sebuah Pemahaman

Posted by anisya retno sari on 01:57 in , ,
Tahukah kamu?

Bahwa berpikir adalah menghukumi atas realita, sedangkan sarana berpikir adalah bahasa. Bahasa bukanlah sebuah pemikiran, ia hanyalah alat untuk menggambarkan sebuah pemikiran. Perkataan „Manusia adalah hewan yang berbicara“ merupakan kalimat yang memiliki penunjukkan yang berakhir pada sebuah pemikiran. Jika penunjukkan ini memiliki realita eksternal yang dimengerti oleh akal seperti pada kalimat „Manusia adalah hewan yang berbicara“, maka pemikiran ini menjadi pemahaman bagi orang yang mengerti penunjukkan tersebut. Jika terdapat sebuah pemikiran yang tidak memiliki penunjukkan seperti seperti pada kalimat „Manusia itu terbentuk dari materi dan ruh“, maka pemikiran ini tidak memiliki pemahaman dikarenakan indera tidak dapat mengjangkau penunjukkan pemikiran ini, dan akal manusia tidak dapat menemukan realita penunjukkan ini. Oleh karena itu, penunjukkan ini menjadi pemikiran yang tidak memiliki pemahaman. Maka pemikiran-pemikiran bisa menjadi pemahaman-pemahaman yang utuh bagi manusia, apabila penujukkan dari pemikiran-pemikiran ini mempunyai realita di sisi manusia.

Quelle : Pendahuluan mafahim islamiyah




0

[Percikan] Renungan Ramadhan

Posted by anisya retno sari on 01:50 in , , , ,
sarungbiru.wordpress.com
Alhamdulillah, Ramadhan kembali menyapa kaum muslim seluruh dunia. Keberkahannya belum-belum telah terasa dalam sanubari. Belum lagi tak terlewatkan berbagai rupa perubahan-perubahan yang senantiasa menghiasi Ramadhan. Banyak manusia seakan tersihir dengan pesona Ramadhan. Seakan berlomba-lomba mendapatkan kebaikannya.

Ya. Mata saya tak bisa menampik perubahan-perubahan ini. Paling tidak di awal-awal bulan ini. Lihat saja, pada malam hari masjid-masjid penuh sesak manusia dengan tarawihan. Mushola-mushola pun ramai dengan dendangan tadarus Al-Qur’an. Akhwat-akhwat seakan latah menutup auratnya dengan hijab, atau paling tidak, pakaian yang dikenakan jadi lebih santun. Tempat-tempat hiburan malam pun dipaksa tutup.

Perubahan pun menjangkau pada layar kaca kita. Artis-artis mulai bertanggung jawab atas apa yang mereka ucapkan. Sinetron-sinetron tiba-tiba berganti wajah menjadi lebih islami. Acara pencarian idola pun berganti menjadi ajang pencarian da’i.

Ahhh. Saya pun tersenyum geli akibat umat yang masih terkungkung dengan pemikiran dzalim bernama sekulerisme. Ramadhan adalah bulan ajaib yang mengubah umat 180 derajat menjadi lebih Islami. Namun hati saya meringis kesakitan jika memikirkan setelahnya banyak yang kembali bejat. Setelahnya Allah SWT kembali ditinggalkan. Seakan perhitungan amal hanya ada pada bulan Ramadhan.

Sekulerisme benar-benar telah melumpuhkan umat. Perubahan yang ada selama Ramadhan hanya mengambang di permukaan, bukan perubahan yang sampai ke akar hati. Sekulerisme mendorong umat ke jurang terdalam tanpa sisakan secercah sinar. Umat masih teramat senang berkubang dalam lumpur dosa dibandingkan bermandikan cahaya Islam yang terang benderang.

Sampai kapan fenomena ini akan berujung? Mungkin hanya waktu satu-satunya yang akan memberi jawaban.



Copyright © 2009 Catatan Kecil Untuk Dunia All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.