Showing posts sorted by relevance for query percikan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query percikan. Sort by date Show all posts
0

[Percikan] Ana Ingin Keluar dari Jamaah

“Ustadzah, dulu ana merasa semangat dalam dakwah. Tapi belakangan rasanya semakin hambar. Ukhuwah makin kering. Bahkan ana melihat ternyata banyak pula yang aneh-aneh.” Begitu keluh kesah seorang darisah terhadap musyrifahnya di suatu hari.

Sang musrifah hanya terdiam, mencoba menggali semua kecamuk dalam diri darisahnya. Sang musrifah kemudian berkata dengan nada yang teramat halus, “Lalu, apa yang ingin antum lakukan setelah merasakan semua itu?”.

“Ana ingin berhenti saja, keluar dari jamaah ini. Ana kecewa dengan perilaku beberapa yang justru tidak islami. Juga dengan organisasi dakwah yang ana geluti, kaku dan sering mematikan potensi anggota-anggotanya. Bila begini terus, lebih baik ana berjuang sendiri.“ Sahut darisah tersebut.

0

[Percikan] Selektif Memilih Teman

Posted by Unknown on 14:56 in , , , , ,
“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.“ (HR. Bukhari Muslim)

mazapoint.com
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’adi menjelaskan bahwa melalui hadits di atas, Rasulullah memberikan analogi hubungan dalam pertemanan, yakni teman yang baik layaknya penjual minyak wangi dan teman yang buruk layaknya seorang pandai besi. Salah satunya memancarkan kepositifan dan sebaliknya bagi yang lainnya.

Melalui hadits di atas, pun, Rasulullah sedang mengingatkan kita bahwa memilah dan memilih teman bukanlah hal sepele. Melalui pengaruh seorang teman seseorang dapat mengalami perubahan dalam kebiasaan, kegemaran, karakter, pandangan hidup, ideologi, bahkan agama. Oleh karenanya, amat bijak bagi seseorang untuk menyeleksi teman sepermainannya, dan memilih tidak sekedar sebaik-baiknya teman, yakni teman yang mampu memberi pengaruh positif tapi mampu menuntun ke jalan yang benar. Seorang teman yang miliki sebenar-benarnya visi untuk berada di surga kelak.

0

[Percikan] Arun Gandhi dan Kisah Kejujuran

Posted by Unknown on 08:07 in , , , ,
www.thetowerlight.com
Ada sebuah kisah sejarah yang sempat membuat saya terharu. Kisah menarik yang mampu membuat saya merasa ketika berpikir. Kisah ini dituturkan oleh seorang guru besar dunia, cucu dari mendiang Mahatma Gandhi. Dr. Arun Gandhi namanya, yang bersedia berbagi kisah saat Ayahnya mendidik beliau. Dan kisah ini pun dimulai.

Kala itu, usia beliau baru menginjak 16 tahun dan tinggal bersama kedua orang tua di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek beliau, Mahatma Gandhi. Mereka sekeluarga tinggal di sebuah perkebunan tebu kira-kira 18 mil jauhnya dari kota Durban, Afrika Selatan.

Dapat dibayangkan seberapa terpencilnya rumah beliau hingga tetanggapun nyaris tak ada. Suatu kebahagiaan bila beliau mempunyai kesempatan untuk singgah di kota. Untuk sekedar mengunjungi rekan atau hanya menonton film di bioskop.

Suatu hari, Sang Ayah meminta beliau demi menemani dan mengantarkannya ke kota. Sang Ayah akan menghadiri sebuah konferensi selama sehari penuh. Dan kebahagiaan tak terkira pun hinggap menghiasi wajahnya. Ibu pun meminta beliau demi membeli sederet daftar perlengkapan rumah tangga. Ayah pun memberikan beberapa tugas kepada beliau, termasuk menservice mobil ke bengkel.

0

[Percikan] Badai Pasti Berlalu

Posted by Unknown on 09:14 in , , , , , , ,


Everyone needs problems,
not to make them stressed and frustated,
but to make them learn and grow...


