0

[Artofolio] Ma Design

Posted by anisya retno sari on 09:08 in , ,
Saya bersyukur, bahwa salah satu kegemaran saya dapat berguna dalam dakwah. Beranjak dari kegemaran, hingga suka, dan memulai berkreasi. Walaupun masih perlu bimbingan. Masih perlu belajar ekstra. Masih harus mengalami perbaikan sana-sini.

Kelak, saya mungkin akan menjadikan kegiatan ini menjadi sesuatu yang serius. Tapi memang, saya membutuhkan seorang guru yang akan mewujudkan keseriusan saya. Belajar design ―terutama photoshop yang zu kompliziert für mich, membuat video, dan membidik objek. Saya pastikan untuk memasukkan agenda ini dalam rangkaian kehidupan saya. Jika Allah mengizinkan. Jika Allah masih memberikan saya waktu.

Akhirnya, saya ingin menunjukkan sedikit design sederhana yang saya buat dengan menggunakan corel draw ―karena sesungguhnya saya tidak bisa aplikasi lainnya―. Design yang saya buat bulan ini memang cukup feminin untuk saya yang agak sedikit ―cuma sedikit― tomboy. Saya senang jika ada yang mau memberikan masukan membangun untuk design saya.






0

[Apa Kabar Indonesia] Umat yang Pecah Belah: Tembok Tebal Penghalang Khilafah

arinaiera.blogspot.com
“This caliphate would be a totalitarian Islamic empire encompassing all current and former Muslim lands, stretching from Europe to North Africa, the Middle East, and Southeast Asia.” (Khilafah ini akan menjadi imperium Islam yang totaliter yang akan melintasi negeri-negeri Muslim kini dan dulu, membentang dari Eropa hingga Afrika Utara, Timur Tengah, dan Asia Tenggara) –George. W Bush (2006)

Masih ada yang belum pernah mendengar kata Khilafah? Atau ada yang masih meragukan konsep agung Khilafah? Teruskan saja atas ketidaktahuan dan ketidakpercayaanmu #nyindir. Toh, khilafah akan tetap tegak ditangan orang-orang yang memperjuangkannya. Hanya saja, jika bukan kaum muslimin yang percaya dan memperjuangkannya, siapa lagi? Padahal kafir barat telah menyadari adanya ancaman ideologis yang amat serius dan mematikan bagi mereka. Ancaman itu bukanlah para pengusung ideologi sosialisme, tapi ideologi agung yang akan terimplementasi secara nyata dalam wadah bernama khilafah.

Kesadaran Barat ini menimbulkan kekhawatiran mereka akan tegaknya khilafah jilid dua, yang pada jilid sebelumnya telah mereka hancurkan berkeping-keping. Khilafah benar-benar menjadi momok menakutkan bagi barat. Pasalnya, persatuan kaum muslimin seluruh dunia dalam satu negara akan membangkitkan segenap potensi dan kekuatan. Hal ini tidak dipungkiri mengakibatkan keruntuhan hagemoni dan kuasa barat akan dunia.

Ya, Barat kini tengah membangun tembok amat tebal antara umat muslim dan kekhilafahan. Tembok besar yang terdiri atas serangkaian konspirasi, strategi, dan kebijakan politik luar negeri yang mereka bangun di atas negeri-negeri kaum muslim untuk mencegah kembalinya kehidupan Islam.

0

[Islamologi] Tipu Daya Kaum Kafir

„Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Aku pun membuat rencana dengan sebenar-benarnya. Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar.“ (QS. Ath-Thariq: 15-17)

Al-Quran merupakan petunjuk bagi yang tersesat. Cahaya yang akan mematikan kegelapan. Pedoman untuk menjalankan hidup secara benar. Secara sempurna. Oleh karenanya, kitab ini adalah kitab umat manusia yang yakin akan Allah sebagai satu-satunya Pencipta dan Pengatur.

www.perisai.net
Meskipun demikian, tidak semua manusia bersepakat atas hal yang demikian. Ada saja diantara umat manusia yang meragukan keistimewaannya. Saya ingat ada seorang dosen yang bermain logika dengan mahasiswanya. Ia katakan bahwa semua makhluk (yang diciptakan) bersifat lemah dan terbatas. Al-Quran pun adalah makhluk (yang diciptakan), artinya ia pun lemah dan terbatas.

