4

[Catatan Harian] Operasi Pengambilan Amandel

Posted by anisya retno sari on 22:43 in , ,
Kira-kira sebulan yang lalu, saya menjalani operasi pertama. Operasi untuk mengangkat amandel. Operasi ini merupakan anjuran dari dokter THT setelah saya berkonsultasi pada September 2014. Pada saat itu, saya meminta dokter menunda tanggal operasi saya karena status saya sebagai mahasiswa tingkat akhir. Ya, Oktober saya dijadwalkan sidang akhir dan November adalah jadwal wisuda.

Bahkan jauh sebelum itu, Ayah masih ragu untuk mengoperasi amandel, karena yah, tidak sedikit dokter yang menyarankan untuk mempertahankan amandel demi fungsinya sebagai kekebalan tubuh.

Berbeda dengan pandangan Ayah, salah seorang teman malah menyarankan sebaliknya. Dokter tempatnya berkonsultasi meyakinkan bahwa mempertahankan amandel yang radang malah berbahaya, sedang antibodi tidak hanya ada pada amandel.

Terpengaruh dengan saran dari temanlah pada akhirnya saya mendesak Ayah. Ditambah, bulan-bulan sebelum operasi, kondisi kesehatan saya agak terganggu akibat radang amandel. Makan makanan yang mengandung msg sedikit langsung sakit. Makan minuman yang dingin sedikit langsung sakit. Bahkan mantra ajaib saya tampaknya berkurang kemanjurannya.

Maka ketika kali kedua saya berkonsultasi, saya sudah memantapkan diri untuk mengikhlaskan amandel ini. Kamis saya konsultasi, esoknya saya operasi. Dan jujur saja, ini adalah pengalaman saya menjadi pasien rumah sakit dan pengalaman-pengalaman lainnya saat berada di rumah sakit.


Sebelum dioperasi saya diminta menjalani beberapa tes. Darah saya diambil, tensi saya di cek, begitu juga dengan tes radiologi. Hasilnya? Saya berada dalam kondisi prima untuk operasi. Kamis ba’da maghrib, saya diharuskan sudah menempati bangsal rumah sakit, menginap sebelum operasi.

Dalam keadaan sehat, saya diinfus, disuntik macam-macam. Ketimbang menangis, saya hanya bisa tertawa sedang mata saya menangis menanggung rasa sakit saat seorang perawat menyuntikkan suntikan alergi. Dan yang ada sang perawat pun ikut tertawa melihat tingkah saya.

Untuk operasi pengambilan amandel, terdapat dua dokter yang menangani saya. Satu dokter THT, yang namanya mengingatkan saya akan mantan presiden Indonesia yang kini terkenal dengan satirnya, “Piye kabare? Penak jamanku to?”. Satu lagi dokter anestesi, yang namanya ajaib sehingga sudah hilang dari ingatan. Well, saya bersyukur mendapat dua dokter ini untuk menangani saya. Simple saja alasannya: karena beliau-beliau ini sangat komunikatif terhadap pasien, hingga saya tidak sungkan untuk mengeluhkan sesuatu.

Sebelum operasi, saya harus puasa selama delapan jam. Sekitar jam 5 saya sudah diberi sarapan dan diberi penanda “PUASA”. Sekitar jam sembilan, seorang ustadz datang untuk memberikan tausiyah bagi saya untuk bersabar, dan do’a agar saya cepat sembuh. Kata-kata penyemangat yang seharusnya membuat pasien tenang.

Menjelang detik-detik operasi, seorang suster menjemput saya dengan membawa kursi roda. Saya sudah pasrah karena toh selama operasi saya akan dibius total. Sepanjang jalan menuju ruang operasi pikiran saya benar-benar kosong, sembari mulut ini senantiasa menyebut nama Allah. Entah memang karena suhu pendingin ruangan yang rendah atau memang saya yang terlampau tidak tenang sehingga tangan dan kaki saya dingin.

Memasuki ruang operasi, dalam keadaan terbaring, saya dipasangi alat-alat. Walaupun dua dokter yang menangani operasi saya, tapi ternyata lebih dari dua dokter yang berada di ruang operasi, sekitar 6 atau 7 orang bersama saya.

Sembari dokter menyuntikkan biusnya, saya diajak ngobrol. Siapa nama saya. Umur saya. Mempertanyakan ketenangan saya. Sampai pada akhirnya kata-kata terakhir yang saya ingat adalah obrolan seputar BPJS. Setelah itu sepi. Saya tidak sadar.

Setelah saya sadar, mulut saya penuh dengan cairan yang segera setelah dimuntahkan saya tahu itu darah. Saya juga merasakan sakit yang luar biasa dibagian tenggorokan. Dokter memberitahukan untuk tidak bicara karena memang saya tidak bisa bicara. Pun untuk makanan, saya hanya diberi minuman susu yang mengandung oats. Hanya itu. Bahkan saya iri saat tetangga sebelah kamar saya ditanyakan menu apa yang ingin dipilih untuk makannya nanti. Ayam goreng madu atau cumi rica-rica? Argh, curang.

Untungnya, hari sabtu, saya sudah diperbolehkan pulang. Yeay. Saya pulang dengan membawa amanah dokter, “Makan hanya dengan bubur yang di saring dua hari, bubur dua hari, dan nasi tim dua hari, selanjutnya saya boleh memakan nasi. Untuk lauk, tidak ada pantangan, asal jangan makanan panas dan pedas“. Rasa sakit pasca operasi, tetap saya rasakan hingga dua minggu setelahnya. Menelan sakit. Bersin sakit. Nguap sakit. Tapi sekarang, saat saya merasakan kosong ditenggorokan. I feel free. Makan makanan banyak msg tak masalah. Minum minuman dingin pun tak masalah. Alhamdulillah.

P.S: Sayangnya saya tidak mengambil foto amandel sesudah diangkat. Kata Ibu, segede baso. Hehe.



4 Comments


segede bakso???saya aja hari ini mau..makanya baca blog anda (kamis-17-november-2016-) tepatnya abis shalat dzuhur saya akan menjalani apa yang anda pernah jalani..O-P-E-R-A-S_I...yahhh makasih ya saya tau betapa sakitnya nanti


segede bakso???saya aja hari ini mau..makanya baca blog anda (kamis-17-november-2016-) tepatnya abis shalat dzuhur saya akan menjalani apa yang anda pernah jalani..O-P-E-R-A-S_I...yahhh makasih ya saya tau betapa sakitnya nanti


Sampe dua minggu ya menderitanya😭😭 ini aja blm ada seminggu uda rasanya kesel banget... semoga bisa bersabar dengan semua masalah pasca operasi ini


Sifilis atau raja singa adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri bernama Treponema pallidum. Sifilis adalah salah satu infeksi menular seksual (IMS). Umumnya, infeksi ini menyebar melalui hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi. Selain melalui hubungan intim, bakteri penyebab sifilis juga bisa menyebar melalui pajanan cairan tubuh penderitanya, misalnya melalui darah.

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar penyakit kelamin yang anda rasakan, jangan ragu untuk bertanya pada kami karena isi konsultasi aman terjaga, privasi pasien terlindugi, dan anda bisa tenang berkonsultasi langsung dengan kami. Anda dapat menghubungi hotline di (021)-62303060 untuk berbicara dengan ahli Klinik Apollo, atau klik website bawah ini untuk berkonsultasi dengan ahli klinik Apollo.

Post a Comment

Copyright © 2009 Catatan Kecil Untuk Dunia All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.