0

[Percikan] Tentang Amalan Manusia

“Sesungguhnya Allah mencatat kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukan. Lalu Allah menjelaskannya. Siapa saja yang bermaksud mengerjakan kebaikan dan tidak dia kerjakan, Allah mencatat di sisi-Nya untuk orang itu satu kebaikan yang sempurna. Jika dia bermaksud mengerjakan kebaikan dan dia kerjakan, Allah mencatat di sisi-Nya untuk orang itu sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kebaikan hingga kelipatan yang sangat banyak. Sebaliknya siapa saja yang bermaksud mengerjakan keburukan yang tidak dia kerjakan, Allah mencatatkan di sisi-Nya untuk orang itu satu kebaikan yang sempurna. Jika dia bermaksud mengerjakan keburukan dan dia kerjakan, Allah mencatatkan untuk dia satu keburukan (HR Bukhari, Muslim, Ahmad)

fimadani.com
Mungkin jawabannya akan benar jika seluruh umat muslim ditanya siapa malaikat yang bertugas mencatat amal kebaikannya. Namun jika menyangkut tentang amalan perbuatan itu sendiri, seringkali manusia lupa bahwa kebaikan dan keburukan atas perbuatannya akan dicatat, bahkan tidak akan ada yang luput.

Walaupun kita tidak mampu memprediksi seberapa persen kebaikan dan keburukan kita berbuah pahala dan dosa, paling tidak melalui hadits di atas dijelaskan bagaimana Allah swt memperlakukan kebaikan dan keburukan yang dilakukan oleh manusia. Penjelasan ini termaktub melalui empat kondisi:

0

[Percikan] Rasa Malu Seorang Hamba kepada Allah SWT

SONG OF THE DAY
Alarm Me - Alaf Baru [ download ]

”Sesungguhnya semua Agama itu mempunyai akhlak, dan akhlak Islam itu perangai malu”. (HR. Imam Malik)
 
gambar google


Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari dan Abu Dawud, Rasulullah bersabda sesungguhnya malu itu sebagian dari iman. Bukan sembarang malu, karena dalam konteks ini, malu yang dimaksud adalah malu kepada Allah SWT. Malu yang sejalan dengan keimanan hamba kepada Penciptanya. Semakin malu ia terhadap Allah, maka semakin bertingkat keimanannya.

Sayangnya jika kita melihat fakta dilapangan kekinian, aktivitas malu terhadap Allah semakin hari semakin terkikis. Hal ini mampu disebabkan oleh Liberalisme, dengan pilar kebebasannya yang empat, yaitu kebebasan beragama (freedom of religion), kebebasan berpendapat (freedom of speech), kebebasan kepemilikan (freedom of ownership), dan kebebasan bertingkah laku (personal freedom).


0

[Percikan] Kebahagiaan Hakiki

Posted by Unknown on 07:54 in , , , , , ,

Quote yang sangat kapitalis dan sempat membuatku berpikir :

"Uang memang tak bisa membeli kebahagiaan. Tak akan pernah bisa. 
Tapi dengan uang, aku mampu membeli setidaknya satu buah DVD film kesukaanku. 
Dan itu bisa memberi kebahagiaan buatku."

Sampai kemudian kembali aku berpikir. Kebahagiaan yang diberikan oleh uang sangat terbatas. Perlu pemenuhan kembali jika habis masanya. Kebahagiaan yang semu. Manusia membutuhkan kebahagiaan yang hakiki. Berbahagialah orang-orang muslim yang -disadari atau tidak- telah memiliki Islam sebagai kebahagiaan hakiki. Tinggal bagaimana kita saja setelahnya. Yo po ra?

0

[Percikan] Satu Frekuensi Satu Persepsi

Posted by Unknown on 03:31 in , , ,
SONG OF THE DAY
Brothers - Satu Perjuangan [ download ]

gambar Google

Ada sebuah cerita berhikmah yang kudapatkan hari ini. Kudapati dari seorang yang aku mampu merasakan ruh dalam setiap perkataannya. Aah, beliau pasti sangat dekat dengan Allah.

Ada sebuah pesawat yang menerbangkan penumpang dengan Beijing sebagai tujuannya. Di tengah perjalanan, pesawat mereka mengalami musibah. Bukan karena ada pembajak di pesawat tersebut. Pesawat pun dalam kondisi prima tak cacat satu apapun. Tujuan mereka pun tetap sama. Tak berganti arah. Hanya saja cuaca tiba-tiba memburuk. Lingkungan terbang si pesawat tak lagi ideal. Jika pesawat diterbangkan ke bawah, maka sama saja mencari mati. Begitu juga jika pesawat diterbangkan ke atas. Pada saat itu, semua penumpang termasuk pilot panik mencari solusi. Tapi mereka harus cepat mengambil keputusan sebelum ada yang mengambil keputusan terhadap mereka. Kematian.