Ada juga yang mendustakan al-Quran, dimana ia menampik al-Quran adalah kitab yang Allah turunkan kepada manusia, namun ia percaya bahwa manusialah, dalam arti ini Rasulullah sendiri yang telah membuatnya.

Bahkan, banyak yang kini melakukan berbagai macam cara demi meredam cahaya Islam. Membuat kabut yang semakin lama semakin pekat. Gelap dan terkesan menyeramkan, hingga tak ada satu pun manusia yang berani mendekatinya. Inilah tipu daya kaum kafir. Semakin hari semakin kokoh menggerogoti tubuh kaum muslim.

0

[Percikan] Adab: Bagian dari Hukum Syara

Posted by anisya retno sari on 08:22 in , , , ,
imamluqman.wordpress.com
Penanaman adab dan sopan santun merupakan hal yang sangat penting dalam Islam karena bagian dari hukum syara. Adab dan sopan santun ialah bagian dari akhlak Islam yang diperintahkan Rasulullah. Adab dan sopan santun laksana perhiasan yang menambah keindahan pribadi kaum muslim, baik dalam beribadah, bermuamalah dengan orang lain, maupun terhadap pribadi kaum muslimin itu sendiri.

Adab dan sopan santun sendiri tercipta akibat habit yang dilakukan secara berulang. Usia masa perkembangan anak dirasa pas sebagai penanaman habit terkait adab dan sopan santun. Penanaman adab dan sikap sopan santun sejak dini kepada anak akan memunculkan akal pikiran yang efektif. Seperti yang Rasul anjurkan dalam sabdanya, “Jika anak telah mencapai usia enam tahun, hendaklah ia diajari adab dan sopan santun.“ (HR. Ibnu Hibban).

Menanamkan adab dan sopan santunpun tidaklah sulit, karena anak merupakan copycat orang tuanya. Maka orang tua memiliki andil besar dalam menumbuhkan adab dan sopan santun pada anak. Kasarnya, orang tua yang tidak dekat dengan adab dan sopan santun, maka anaknya pun setali tiga uang. Tidak berbeda.

0

[Islamologi] Haramkah Menjual Barang yang Haram?

Posted by anisya retno sari on 08:15 in , , , ,
Jabir bin Abdullah ra. mendengar Rasulullah saw pada hari Fathu Makkah pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkan menjual khamr, bangkai, babi, dan berhala.” Lalu dikatakan, “Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu dengan lemak bangkai; itu bisa untuk memoles perahu, melumuri kulit dan digunakan orang untuk penerangan?” Beliau bersabda, “Tidak, itu haram.” Kemudian Rasulullah saw saat itu bersabda, “Semoga Allah membinasakan Yahudi. Sesungguhnya ketika Allah mengharamkan lemak bangkai, mereka melelehkan lemak itu, lalu mereka jual dan memakan harganya.” (HR al-Bukhari, Muslim, an-Nasa’I, at-Tirmidzi, Ibn Majah dan Ahmad).

kaskus.co.id
Hadits di atas sebenarnya telah menjelaskan pertanyaan di atas bahwa Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkan menjual barang-barang yang haram, seperti khamr, bangkai, babi, dan berhala.
Keharaman khamr dan berhala telah Allah tegaskan melalui firmannya:
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.“(QS. Al-Maidah: 90)

Keharaman khamr tidak bergantung pada sedikit-banyaknya kadar alkohol yang terkandung di dalamnya. Juga tidak tergantung dengan nama dan komposisi bahannya. Sedangkan berhala, dalam artian sesembahan adalah haram, baik dalam bentuk patung makhluk yang bernyawa, patung makhluk imajiner, ataupun meski hanya berupa batu lonjong atau salib.

0

[Percikan] Berpikir dengan Positif

Posted by anisya retno sari on 23:52 in , ,
www.indospiritual.com
Apakah kalian mengenal Masaru Emoto? Saya pikir banyak yang tidak mengetahuinya. Lagipula, apalah arti sebuah nama? #nyindir. Tapi pasti tau dong tentang The hidden message in water? Atau kita harus menyebutnya dengan The God’s messages in water?

Iya betul, Masaru Emoto adalah seorang peneliti air dari negri sakura. Beliau adalah orang hebat yang telah berhasil menemukan bahwa sesungguhnya air dapat bereaksi terhadap ucapan dan tulisan, sesuai dengan isi ucapan atau tulisannya. Juga bereaksi tergantung perasaan manusia disekelilingnya.

Dengan menggunakan lensa mikroskop khusus hasil ciptaannya, kita mampu melihat bahwa partikel kristal air terlihat menjadi “indah” dan “mengagumkan” apabila mendapat reaksi positif disekitarnya. Seperti saat kita mengucapkan kata terima kasih atau syukur. Atau dengan perasaan yang gembira atau bahagia.

Namun partikel kristal air terlihat menjadi “buruk” dan “tak beraturan” apabila mendapat reaksi negative disekitarnya. Seperti saat kita mengucapkan kata-kata bentakan atau makian. Keluhan atau pesemisme. Atau kesedihan dan bencana.

0

[Review] Ayah Edy Online

Posted by anisya retno sari on 23:10 in ,
blog-ratno.blogspot.com

Jika waktu lalu saya pernah menulis review tentang bukunya, hari ini saya akan membuat postingan terkait bertemu Ayah Edy di dunia maya. Not literally please. Setelah saya melakukan pencarian intensif, saya mendapatkan beberapa blog atau web yang menshare terkait program parentingnya Ayah Edy. Thank you very kamsa.

Ayah Edy dapat kita temui secara online melalui mp3 yang memuat 63 kisah inspirasi parenting Ayah Edy, juga melalui kumpulan video talk show Ayah Edy, serta rekaman yang memuat 33 talk show Ayah Edy di radio Smart.FM.

Semuanya bisa diunduh secara gratis di blog ini.

Atau kalian bisa juga mengunjungi website resmi Ayah Edy. Facebook di Komunitas ayah edy atau follow twitter beliau di @ayahedy.

Mari belajar parenting :)





0

[Quote] Live, Love, & Laugh

Posted by anisya retno sari on 22:50 in , , , , , , ,
„Akan ada pada akhir umatku seorang Khalifah yang memberikan harta secara berlimpah & tidak terhitung banyaknya“

(HR.Muslim)

0

[Percikan] Arun Gandhi dan Kisah Kejujuran

Posted by anisya retno sari on 08:07 in , , , ,
www.thetowerlight.com
Ada sebuah kisah sejarah yang sempat membuat saya terharu. Kisah menarik yang mampu membuat saya merasa ketika berpikir. Kisah ini dituturkan oleh seorang guru besar dunia, cucu dari mendiang Mahatma Gandhi. Dr. Arun Gandhi namanya, yang bersedia berbagi kisah saat Ayahnya mendidik beliau. Dan kisah ini pun dimulai.

Kala itu, usia beliau baru menginjak 16 tahun dan tinggal bersama kedua orang tua di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek beliau, Mahatma Gandhi. Mereka sekeluarga tinggal di sebuah perkebunan tebu kira-kira 18 mil jauhnya dari kota Durban, Afrika Selatan.

Dapat dibayangkan seberapa terpencilnya rumah beliau hingga tetanggapun nyaris tak ada. Suatu kebahagiaan bila beliau mempunyai kesempatan untuk singgah di kota. Untuk sekedar mengunjungi rekan atau hanya menonton film di bioskop.

Suatu hari, Sang Ayah meminta beliau demi menemani dan mengantarkannya ke kota. Sang Ayah akan menghadiri sebuah konferensi selama sehari penuh. Dan kebahagiaan tak terkira pun hinggap menghiasi wajahnya. Ibu pun meminta beliau demi membeli sederet daftar perlengkapan rumah tangga. Ayah pun memberikan beberapa tugas kepada beliau, termasuk menservice mobil ke bengkel.