Semua mengeluarkan pendapat. Bicara cepat namun tak tepat. Semua menginginkan pendapat mereka diterima. Tapi tanpa pandangan yang sama terhadap akar problemanya. Pada akhirnya sang pilot pun bertindak mendamaikan semua kegaduhan. Menyamakan persepsi para penumpang. Bahwa mereka akan selamat sampai tujuan. Satu frekuensi : selamat sampai tujuan. Caranya, dengan memutar kembali dan mencari jalur lain. Itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan mereka dari kematian.

Apa yang bisa diambil dari cerita di atas?

Penyamaan persepsi pada saat menghadapi masalah kelompok sangat perlu. Satu frekuensi. Hal ini menjadi penting untuk mencapai mufakat. Agar mampu bersinergi mencapai tujuan awal kita. Satu frekuensi. Hal yang menjadi penting agar satu-persatu membentuk formasi saling mengisi.

Sungguh, sebuah masalah ada untuk mendewasakan kita. Juga meningkatkan valensi diri menjadi lebih baik lagi. Penyikapan tenang, sabar, tidak terkonfrontasi, tapi tetap berstrategi terhadap masalah tentu utama dibutuhkan. Ada saatnya kita untuk maju melawan, bertahan, atau bahkan memutar balik. Bukan untuk melepaskan idealisme terhadap tujuan. Hanya menunggu waktu yang tepat untuk membuktikan presensi kita.



0

[Percikan] Prasangka (Buruk) Manusia

Day 1 of 99


Manusia senantiasa diliputi prasangka yang jika tidak berupa prasangka baik, maka berupa prasangka buruk. Sayangnya, prasangka baik sulit didapati kekinian. Saya malah mendapati kebanyakan prasangka manusia adalah prasangka buruk. Prasangka ini seringkali dibiarkan berkembang terburu-buru tanpa diimbangi dengan analisis mendalam terhadap fakta. Manusia seringkali larut dengan hal-hal yang ada di permukaan. Prasangka membuat yang samar menjadi semakin samar hingga tak terlihat. Tidak berlebihan jika saya berpendapat bahwa prasangka adalah pangkal manusia menjadi tidak bijaksana. Bukankah Allah telah ingatkan kita mengenai prasangka dalam firman-Nya?

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu mempergunjingkan sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha penerima taubat lagi Maha penyayang.” (TQS. Al-Hujurat : 12)

0

[Percikan] Hipotesis Mahasiswa : Apakah Kegelapan itu Ada?

Posted by Unknown on 18:35 in , ,
SONG OF THE DAY
Chrisye feat Ahmad Dhani - Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada [ download ]

gambar google

Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?“

Seorang mahasiwa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya.“

“Tuhan menciptakan semuanya?“ Tanya profesor sekali lagi. “Ya, Pak, semuanya.“

Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.“



0

[Percikan] Perlakuan Berbeda

Posted by Unknown on 05:31 in , , , ,
inspirably.com
Mendapat perlakuan berbeda itu saya pikir lumrah. Karena tidak mungkin seseorang memperlakukan satu dan yang lainnya sama tanpa ada secuil pun perbedaan. Seperti penjual keripik singkong berlevel yang selalu menanyakan level kepedasan terhadap pembelinya, tidak disamakan begitu saja. Rasulullah saja memperlakukan para sahabat secara berbeda. Terkadang beliau mampu bercanda hingga memeluk dari belakang, tegas, bahkan mendiamkan sahabat. Perlakuan berbeda ini semata-mata tergantung dari bagaimana hukum syara ditunaikan. Artinya, perlakuan berbeda merupakan dampak atas sebab perbuatan kita. Dengan kata lain, kita sendirilah yang menjadikan bagaimana orang lain memperlakukan kita.

0

[Percikan] Makhluk Heterogen, Yang memerlukan Homogenitas

Posted by Unknown on 04:39 in , ,


0

[Percikan] Uji dan Coba: Jalan untuk Meninggikan Derajat, Menghapus Dosa

Posted by Unknown on 06:02 in , , ,
„Cobaan tidak henti-hentinya menimpa orang Mukmin laki-laki maupun Mukmin perempuan; baik menimpa dirinya, anak-anaknya maupun hartanya hingga ia bertemu dengan Allah tanpa dosa sedikit pun.“ (HR. At-Tirmidzi)

ahliacikgukhairul.blogspot.com


Allah telah menyiapkan berbagai pintu untuk mencapai surga. Terdapat pintu untuk orang yang gemar bersedekah. Terdapat pintu untuk orang yang gemar berpuasa. Dan pintu-pintu lainnya dengan keistimewaannya sendiri-sendiri. Demikian, Allah pun telah menyiapkan istana-istana surga bagi hamba-hamba-Nya yang beriman. Istana bukan sembarang Istana. Istana ini hanya diperuntukkan untuk kaum muslim yang telah berhasil melalui cobaan dan ujian. Untuk itu Allah telah menyiapkan sentuhan kasih sayang-Nya untuk meniggikan derajat manusia dan menghapuskan dosanya. Dengan timpaan uji dan coba. Dan Allah membantunya untuk sabar dan tegar menghadapi uji dan coba. Sungguh rahmat dan pertolongan Allah sangatlah dekat.

0

[Percikan] Diary yang Terbuka

Posted by Unknown on 08:43 in , ,
acerr.org

Dahulu, saat usia saya baru seumur jagung. Saya ingat sekali, saya memiliki sebuah diary. Diary yang berisi catatan harian. Catatan hati dan perasaan. Tak jarang juga masalah pribadi yang saya tumpahkan ke dalam sebuah tulisan. Transkripsi dari segala hal mengenai saya.

Saya ingat sekali, bagaimana cara saya memperlakukan diary tersebut. Saya tidak membeli sembarang diary. Saya memilih diary yang memiliki kunci dan gembok. Hati-hati saya menguncinya. Berharap tak ada seorangpun yang dapat melihat ke dalamnya. Saya menyembunyikannya rapat-rapat.

Pernah sekali saya harus memiliki diary tak terkunci. Tak kehabisan akal, saya membuat kode-kode acak. Mengisi transkripsi diri dengan kode-kode, yang bila hari ini saya kembali membukanya, saya sudah tak mengingat lagi apa isinya.

Dengan kata lain, saya tak membiarkan transkripsi diri ini terlihat. Ini adalah rahasia yang tak ingin dibagi dengan siapapun. Dan hal ini wajar, mengingat tidak hanya saya yang melakukan proteksi pribadi semacam ini. Teman-teman seumur saya pun setali tiga uang.

Hanya saja, hari ini ada yang berbeda.

0

[Percikan] Kunci Ketaatan Sejati : Tak Bermain-Main dengan Kehidupan

Posted by Unknown on 07:57 in , , , , , ,
SONG OF THE DAY
Opick - Kembali pada Allah [ download ]

gambar google

“Tuhan sedang tidak bermain dadu ketika menciptakan jagat raya ini.” (Einstein)

Allah tak pernah bermain-main dengan apa yang Ia ciptakan. Tak perlu keimanan tinggi tuk buktikan ini, hanya dibutuhkan penginderaan secara dekat tentang alam semesta, manusia, dan kehidupan.

0

[Percikan] Saudaraku, Kan Kusebut Namamu dalam Do‘a

Posted by Unknown on 00:15 in , , , ,
SONG OF THE DAY
Fika - Do'a Kalbu [ download ]

gambar google

Rasulullah saw bersabda, “Apabila seorang muslim mendo’akan kebaikan untuk saudaranya (sesama muslim) yang berjauhan, maka malaikat mendo’akan (orang yang berdo’a) pula: “Semoga engkau memperoleh kebaikan juga.“ (HR. Muslim dari Abu Darda‘ ra)

Pada suatu hari di negri antah berantah, hiduplah pemuda berusia 20 tahun yang sehari-hari bekerja serabutan. Pemuda tersebut selayaknya kurir. Ia bekerja dengan membawa dagangan yang dititipkan padanya untuk diantarkan sampai ke negeri tetangga. Sesekali, pemuda tersebut mengambil waktu sejenak demi mengumpulkan tenaga untuk melanjutkan perjalanan panjangnya.