0

[Apa Kabar Indonesia] Gambaran Akan Khilafah

bogotabb.blogspot.com

Dalam paragraf pertama pendahuluan kitab Daulah Islamiyah, Ust Taqiyuddin an-Nabhani menuliskan bahwa, “Generasi sekarang belum pernah menyaksikan Daulah Islam yang menerapkan Islam. Begitu pula generasi yang hidup pada akhir masa Daulah Islam (Daulah Utsmaniyah) yang berhasil diruntuhkan Barat. Mereka hanya dapat menyaksikan sisa-sisa negara tersebut dengan secuil sisa-sisa Pemerintahan Islam. Karena itu, sulit sekali bagi seorang muslim untuk memproleh gambaran tentang Pemerintahan Islam yang mendekati fakta sebenarnya sehingga dapat disimpan dalam benaknya. Anda tidak akan mampu menggambarkan bentuk pemerintahan tersebut, kecuali dengan standar sistem demokrasi yang rusak yang anda saksikan, yang dipaksakan atas negri-negri Islam.”

Jika hari ini masyarakat Indonesia ditanya dengan pertanyaan sederhana ―sederhana karena sebagai muslim, ia harus tahu― tentang apa itu khilafah?, saya yakin, saya akan mendapat jawaban yang berbeda. Tapi mengingat peristiwa belakangan ini, saya yakin sebagian besar masyarakat akan menghubungkan khilafah dengan ISIS, walaupun opini ini cenderung dipaksakan karena digiring oleh berbagai media nasional. Hal ini wajar, karena Ustadz pun telah menuliskan di awal pendahuluan bukunya, bahwa akan sulit bagi kebanyakan kaum muslim kekinian untuk menggambarkan khilafah bahkan mungkin ada masyarakat yang tidak tahu menau tentang pengertian khilafah. Hal ini bahkan juga menjadi wajar, karena generasi yang hidup pada akhir masa Daulah Utsmaniyah pun akan kabur dalam menggambarkan khilafah yang ―akhirnya― berhasil diruntuhkan Barat dengan berbagai cara dan tipu muslihat.

0

[Review] Parenting Book : Ayah Edy Punya Cerita dan Ayah Edy Menjawab

Posted by anisya retno sari on 08:26 in , , , ,
m.yes24.co.id
Saatnya mereview! Kali ini saya akan mereview buku berkenaan dengan parenting. Seperti postingan yang saya buat sebelumnya tentang pertanyaan “Apakah Kita SiapMenjadi Orang Tua” juga postingan saya jauh sebelum ini tentang “KameraPolaroid”, saya agaknya menyukai hal-hal terkait parenting karena memang saya menyukai anak kecil. Mungkin sudah naluriah kali ya...

But overall, bagi wanita yang mulai beranjak dewasa, buku parenting memang sangat dibutuhkan. Karena seperti yang saya katakana sebelumnya, pemenuhan gharizah nau pada dasarnya adalah pemenuhan demi lestarinya keturunan. Dan mendidik serta membesarkan anak bukanlah perkara main-main layaknya yang sering anak perempuan mainkan saat kecil. Main ibu-ibuan, main masak-masakan, atau main keluarga-keluargaan. Ha. Das ist zu komplieziert.

0

[Dialogue] Owh Wanita! (Skeptis)

Posted by anisya retno sari on 05:43 in ,
Akhirnya saya bisa menggunakan gambar ini :)

Y : Kamu nangis?
X : Ngga kok. Aku ngga nangis.
Y : Okay then (berbalik badan dan melanjutkan jalan)
X : Kamu ngga penasaran kenapa aku nangis? Kamu jahat.


Skeptis. Ini adalah momen dimana seseorang bahkan lebih complicated daripada matematika. Atau fisika? But that’s the woman. Sometimes.

0

[Dialogue] Arsitek

Posted by anisya retno sari on 05:35 in , , , , ,
www.infobdg.com

Anisa: Arsitek tuh berasa Tuhan, berasa yang paling tau rancangan terbaik buat manusia. Yang paling tau dan yang terbaik ya, yang ngejalanin sendiri.

Cina: Jenius! Emang arsitek tuh berasa Tuhan, makanya ngga kepikiran kalo ada rancangan yang lebih baik.