Suatu ketika saat pemuda tersebut tengah berisitirahat di bawah pohon rindang, ia bertemu dengan seorang kakek tua yang menghampirinya. Kakek tersebut menawarkan dagangannya berupa kain sutra kepada pemuda tersebut. Sebuah kain sutra tentu tak bermanfaat bagi pemuda sepertinya. Namun begitu, melihat Sang Kakek yang tua, timbul keinginan demi menolongnya. Sayangnya, ia pun tak memiliki uang. Maka pemuda itu pun meminta maaf tak dapat membeli dagangan kakek tersebut sembari mendo’akan kelarisan dagangannya.

0

[Percikan] Think Allah

Posted by Unknown on 20:08 in , , , ,
SONG OF THE DAY
Sohib - Allahlah Tuhan Kita [ download ]
gambar google
 “Aku mengenal seseorang yang apabila ia berjalan, bibirnya selalu basah melantunkan tasbih, tahmid, dan takbir, Sedang ujung ibu jarinya selalu berkaitan dengan ruas-ruas jarinya yang lain. Dimanapun dan kapanpun, ingatannya selalu tertuju pada-Nya“


0

[Percikan] Renungan Ramadhan

Posted by Unknown on 01:50 in , , , ,
sarungbiru.wordpress.com
Alhamdulillah, Ramadhan kembali menyapa kaum muslim seluruh dunia. Keberkahannya belum-belum telah terasa dalam sanubari. Belum lagi tak terlewatkan berbagai rupa perubahan-perubahan yang senantiasa menghiasi Ramadhan. Banyak manusia seakan tersihir dengan pesona Ramadhan. Seakan berlomba-lomba mendapatkan kebaikannya.

Ya. Mata saya tak bisa menampik perubahan-perubahan ini. Paling tidak di awal-awal bulan ini. Lihat saja, pada malam hari masjid-masjid penuh sesak manusia dengan tarawihan. Mushola-mushola pun ramai dengan dendangan tadarus Al-Qur’an. Akhwat-akhwat seakan latah menutup auratnya dengan hijab, atau paling tidak, pakaian yang dikenakan jadi lebih santun. Tempat-tempat hiburan malam pun dipaksa tutup.

Perubahan pun menjangkau pada layar kaca kita. Artis-artis mulai bertanggung jawab atas apa yang mereka ucapkan. Sinetron-sinetron tiba-tiba berganti wajah menjadi lebih islami. Acara pencarian idola pun berganti menjadi ajang pencarian da’i.

Ahhh. Saya pun tersenyum geli akibat umat yang masih terkungkung dengan pemikiran dzalim bernama sekulerisme. Ramadhan adalah bulan ajaib yang mengubah umat 180 derajat menjadi lebih Islami. Namun hati saya meringis kesakitan jika memikirkan setelahnya banyak yang kembali bejat. Setelahnya Allah SWT kembali ditinggalkan. Seakan perhitungan amal hanya ada pada bulan Ramadhan.

Sekulerisme benar-benar telah melumpuhkan umat. Perubahan yang ada selama Ramadhan hanya mengambang di permukaan, bukan perubahan yang sampai ke akar hati. Sekulerisme mendorong umat ke jurang terdalam tanpa sisakan secercah sinar. Umat masih teramat senang berkubang dalam lumpur dosa dibandingkan bermandikan cahaya Islam yang terang benderang.

Sampai kapan fenomena ini akan berujung? Mungkin hanya waktu satu-satunya yang akan memberi jawaban.



0

[Percikan] Cinta Terkadang Melihat pada Peta yang Berbeda

Posted by Unknown on 07:26 in , , , , ,

Bagaimanakah caramu untuk mencintai?
Seperti layaknya banyak jalan menuju Roma,
Pun dengan mencintai, ada banyak cara
Tergantung bagaimana orang itu menyikapinya...


2

[Percikan] Keliru

Posted by Unknown on 15:37 in , , ,


Seorang anak diajak ayahnya membantu di kebun. Sang anak merasa sennnaaaanng sekali lantaran ia akan berhadapan dengan berbagai macam buah dan sayur. “Apa yang akan kita kerjakan di kebun Yah?” tanyanya.

“Bantu Ayah untuk memanen singkong untuk kita jual nak.”


Copyright © 2009 Catatan Kecil Untuk Dunia All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.