Komentar:
Waktu nonton film cin(T)a pertama kali, pas masih polos terkait pluralisme, jadi ya… biasa aja efeknya. Tapi pas udah nonton kedua kali, dimana saya sudah tidak buta-buta amat, film ini sangat menggelitik.

Dari dialog di atas saja, saya tidak setuju dengan penyamaan arsitek dengan Tuhan. Very different lah dan sama sekali tidak bisa disamakan. Dan frasa “berasa yang paling tau” itu agak ganjil. Artinya Tuhan hanya “merasa” paling tau, bukan Tuhan yang memang Maha Tahu. See the different? Permainan kata banget.

Selanjutnya, saat tokoh Anisa mengatakan bahwa, “ Yang paling tau dan yang terbaik ya, yang ngejalanin sendiri.”, saya juga tidak setuju. Karena baik dan buruk menurut manusia itu relativ, sejalan dengan saat manusia mengartikan bahagia atau tidak bahagia, yang cenderung sebatas materi. Oleh karena itu aturan Allah hadir dan menyatukan perbedaan yang ada, menjadikan baik dan buruk, bahagia dan tidak bahagia menjadi jelas. Tidak kabur. Kepastian menurut syara inilah yang akhirnya menjadikan adanya keadaan saling menasehati. Karena Islam yang memanusiakan manusia.




0

[Percikan] Apakah Kita Siap Menjadi Orang Tua?

Posted by anisya retno sari on 08:07 in , , , ,
fotosearch.com

Judul di atas sebenarnya merupakan salah satu judul bab sebuah buku parenting yang sedang saya coba dalami maknanya. Ayah Edy Punya Cerita, begitulah judulnya. Namun cerita yang terkandung dalam buku ini bukan cerita biasa. Ada inspirasi disetiap nafas tulisannya demi menjadi orang tua yang baik.

Pertanyaan siap dan tidak atau belum siap memang tergantung setiap individu walaupun sistem dan lingkungan juga sangat berpengaruh penting. Mari kita tengok ke belakang, di masa-masa dimana dua orang dengan karakter yang berbeda, mempunyai niatan baik untuk bersatu dalam ikatan pernikahan. Pada saat itu, apakah terbertik obrolan-obrolan untuk menjadi orang tua yang baik? Atau hanya sibuk memikirkan pemenuhan gharizah nau? Padahal, gharizah nau sejatinya berkaitan dengan naluri melestarikan keturunan yang distandartkan pada aturan Allah. Pada mabda Islam. Bukan semata cinta atau kasih sayang antara laki-laki dan perempuan.

Saya pernah berdiskusi terkait masalah pernikahan, dimana ada sebuah kata-kata yang sampai sekarang saya hapal di luar kepala. Beliau berkata, “pernikahan bukan hanya sebatas kita menerima luar-dalam pasangan kita. Bukan pula semata sebatas kita mampu hidup berkeluarga dari titik nol.“ Tapi di atas itu, sangat perlu untuk memikirkan kesiapan diri menjadi pendidik pertama generasi pembela Islam. Generasi yang akan membangun secara kokoh pondasi syariah dan khilafah. Generasi pembebas layaknya Muhammad Al-Fatih.

Terlebih, zaman kita semakin menggila akibat bercokolnya virus-virus kapitalisme dan hedonisme dalam setiap lini-lini kehidupan. Tak mudah mendidik anak di zaman ini, dimana anak merupakan sebuah kamera polaroid dan orang tua berperan sebanyak 70% dalam proses membidik hingga membentuk bagus tidaknya hasil cetak foto. Artinya, orang tua berperan penting dalam proses membentuk pola perilaku anak. Jika tidak, maka lingkunganlah yang akan menyerobot peran 70% tadi.

Maka mulai kini, detik ini, pikirkanlah pertanyaan ini matang-matang sebelum masuk ke jenjang pernikahan. Saat diri ini siap untuk pemenuhan gharizah nau. Apakah kita siap menjadi orang tua? Resapi pertanyaan ini masak-masak hingga lisan dan hati kita siap mengamalkan melalui perbuatan. Jika masih terbertik keraguan dalam kesiapan untuk menjadi orang tua, maka tentu kita harus mempersiapkan secara benar. Secara sempurna. Karena anak merupakan makhluk paling canggih yang pernah Allah ciptakan di muka bumi ini.

Dan jangan lupa baca buku parentingnya. Recommended pisan!



0

[Quote] Live, Love, & Laugh

Posted by anisya retno sari on 08:25 in , , , , ,
sweetclipart.com


Saat mengambil sebuah keputusan
Ambillah pelajaran dari seekor sapi
Ia mencerna makanannya berulang-ulang
Demi tercerapnya nutrisi sebaik mungkin
Gunakan waktu sebanyak mungkin
demi memikirkannya baik-baik
hingga tak ada penyesalan di akhir

-Nisya



0

[Percikan] Diary yang Terbuka

Posted by anisya retno sari on 08:43 in , ,
acerr.org

Dahulu, saat usia saya baru seumur jagung. Saya ingat sekali, saya memiliki sebuah diary. Diary yang berisi catatan harian. Catatan hati dan perasaan. Tak jarang juga masalah pribadi yang saya tumpahkan ke dalam sebuah tulisan. Transkripsi dari segala hal mengenai saya.

Saya ingat sekali, bagaimana cara saya memperlakukan diary tersebut. Saya tidak membeli sembarang diary. Saya memilih diary yang memiliki kunci dan gembok. Hati-hati saya menguncinya. Berharap tak ada seorangpun yang dapat melihat ke dalamnya. Saya menyembunyikannya rapat-rapat.

Pernah sekali saya harus memiliki diary tak terkunci. Tak kehabisan akal, saya membuat kode-kode acak. Mengisi transkripsi diri dengan kode-kode, yang bila hari ini saya kembali membukanya, saya sudah tak mengingat lagi apa isinya.

Dengan kata lain, saya tak membiarkan transkripsi diri ini terlihat. Ini adalah rahasia yang tak ingin dibagi dengan siapapun. Dan hal ini wajar, mengingat tidak hanya saya yang melakukan proteksi pribadi semacam ini. Teman-teman seumur saya pun setali tiga uang.

Hanya saja, hari ini ada yang berbeda.

0

[Catatan Harian] Jurnal Via Perpusnas

Posted by anisya retno sari on 17:00 in , , ,

Perpustakaan Nasional RI telah melanggan beberapa database jurnal internasional terkemuka untuk berbagai bidang ilmu, seperti SAGE, Taylor and Francis, Proquest, Gale – Cengage Learning, @My Library, Ulrichs – Periodicals Directory, EBSCO Host, IGI Global, Westlaw, ISEAS, dan ALA Publishing.
Untuk mengakses jurnal tersebut kita hanya perlu menjadi anggotanya dengan melakukan pendaftaran. Pendaftaran dapat dilakukan secara mudah dengan pendaftaran online. Caranya? Mudah sekali

0

[Quote] Love, Laugh, & Live

Posted by anisya retno sari on 07:03 in , , , ,


Ada sebuah tempat di mana kata-kata menjadi sunyi
Di mana bisikan-bisikan hati muncul dan tak tertabiri

Ada sebuah tempat di mana sebuah suara
Menyanyikan keindahanmu
Sebuah tempat di mana setiap napas
Memahat dirimu di jiwaku

“Yang Tercinta“
-Jalaludin Rumi





0

[Islamologi] Utamanya Waktu Shalat

Posted by anisya retno sari on 06:35 in , , , ,
“Dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah perbuatan keji dan munkar“
(Al-Ankabut: 45)

Saya pernah berdiskusi sengit tentang waktu pelaksanaan shalat, terutama shalat Isya, dimana saya lebih prefer untuk mengawalkan waktu shalat. Mengerjakan shalat setelah membisunya lantunan adzan terdekat. Sedang ia lebih prefer untuk mengakhirkan shalat sesuai dengan hadits yang ada, bahwasanya dalam riwayat yang disampaikan oleh Barzah Al-Islami:
Nabi suka mengakhirkan waktu yang para sahabat menyebutnya sebagai Al-Atamah (mengakhirkan shalat Isya)...“ (HR. Jamah)


Copyright © 2009 Catatan Kecil Untuk Dunia All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.